Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 17


Sudah 3 Minggu ini kak Chelsea selalu datang ke rumah ku ya untuk mengajari ku memasak semua makanan ke sukaan crisan. Tapi entah kenapa hari ini dia tidak datang aku sudah mencobanya untuk menelfon kak Chelsea tapi HPnya tak aktif. Padahal hari ini aku memasak semua makanan crisan untuk di coba oleh kak Chelsea ya aku memasaknya tanpa bantuan kak Chelsea hari ini. Tadi pagi saat hari masih gelap aku bangun dan mulai untuk memasak sekarang sudah jam 8 pagi biasanya kak Chelsea datang sebelum jam delapan ya mungkin dia masih di perjalanan menuju ke sini. Cukup lama aku menunggu kedatangan kak Chelsea tapi dia tak kunjung datang dan tak terasa sudah jam 11 siang aku harus berangkat kerja ke restoran sekarang. Setelah itu aku menutupi semua makanan yang aku buat lalu aku masuk ke kamar untuk berganti baju ya aku harus jalan berkerja sebelum berangkat aku pun pergi menemui ibu yang sedang duduk duduk santai di depan TV ya apa lagi yang dia lakukan selain menonton Drama TV ke sukaannya bahkan aku , ayah, mau pun adik ku tak bisa menggantinya jika ibu sedang menonton TV favoritnya.


"Ma?" Kata ku sambil berjalan ke arah Mama ku.


"Hem apa?" Kata mama ku yang masih fokus dengan drama TVnya.


"Makanan di meja makan jangan di makan nantik kalau kak Chelsea ke sini suruh cobain gitu ya ma. Aku mau berangkat kerja dulu soalnya sudah jam 11 sekarang" kata ku kepada Mama ku sambil merapikan peralatan yang akan aku bawa ke restoran.


"Iya ya" kata mama ku sambil memakan camilannya ya tentu saja dia bahkan tak melihat ku karena matanya fokus ke arah TV yang sesnag menyala.


"Ya sudah aku berangkat dulu ma" kata ku kepada Mama ku sambil keluar dari rumah.


Saat sampai di luar setelah menghangatkan sepeda aku pun langsung melajukan motor ku dengan kecepatan sedang ke restoran Amelia. Sekitar dua puluh menit kemudian aku pun sampai aku pun langsung melepaskan helm ku setelah memarkirkan sepeda ku. Saat akan masuk di depan restoran sangat sangat sesak bahkan sekarang belum waktunya makan siang tapi di sini sudah sangat banyak sekali pelanggan aku pun berusaha untuk masuk ke dalam setelah bersusah payah akhirnya aku bisa masuk dan langsung menutup pintu ya karena aku merasa mereka berlomba lomba untuk masuk.


"Hah akhirnya bisa masuk cewek apa zombi sih" kata ku sambil menghela nafas lega setelah masuk ke dalam


"Kenapa Al?" Kata seseorang di belakang ku dan itu adalah suara perempuan ya siapa lagi kalau bukan Amelia.


"Itu di depan banyak cewek cewek bahkan mereka kayak zombi aja ngebut merinding hii" kata ku kepada Amelia smabil bergidik ngeri.


"Mungkin karena pelanggan kita hari ini" kata Amelia kepada ku dan saat aku berbalik melihat ke arah Amelia aku terkejut karena di belakang Amelia berdiri 6 laki laki yang sangat tampan ya siapa lagi kalau bukan para ke lima tuan muda juga crisan. Laki laki yang sudah meninggalkan ku selama 1 bukan akhirnya dia kembali dan dia ada di depan ku saat ini.


"Hei Al kamu kenapa?" Kata Amelia sambil menggoyangkan tubuh ku ya karena aku sudah terlalu lama bengong karena aku berfikir apakah ini benar atau hanya tipuan saja.


"Dapat mana kamu boneka boneka yang mirip mereka? Apa jangan jangan kamu sekarang sudah ngefans ya sama mereka Sampek Sampek kamu beli bonekanya dan di taruh di restoran biar cewek cewek itu kembali dan makan di sini?" Kata ku kepada Amelia sambil menunjuk ke arah wanita wanita yang masih saja menjerit tak jelas sehingga membuat kuping ku panas.


"Mereka semua asli terutama tuh yang di tengah" kata Amelia sedikit berbisik dan mendekatkan mulutnya ke arah kuping sebelah kiri ku


"Masa sih" kata ku kepada Amelia aku pun berjalan ke arah mereka dan menoel Noel wajah merwka ya karena aku harus memastikan apakah ini crisan yang asli atau bukan


"Apa yang kamu lakukan" kata crisan kepada ku sambil memegang tangan kanan ku yang sejak tadi menoel Noel pipinya sedangkan yang lainnya tertawa melihat tingkah ku. Memangnya apanya yang lucu aku kan hanya ingin memastikannya saja apakah ini benar benar crisan atau bukan.


