Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 24


"Biarin yang penting kelihatan natural" kata Juan lagi kepada ku. Ya dia memang tak pernah memakai bedak rambutnya panjang tapi jarang sekali di gerai ya setiap aku melihatnya hanya di kepang satu saja. Dan dia tak pernah memakai bedak bahkan isi tasnya adalah yang biasanya di pakai oleh laki laki seperti, sabun mandi, sabun wajah, rexona, parfum dan juga yang lainnya entah lah aku juga tak mengetti dengan dirinya bahkan tasnya dan sepatunya pun yang biasa di gunakan oleh laki laki.


"Natural kok kayak gitu" kata ku kepada jaun sambil melihatnya dari ujung kakinya sampai ujung kepalanya.


"Biarin" kata Juan kepada ku lagi


"Udah udah ayo Syah kita keluar, kan aku sudah bilang gak usah di sautin kalau orang kayak gitu, dia gitu karena iri gak bisa dandan kayak kamu Syah" kata Melda kepada ku ya dia berdiri di samping ku sejak tadi.


"Idih iri sama Aisyah amit amit deh" kata Juan kepada Melda sambil emnatap diri ku.


"Iya benr juga kamu Mel, buat apa juga dia nyindiri nyindiri aku ya kalau dia gak iri sama penampilan ku. Ya udah ayo lah Mel gak usah di hiraukan orang yang lagi iri. Mangkanya kalau iri sama penampilan ku belajar dandan donk jangan kayak cowok gitu apa apa semuanya yang biasa cowok pakek. Udah lah ayo" kata ku kepada Melda dan juga teman teman ku yang lainnya sambil mengajak nya pergi dari toilet.


"Masalah buat kamu kalau aku pakai apa yang cowok pakai" kata Juan kepada ku smabil emnarik tangan ku hingga aku menghadap ke arahnya.


"Gak masalah sih, cuman aku takut aja" kata ku kepada Juan sambil melipat tangan ku di dada ku


"Takut emang aku mau makan kamu" kata Juan kepada ku.


"Gak sih aku gak takut itu. Aku hanya takut kalau kamu itu penyuka sesama perempuan geli aja kalau itu sampai beneran terjadi hiii" kata ku kepada Juan ya aku sudah lelah menghadapi ya jadi aku emngutarakan ISIS hati ku. Aku tak masalah jika bertengkar dengannya karena aku juga sudah sangat sangat membenci dirinya


"Heh jaga omongan mu ya, aku memag kayak gini tapi aku masih suka sama laki laji dan aku juga udah punya pacar" kata Juan kepada ku.


"Emang ada cowok yang mau sama kamu" kata ku kepada Juan.


"Ya ada lah" kata Juan kepada ku.


"Oke aku percaya tapi apa kamu yakin kalau dia bakalan setia sama kamu?" Kata ku kepada Juan.


Juan hanya diam saja tak menjawab pertanyaan ku. Ya mungkin dia sendiri juga tak tau apakah laki laki yang sedang bersama dengannya itu benar benar setia kepada dirinya atau tidak. Karena Juan hanya diam saja aku dan teman teman ku pun keluar dari toilet. Sesampainya di kelas aku pun langsung merapikan baju dan juga peralatan mandi ku. Saat hendak keluar ada yang memegang tangan ku ya dia adalah septin dia murid wanita yang tak begitu terkenal dan dia juga sering di bilang kutu buku. Ya bagaimana tidak setiap kemana pun dia pergi di tangannya selaku ada buku entah itu buku pelajaran atau pun novel. Aku juga tak tau buku yang dia pegang di baca atau tidak.


"Apa?" Kata ku kepada septin.


"Kamu berani banget sih Syah sama Juan" kata septin kepada ku.


"Emangnya kenapa?" Kata ku kepada septin ya dia orang nya memang penakut.


"Dulu di sekolah ku gak ada yang berani ngelawan dia semua anak anak di sekolah takut sama dia" kata septin kepada ku.


"Buat apa takut sama dia wonk aku manusia dia juga manusi buat apa takut" kata ku kepada septin.


"Iya sih tapi kau berani banget sama dia, liat aja temen temennya gak ada yang berani sama dia hanya kamu yang berani sama dia aku salut banget sama kamu Syah" kata septin kepada ku sambil embgacungkan ke dua jempolnya ke arah ku.


