Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 04


"Tuan saya gak salah apa apa bener dia dulu yang mulai. Aku sekarang masih ada pekerjaan yang sangat mendesak tuan, bisakah saya turun di sini?" Kata ku kepada laki laki yang menyetir mobil


"Sebaiknya kamu diam jangan banyak bicara." Kata laki laki di samping kanan ku


"Hhaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh tuan tolong lepas kan aku." Kata ku sambil berteriak


"Cepat sekap dia." Kata laki laki di sebelah kiri dan itu membuat ku sangat takut


Setelah itu aku memberontak untuk keluar dari mobil aku takut apa yang akan terjadi tapi saat akan sampai di sana. Tapi tiba tiba pandangan ku menjadi sangat gelap.


Entah apa yang terjadi tapi sepertinya badan ku ada memegangnya dan mereka memegang tangan dan juga kaki ku. Tunggu bukan kah tadi aku ada di dalam mobil lalu pingsan. Aku langsung membuka mata. Di sekitar ku ada banyak sekali wanita yang menyentuh tubuh ku.


"Apa yang kalian lakukan pada tubuh ku?" Kata ku kepada para perempuan yang menyentuh tubuh ku.


"Sebaiknya ada diam saja nona." Kata salah satu perempuan itu dengan sinis kepada ku


"Aku salah apa tolong lepaskan aku hhaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh." Kata ku sambil berteriak tapi tak ada tanggapan akhirnya aku pun pasrah


Entah lah tapi mereka tak mengindahkan pertanyaan ku cukup lama aku berbaring akhirnya aku di suruh berdiri aku lelah untuk bertanya karena mereka tak menjawab apa saja yang aku tanya kan setelah itu aku melihat diri ku di cermin entah lah itu aku atau bukan tapi aku tampak sangat berbeda sekali. Rambut ku yang lurus sekarang sudah berubah menjadi keriting gantung. Dan muka ku sangat berbeda.


"Mari nyonya ikuti saya." Kata salah satu wanita paruh baya yang baru saja masuk ke ruangan yang sejak tadi aku tempati


"Kalian mau membawa saya kemana?" Kata ku kepada wanita itu


"Tuan muda sudah menunggu Anda di ruangannya." Kata wanita itu sambil menunjuk ke arah sebuah pintu


"Tuan muda siapa?" Kata ku dengan bingung tapi dia hanya diam dan tersenyum


Mereka tak menjawabnya hanya menyuruh ku untuk mengikuti langkah mereka. Aku mengikuti mereka menyusuri setiap lorong di sini sangat indah dan juga mewah. Tak lama kemudian pelayan di depan ku pun berhenti. Dan menyuruh ku masuk ke sebuah ruangan aku pun masuk saat di dalam. Aku bingung apa yang harus aku lakukan karena kamar ini sangat indah bahkan di lantainya penuh dengan bunga bunga yang sangat indah dan juga mengeluarkan bau harus yang sangat membuat ku rileks.


"Tunggu tuan muda itu siapa?" Kata ku bingung jadi aku berbicara sendiri dan itu membuat ku geli sendiri


"Aku" Aku pun menoleh ke asal suara itu. Aku melihat crisan duduk di sebuah kursi yang sangat indah dan juga mewah dengan sebuah gelas di tangannya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Kata ku kaget karena aku melihat crisan dengan senyuman yang membuatnya sabgat tampan ya meskipun begitu dia sangat sangat menyebalkan


"Ini rumah ku." Katanya sambil meminum minuman yang ada di tangannya sejak tadi


"Rumah mu?" Kata ku tak percaya


"Iya ini rumah ku." Katanya sambil berdiri dan berjalan ke arah ku


"Hmmm.... mmmm terus buat apa kamu bawa aku ke sini." Kata ku karena entah kenapa aku gugup saat dia berdiri di depan ku dengan senyumnya yang tak dapat aku mengerti


"Menurut mu untuk apa?" Katanya sambil melipat tangannya di dadanya


Dia menaruh gelas yang di pegangnya ke meja di depannya. Setelah itu dia berjalan ke arah ku. Aku terus mundur hingga tubuh ku menempel ke tembok.


"Apa yang mau kamu lakukan?" Kata ku dengan gagap


"Menurut mu?" Katanya lagi


"Aku mohon jangan, lakukan itu." Badan ku mulai bergetar karena ketakutan


"Kenapa aku tak boleh melakukannya? Sekarang kamu ada di rumah ku. Ada di kamar ku bahkan jika kamu berteriak sampai suara kamu habis tak akan pernah ada yang mendengarnya atau pun menolong mu." Kata crisan dan itu membuat ku bertambah takut


"Kenapa kamu harus melakukan itu kepada ku? Aku dan kamu kan gak ada hubungan apa pun." Kata ku lagi sambil mencoba mendorongnya untuk menjauh dari ku


"Kamu benar benar ingin tau kenapa aku mau melakukannya kepada mu?" Katanya lagi dan mukanya sudah ada di depan ku