"Kamu crisna asli?" Kata ku masih tak percaya.


"Aku bakalan buktiin ke kamu kalau aku ini crisan yang asli aku ini pacar kamu" kata crisan kepada ku setelah itu dia menarik tangan kanan ku sehingga aku terjatuh ke dalam pelukannya dan tanpa sadar bibirnya sudah menyentuh bibir ku yang dingin rasanya hangat. Cukup lama kami berciuman crisan pun melepaskan ciuman kami. Aku pun berdehem dan sedikit menjauh dari hadapannya


"Hemm... hemmmm hmmm..... mmmmn ka ka ka kamu ka kapan pulang kok kok kok sudah di sini?" Kata ku kepada crisan gagap ya aku terlalu grogi dan juga malu setelah apa yang di lakukan nya kepada ku di hadapan wanita wanita itu, Amelia, dan juga teman temannya.


"Sudah percaya kalau aku asli?" Kata crisan kepada ku sambil berdecak pinggang.


"He he he iya iya percaya kok" kata ku kepada crisan sambil memukulnya lengannya sedikit dan aku yakin kalau pukulan ku tak akan berasa sakit di tangannya.


"Hah ya sudah ayo kita jalan" kata crisna kepada teman temannya.


"Kalian sudah lama ya di sini? Sudah mau pergi?" Kata ku kepada crisan.


"Kamu ikut" kata crisna kepada ku sambil menatap ku


"Hah?" Kata ku bingung dengan kata katanya.


"Sudah lah ayo berangkat." Kata crisan kepada ku dia langsung saja menarik tangan ku dan membawa keluar restoran saat crisan membuka pintu semua wanita wanita yang ada di depan restoran langsung berbaris membentuk sebuah jalan saat aku , crisan , dan yang lainnya berjalan keluar menuju ke mobil semua wanita wanita itu berteriak histeris bahkan aku sempat mendengar kalau ada yang mengatakan betapa beruntungnya wanita yang di gandeng oleh crisan atau aduk aku iri sekali dengan wanita yang di pegang tangannya oleh crisan ya atau yang lainnya. Crisan langsung memasukan ku ke mobilnya setelah itu dia berjalan mengelilingi mobil dan masuk setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga hal itu membuat ku sangat takut bahkan aku berpegangan ke sabuk pengaman yang aku pegang dan aku berharap kalau aku akan selamat dan sampai k3mbaki ke rumah.


"Bisa ngak kita pelan pelan aja" kata ku dengan suara yang cukup keras ya karena dia tak akan mendengar suara ku jika aku mengecilkan suara ku karena di sini terllau bising.


"Gak" kata crisan kepada ku sambil terus menyetir dan menambah kecepatannya.


"Tapi kita mau kemana dan kenapa harus buru buru sih cris pelan pelan kan juga bisa yang penting selamat dan. Aku juga kan harus kerja kalau aku gak kerja bisa di marahin sana Mama aku" kata ku kepada crisan ya tentunya dengab suara yang cukup keras di tambah dengan perasaan kesal sehingga rasanya aku mengucapkannya dengan nada marah marah.


Tapi tak ada tanggapan apa ap dari crisan dia terus saja menyetir sambil menyebut aku menutup mata ku dan berpegangan erat ke sabuk pengaman yang aku gunakan. Dan aku berharap kalau aku akan baik baik saja bahkan aku berharap kalau aku masih bisa melihat matahari besok jangan jangan besok itu terlalu lama mungkin hari ini. Tiba tiba aku merasakan sentuhan di pundak ku.


"Hah akhirnya" kata ku bernafas lega dan ya aku langsung melepaskan pegangan ku yang sangat erat dari sabuk pengaman.


"Kenapa?" Kata crisan tampak penasaran.


"Aku masih bisa lihat Matari aku pikir aku sudah gak bisa lihat matahari lagi. Dan kamu juga baru datang sudah buat jantung orang serasa mau copot pelan pelan kek di jalan kalau terjadi sesuatu gimana di jalan kan bahaya bisa bisa aku mati muda iiihhhhh gak amit amit aku gak mau" kata ku kepada crisan


"Hah dasar wnaita bodoh. Ayo turun" kata crisna kepada ku sambil turun dari mobilnya.


"Ngapain kita ke rumah ku?" Kata ku kepada crisna ya karena saat aku turun aaku baru sadar kalau ini adalah halaman rumah ku betapa bodohnya aku tak mengenali halaman rumah ku sendiri.


"Sudah ayo masuk" kata crisan sambil melangkah masuk ke dalam rumah ku.


"Siapa sih yang punya rumah kenapa rasnya dia yang punya rumah dan aku adalah seorang tamu" kata ku sambil membuntutinya dari belakang.