"Halah buat apa takut sama dia, gak aku gak takut sama dia, dulu emang dia di tajutin sama temen temnnya di sekolahnya yang dulu tapi ini bukan sekolahnya yang dulu yang orang orang bakalan takut sama dia. Dan aku gak takut sama dia. Udah lah gak usah ngegosipin orang aku pergi dulu ya sep. Oiya kamu jangan takut sama dia tmgak ada gunanya takut sam Asia kamu harus berani sama dia oke" kata ku kepada septin sambil pergi meninggalkannya bersama dengan teman teman ku septin hanya menganggukan kepalanya saja.


Setelah itu aku dan teman teman ku pun pergi ya karena sekarang waktunya untuk ke lapangan tak lupa kami membawa peralatan solat dan juga Al Qur'an ya seprti biasa saat magrib akan tiba kami biasanya akan sholat dan juga mengaji bersama sama. Setelah selesai sholat dan juga mengaji biasanya di lanjutkan dengan makan malam ya makan di berikan oleh pihak sekolah terkadang ada beberapa makanan yang sangat lezat sekali tapi terkadang ada juga beberapa masakan yang sangat tak enak untuk di makan. Tapi karena sudah tak ada makanan lagi akhirnya kami pun memakannya ya mau bagaimana lagi karena kami tak boleh membawa nasi ke dalam kelas ya orang tua kami hanya boleh membawakan nasi tapi di makan di tempat kamu bertemu jadi aku dan teman teman ku sering sekali makan makanan di luar sekolah bukan di warung atau di mana tapi makanan yang di bawakan oleh ke dua orang tua ku dan juga ke dua orang tua teman teman ku yang lainnya.


***


Tak terasa sudah beberapa hari berlalu akhirnya aku boleh pulang. Saat ini aku dan juga teman teman ku yang lainnya sedang membereskan barang barang yang kami bawa. Barang barang ku lumayan banyak tapi untungnya aku membawa koper yang lumayan besar tadi aku memasukkan semua barang barang ku ke dalam tas lalu memasukannya ke dalam koper. Setelah selesai kami pun langsung ke lapangan untuk melakukan apel ya kami melakukan apel pemberitahuan kalau MOS dan juga pesrom sudah selesai di laksanakan. Tak lama hanya sekitar tiga puluh menit saja apel pun selesai ku dan temna teman ku yang lainnya langsung ke kelas untuk mengambil barang barang ku tapi saat samapi di depan kelas banyak sekali antrian ya anak anak yang tinggal satu kelas dengan kami lumayan banyak jadi kami mengantri.


"Kok bisa antrian kayak gini sih" kata Melda kepada ku dan juga teman temann yang lainnya.


"Permisi" kata seseorang di belaknag ku ya mungkin bukan diri ku yang di panggil jadi aku masih fokus melihat ke arah murid murid yang sedang mengantri.


"Syah" kata teman ku kepada ku ya yang memanggil ku kalau tidak salah dari suaranya itu adalah farah.


"Hemm apa?" Kata ku kepada Farah tapi mata ku masih fokus ke arah murid murid yang ada di depan ku.


"Ini kak Umam cari kamu" kata Farah kepada ku spontan aku langsung melihat ke arah belkabg ya pas di belakang ku berdiri kak Umam aku pun langsung berbalik arah dans edikit mundur agar wajah ku dengan wajah kak Umam tak terlalu dekat


"Oh iya ada apa ya kak?" Kata ku kepada kak Umam setelah aku melihat ke arah kak Umam.


"Kamu sudah mau pulang?" Kata kak Umam kepada ku.


"Iya emangnya kenapa kak?" Kata ku kepada kak Umam.


"Mau aku antrin pulang ngak?" Kata kak Umam kepada ku.


"Hah antrian pulang, hmmm gak usah deh kak gak papa kok aku sudah ada yang jumput kok kak" kata ku kepada kak Umam.


"Oh ya sudah kalau gitu hati hati di jalan ya" kata kak Umam kepada ku.


"Iya kak" kata ku kepad akak Umam. Setelah itu kak Umam pun pergi tapi hanya beberapa langkah di mundur dia kembali lagi ke tempat asalnya


"Ada apa lagi kak?" Kata ku kepada kak Umam sambil melihat ke arah kak Umam.


"Boleh mintak nomer w.a nya gak Syah?" Kata kak Umam kepada ku sambil menyodorkan hpnya ke arah ku.


"Oh iya" kata ku kepada kak Umam. Aku pun langsung mengambil hp itu dan mulai mengetik nomernya.


"Makasih ya, dan hati hati di jalan" kata kak Umam kepada ku setelah itu dia dan teman temannya pun pergi.


"Kok kamu kasih sih Syah?" Kata Farah kepada ku.