"Iya aku tau aku salah aku minta maaf." Kata ku sambil menjulurkan tangan ku tapi dia malah mengabaikan tangan ku


"Oh gitu." Katanya sambil berbalik dan kembali duduk di kursinya semula


"Apa kamu masih punya ibu?" Kata ku tiba tiba kepada crisan


"Punya." Katanya


"Apa kamu punya kakak perempuan?" Kata ku lagi


"Punya." Kata crisan


"Jika suatu hari yang terjadi kepada diri ku akhirnya terjadi kepada ibu atau kakak perempuan mu apa yang akan kamu lakukan? Jika kamu tak bisa menolong mereka dan tak bisa menyelamatkan mereka. Apa yang akan kamu lakukan?" Kata ku kepada crisan entah lah tapi aku hanya ingin pergi dari sini berada di dekatnya membuat dada ku menjadi sesak


"Pergi." Katanya tiba tiba


"Hah?" Kata ku karena aku bingung dengan apa yang dia katakan


"AKU BILANG PERGI." Kata crisan sampai sampai aku kaget dengan nadanya yang terkesan marah kepada ku.


setelah itu aku pun langsung pergi keluar kamar saat sampai di luar aku langsung menuju tempat yang tadi saat aku berganti pakaian. Aku langsung memakai seragam ku kembali dan mengambil tas ku setelah itu aku pun langsung keluar. Saat di luar aku baru tau kalau rumah yang tadi aku masuki itu adalah mansion.


Ya lagi pula dia pemilik perusahaan terbesar di korea, aku terus melangkah entah kemana kaki ku akan membawa ku. Cukup lama aku berjalan tanpa sadar aku ada di sebuah taman kota aku terus berjalan saat menemukan tempat duduk aku pun duduk sambil menatap langit.


Entah apa yang aku keluhkan tapi aku merasa kedepannya akan semakin berat karena aku akan tetap bertemu dengannya sampai aku lulus nanti entah apa aku akan sanggup menghadapinya tapi aku harus kuat karena ke dua orang tua ku sangat sangat bangga saat tau aku bersekolah di sekolah itu.


"Aku harus kuat 3 tahun akan berlalu dengan sangat cepat jadi jangan pikirkan dan fokus belajar saja" itu yang aku katakan untuk membuat hati dan pikiran ku menjadi tenang kembali.


"3 tahun akan terasa lama jika kau menjalaninya dengan keterpaksaan" tiba tiba sebuah suara dari arah belakang membuat ku kaget. Spontan membuat ku langsung berbalik yang aku lihat saat ini adalah kak galih yang sedang berbaring di antara pepohonan yang cukup besar. Dia lalu membuka matanya dan berjalan ke arah ku.


"Kau akan merasakan Sangat lama jika kau menjalani semuanya dengan keterpaksaan" kata kak galih lagi kepada ku saat dia duduk di samping ku.


"Kakak kok ada di sana?" Kata ku penasaran


"Aku hanya jalan jalan terus tiduran gak taunya ketiduran, lalu aku mendengar suara desahan seseorang yang membuat tidur siang ku menjadi terganggu" kata kak galih kepada ku.


"Maaf sudah membuat kak galih menjadi terganggu" kata ku sambil menundukkan kepala.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Kata kak galih kepada ku.


"Sesuatu terjadi, ya karena terus berjalan akhirnya aku sampai di sini?" Kata ku.


"Aku rasa hidup mu penuh dengan masalah?" Kata kak galih tanpa melihat ku


"Hmmm...... mmmmm benar sekali apa yang kak galih katakan hidup ku penuh sekali dengan masalah yang membuat ku ingin menghentikannya andai saja aku punya Doraemon mungkin hidup ku akan lebih baik," kata ku kepada kak galih


"Hidup satu kali jangan di buat susah" kata kak galih.


"Iya" kata ku sambil menundukkan kepala karena aku merasa kalau yang di katakan oleh kak galih ada benarnya juga.


"Lebih baik kamu pulang ini sudah mau malam" kata kak galih


"Oh iya jam berapa ini hah harusnya aku ada di toko siang tadi. Kalau begitu aku permisi ya kak" setelah itu aku pun mengambil tas ku dan berlari sekencang kencangnya karena aku takut di marahi oleh kedua orang tua ku. Saat sampai di toko ibu ku sudah menunggu ku di depan tokonya bersama dengan sahabat ku.


"Dari mana saja? Kata ibu ku kepada ku sambil berdecak pinggang


"Maaf tadi masih ada pelajaran tambahan di sekolah jadi pulangnya telat" kata ku berbohong


"Sudah sana tutup toko terus pulang, ibu mau pulang dulu" kata ibu ku sambil meninggalkan ku dengan sahabat ku berdua saja.


"Dari mana saja kamu?" Kata amellia kepada ku sambil membantu ku untuk menutup toko.