Aku dan crisna pun masuk saat sampai di dalam ada kak Chelsea, Mama ku, papa ku, adik ku, Amelia, dan teman teman crisna ya ke lima tuan muda. Aku langsung melewati crisan yang masih berdiri dengan senyumnya yang tak dapat aku mengerti aku langsung berjalan ke arah Amelia.


"Bukannya kamu ada di restoran terus kapan kamu Sampek ke sini? Aku gak liat kamu ke sini" kata ku kepada Amelia sambil berbisik.


"Aku itu tadi ngikutin kamu, crisan ngajak aku ke sini dan tadi aku sama kak Kevin kok. Kamu Sampek kita jyga Sampek tapi aku turun duluan" kata Amelia kepada ku dengan mata yang menatap ke arah makanan yang aku masak.


"Kak Chelsea tadi aku nunggu kakak tapi kakak gak Dateng dateng jadi aku berangkat kerja deh" kata ku kepada kak Chelsea yang sejak tadi diam saja.


"Iya gak papa kok" kata kak Chelsea kepada ku.


"Oke ayo kita makan aku sudah gak sabar buat nyobain masakan buatan kamu" kata crisan sambil berjalan ke meja makan saat amapai dia pun alngsung duduk begitu pun dengan yang lainnya entah dari mana ayah dan ibu ku mendapatkan meja makan ini tapi yang pasti ini bukan milik keluarga ku.


"Ayo ayo" kata kak Chelsea kepada ku dan juga yang lainnya.


"Tunggu jangan di makan dulu" kata ku kepada crisan dan yang lainnya saat mereka akan bersiap siap menyantapnya.


"Kenapa?" Kata Amelia tampak bingung dengan makanan yang sudah pas di depan mulutnya.


"Biar kak Chelsea dulu yang nyobain. Ayo kak cobain dulu" kata ku kepada kak Chelsea setelah itu Kaka Chelsea pun mengangguk dan beberapa saat kemudian dia mulai memakan atau merasakan beberapa makanan yang aku buat cukup lama kami menunggu akhirnya kak Chelsea menaruh sendoknya. Apa rasanya gak enak atau aku membuat ke salahan.


"Enak kok ayo yang lain di makan terutama kamu cris" kata kak Chelsea kepada kamu semua dengab senyuman yang sangat cantik.


"Enak banget ini kok Al" kata kak Chelsea kepada ku ambil mebgacubgkan ke dua jempolnya ke arah depan ku


"Makasih kak" kata ku tertunduk malu.


"Ini semua juga hasil kerja keras kamu kok" kata kak Chelsea kepada ku aku pun menganggukan kepala


"Gimana cris?" Kata kak Chelsea kepada crisna yang audah memakan masakan ku sejak tadi


"Sama kayak buatan kakak bahkan jika orang gak tau mungkin ini bisa di bilang masakan kakak" kata crisna kepada kak Chelsea dan jawabannya membuat junpuas. Ya itu artinya kalau dia menyukai masakan yang aju masak sejak perang tadi


"Syukur lah kalau kamu suka. Ini semua masakan alecia dia belajar ini selama 1 bulan dan inilah hasilnya. Eh cris dia ngelakuin ini semua demi kamu loh jadi kami semua ingin tau apa kamu berhasil ngebuat perusahaan papa kembali sepeti dulu lagi?" Kata kak Chelsea kepada crisan dan crisan pun menaruh sendok yang di pegangnnya sejak tadi dia tampak berbeda setelah kak Chelsea menanyakan itu. Bahkan di wajahnya tampak sedih apa mungkin dia gagal menjalankannya perusahaannya agar berkembang seperti dulu lagi.


"Iya aku juga ingin tau hasilnya" kata Kaka Kevin kepada crisan


"Hasilnya" kata crisan menghentikan kata katanya sepetinya dia sedang memikirkan sesuatu ya sulit untuk di ucapkan. Dan hal itu membuat ku menjadi dag dig dug bahkan rasanya jantung ku akan copot. Menunggu nunggu jawaban yang akan crisan berikan.


"Ayo jawab cris jangan hanya diam saja" kata kak Chelsea kepada crisna yang sejak tadi diam saja


"Apa jangan jangan" kata kak Chelsea menduga duga aku tak tau apa yang dia dug tapi sepetinya ini adalah kabar buruk dan ya mungkin ini adalah makan bersama terakhir ku dengan crisan. Aku tak bisa berbuat apa apa jika dia sudah gagal aku tau kalau dia sangat sangat berusaha di Jepang jadi aku menghargainya toh aku juga tak bisa memaksakan kehendak ku untuk crisan agar dia berhasil dalam menjalankannya tugasnya tapi ya sudah lah aku senang karena bisa melihatnya di sini dengan keadaan yang baik baik saja.