"Nantik kamu juga tau kenapa aku kasih nomer w a ku kok far" kata kunkepada Farah ya dia hanya lah cadangan jika kak Sanusi benar benar berselingkuh di belakang ku.


"Emangnya kenapa Syah? Kasih tau sekarang kenapa aku kan udah penasaran" kata Farah kepada ku.


"Udah nntik aja oke" kata ku kepada Farah


Karena ntrian sudah habis aku dan teman teman ku pun langsung masuk ke dalam kelas dan mengambil tas kami masing masing. Setelah itu aku dan tema. Teman ku pun yang lainnya langsung ke arah gerbang aku melihat ke arah sekitar sekolah tapi ayah ku atau pun kak snausi tidak ada yang datang untuk menjumput ku sedang beberapa teman teman ku yang lain sudah ada yang di jumput jadi mereka pulang terlebih dahulu.


Aku, Farah dan juga Icha berjalan ke arah jalan raya ya kebetulan sekolah ku cukup jauh dari jalan raya jadi aku Farah dan juga Icha me unggu di pinggir jalan raya aku juga sudah mengirimkan pesan kepada ayah ku kalaua ku sudah keluar aku tak mengabari kak snausi. Ya kau marah kepadanya dia tau kapan aku akan pulang dan jam berapa aku akan keluar tapi dia tak datang menjumput diri ku ya sudah lah biar kan saja mungkin dia sedang sibuk dengan kekasihnya yang lain. Saat sampai di pinggir jalan raya aku Farah dan icah menunggu sambil duduk di terotoan toko ya kebetulan toko yabg kami duduki sedang tutup. Sambil menunggu kami berbincang bincang tentang pelajaran yang akan kami lakukan hari Senin ya aku mulai masuk mulai Senin ini aku juga belum tau pelajaran apa saja yang akan aku pelajari di sekolah ini. Aku juga sudah menyuruhkan seragam sekolah ku entah seragam itu akan selesai atau tidak aku juga tidak tau. Tak lama kemudian orang tau Icha datang emnjumput jadi Icha pun pulang sekarang tinggal aku dan Farah ya di sini tak begitu sepi banyak anak anak dari jurusan lain yang sedang menunggu jumputan tapi aku tak ada satu pun yang kenal.


Sekitar tiga puluh menit kemudian ayah ku pun datang emnjumput ku tapi ayah Farah belum datang untuk emnjumputnya jadi aku dan ayah memutuskan untuk menemani Farah sampai ayah farh menjumputnya. Dan tak sampai lima menit ayah Farah pun sampai jadi aku dan farah pun sama sama pulang ke rumah. Saat sampai di rumah aku langsung ke kamar ibu ku emmbuka tas ku yang berisi pakaian kotor dan juga mengemaskan barang barang yang aku bawa aku langsung emngambil handuk dan langsung mandi ya kebetulan tadi aku amsih belum mandi karena terlalu banyak antrian tapi aku juga punya alsan lain ya ada Juan di toilet aku tak ingin bertengkar dengannya jadi akj menjauhi nya bukan kah lebih baik begitu menjauhinya sebelum semuanya menjadi terlambat.


Selesai mandi ibu menyuruh ku untuk makan. Aku pun langsung makan setelah selesai aku pun masuk ke kamar ya aku ingin sekali beristirahat karena aku sangat lelah sekali. Tapi belum sempat aku memejamkan mata ku ibu ku memberikan ku banyak sekali pertanyaan tentang sekolah ku. Aku tak menjawabnya karena aku benar benar ellah saat ini jadi aku emngatakan kepada ibu ku kalaua ku snagat snagat lelah dana ku ingin istirahat jadi ibu ku pun mengerti dia menyuruh ku untuk tidur. Ya aku pun langsung tidur tanpa menunggu apa pun.


Saat aku bangun tidur hari audah malam aku melihat hp ku tenyata ada pesan mungkin pesan itu dari kak Sanusi aku pun emmbukanya tapi bukan pesan itu dari kak umama. Aku pun membalas sekedarnya saja. Aku melihat chat kak Sanusi dia selalu aktif tapi tak mengirimkan chat kepada ku sama sekali hari ini ya sudah lah mungkin dia lupa aku juga gak peduli. Aku pun kembali membalas pesan pesan dari kak Umam. Akhirnya aku pun keluar kamar saat sampai di luar ibu menyuruh ku untuk mandi terus makan aku pun wmnuruti kata kata ibu ku setelah selsai amndi dan makan aku pun duduk duduk bersama dengan ayah dan juga ibu ku di ruang tengah ya kami duduk duduk sambil menonton TV.