"Tar lagi aku ceritakan semuanya sekarang bantu aku tutup toko capek banget aku" Kat ku kepada Amelia


"Iya iya" kata Amelia tak lagi berbicara.


Setelah selesai menutup toko aku pun langsung berjalan bersama Amelia saat di perjalanan aku menceritakan semua yang aku alami hari ini kepada amellia, Amelia sangat kesal kepada crisan ya tentu saja aku pun begitu. Dan aku baru ingat kalau aku tadi baru saja meninggalkan kak galih tanpa pamit terlebih dahulu. Aku besok akan mencarinya dan meminta maaf karena sudah meninggalkannya begitu saja.


Saat sampai di rumah aku pun langsung mandi setelah selesai mandi dan mengeringkan rambut tentunya tak lupa untuk berpakaian aku pun keluar membantu ibu ku memasak untuk makan malam. Setelah selesai dengan semua urusan makan memakan aku pun langsung masuk ke kamar kembali berkutat dengan buku buku yang membuat kepala ku rasanya ingin pecah. Tak terasa sudah jam 11 malam aku menutup buku dan mulai naik ke atas tempat tidur ku yang membuat ku sangat nyaman dan tak ingin keluar dari selimut apa lagi terus dari kasur.


Keesokannya aku mencari kak galih tapi aku tak menemukannya dimana pun, beberapa pelajaran pun selesai, sekarang jam pelajaran olah raga pun di mulai bersama dengan teman teman di kelas aku menuju ke ruang ganti pakaian. Setelah selesai aku pun langsung ke lapangan dan guru olah raga ku mengatakan kalau sekarang adalah pelajaran olah raga akan mengadakan pertandingan voli sebelum itu kami harus latihan terlebih dahulu. Akhirnya aku pun bersama dengan teman teman sekelas ku latihan dari jauh aku melihat kak galih dia sedang bermain basket bersama dengan teman temannya tentunya ada crisan juga. Aku harus menghampirinya dan meminta maaf karena kemarin sudah meninggalkannya begitu saja. Tapi saat aku berjalan menuju kak galih tak sengaja sebuah bola voli melayang ke arah wajah ku hingga aku terpental dan jatuh ke tanah. Aku duduk aku merasakan sesuatu mengalir di hidung ku aku pun merabanya ternyata darah keluar dari hidung ku semua teman teman sekelas ku menghampiri ku mereka menyalahkan kecerobohan ku. Ya aku memang cerobah dan tidak hati hati.


"Sudah sana bersihkan darah mu dan kembali ke kelas hari ini kamu tak usah ikut pelajaran olah raga" kata guru olah raga ku.


"Baik pak" kata ku.


Aku pun bangun dan berjalan menuju ke arah kamar mandi yang tak jauh dari lapangan saat sampai aku langsung membersihkan hidung ku yang terus menerus mengeluarkan darah. Tiba tiba ada sebuah tangan yang menjulurkan sebuah sarung tangan ke arah ku aku pun langsung menoleh ke arah orang yang menyodorkan sapu tangan itu aku berharap kalau itu adalah kak galih tapi dugaan ku salah laki laki yang berdiri di depan ku adalah crisan.


"Ini bersihkan hidung mu dengan sapu tangan ku" kata crisan kepada ku


"Gak usah makasih" kata ku melanjutkan membersihkan darah di hidung ku dengan air.


"Kenapa sih kamu selalu menolak kebaikan ku?" Kata crisan kepada ku


"Gak papa aku hanya gak butuh sapu tangan aja kok" kata ku kepada crisan


"Kalau gitu aku ambilin obat ya? Kata crisan lagi.


"Gak usah aku gak butuh pertolongan mu sebaiknya kamu pergi saja dari sini, karena semua teman teman melihat dan imbasnya akan kepada ku" kata ku tak memperdulikannya


"Aku hanya ingin menolong mu itu saja." Kata crisan.


"Sebaiknya kamu pergi" kata ku.


"Tapi aku benar benar hanya ingin menolong mu saja, aku merasa kasihan kepada mu" kata crisan kepada ku sambil memegang pundak ku.


"Kalau begitu aku yang pergi permisi" kata ku sambil meninggalkannya tanpa memperdulikan dirinya yang terus saja memanggil nama ku,


Aku Menganti pakaian ku ke seragam biasa dan kembali ke kelas sekitar 1 jam kemudian semua teman teman ku masuk ke kelas dan ya pelajaran pun di mulai.


Saat perjalanan pulang ada sebuah mobil yang menghentikan motor ku aku pun berhenti, crisan turun dari mobil itu dan berjalan ke arah ku. Aku mulai muak kepadanya


"Apa lagi?" Kata ku kepada crisan karena aku sangat sangat membencinya


"Apa yang membuat mu membenci ku? Apa aku kurang sempurna aku tinggi, kaya, dan juga ganteng bahkan setiap wanita ingin bersanding dengan ku, tapi apa salah ku hingga kau membenci ku dan tak ingin bersandibg dengan ku" kata crisan kepada ku