Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 38


"Iya sayang, ya sudah kamu mandi terus istirahat ya sayang. Biar besok fres waktu kerja. Oh besok pagi aku jumput kamu ya sayang" kata bryan kepada ku.


"Iya" kata ku kepada bryan sambil tersenyum ke arahnya.


Setelah itu aku pun turun dan menunggu di pintu masuk apartement sampai mobil bryan berjalan setelah cukup jauh aku pun masuk ke apartement saat sampai aku langsung mandi setelah selesai mandi aku pun menganti bantu dan mengeringkan rambut. Setelah selesai aku pun langsung berjalan ke tempat tidur untuk istirahat.


Aku sudah mencoba memejamkan mata ku tapi tak bisa pikiran ku melayang kemana mana ya aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku ingin pulang ke korea dan brrtemu dengan yang lainnya tapi aku benar benar takut. Aku sangat takut kalau perasaan ku tak bisa di tahan dan akhirnya aku menangis saat melihat dirinya. Aku masih takut. Tapi tiba tiba aku teringat dengan perkataan bryan kalau aku harus berani. Ya aku tau kalau gak selamanya aku bisa menghindari crisan dan teman temannya yang lain tapi untuk saat ini aku masih tidak siap bahkan aku masih sangat sangat tidak siap. Biar kan lah saja dulu lebih baik aku pikirkan yang lainnya kalau saat itu tiba hati ku mungkin sudah siap. Ya sudah lah sebaiknya aku tidur.


Keesokannya sesuai dengan perkataan bryan dia menjumput ku bahkan dia mendatangi apartement ku ya akhirnya kami pun sarapan bersama karena Bryan tak sempat sarapan katanya karena dia terburu buru menjumput ku. Setelah selesai sarapan kami pun langsung berangkat ke kantor tak lama kemudian kami pun sampai di kantor bahkan bryan mengantarkan ku ke ruangan ku. Aku dangat malu dengan karyawan karyawan yang melihat ku bahkan aiko dan teman teman ku yang lainnya menyoraki ku sambil tersenyum malu malu ke arah ku dan hal itu membuat ku malu. Setelah mengantarkan ku ke ruangan ku bryan pun langsung kembali ke ruangannya. Setelah bryan menghilang di balik lift seketika aiko dan teman teman ku yang lainnya menyerbu diri ku dan mebgerubuni ku.


"Apa sih" kata ku kepada aiko dan teman teman ku yang lainnya.


"Sepertinya ada kabar baik nih, jadi kamu sudah nerima pak bryan jadi kekasih kamu? " kata aiko kepada ku.


"Iya" kata ku kepada aiko sambil menganggukan kepala ku.


"Wah selamat ya" kata aiko dan teman teman ku yang lainnya secara bersamaan.


"Halah bentar lagi kamu juga bakalan fi campakkan sama pak bryan" kata sindi kepada ku. Ya dia adalah salah satu wanita yang membenvi ku di kantor ini karena aku dekat dengan bryan.


"Apa sih ikut ikut nimbrung aja sudah deh sana" kata aiko mengusir sindi sambil mengibas ngibaskan tangannya ke arah luar pintu.


"Apa aku hanya bilang aja. Lagian pak bryan gak bener bener sayang sama kamu. Bentar lagi juga kamu bakalan di campakkan sama dia dan ya paling dah labgsung ke aku. Secara kan ya aku lebih lama di kantor ini dan lebih cantik dari pada kamu" kata sindi kepada ku dengan nada yang di buat buat manja.


"Terserah " kata ku kepada sindi ya lagi pula aku tak peduli dengannya.


"Ya sudah nantik kamu bakalan nyesel sendiri gak dengerin aku" kata sindi lagi kepada ku.


"Sin sebaiknya kamu selesaikan perkerjaan kamu yang gak selesai deh dan kalau sudah sebaiknya kamu periksa lagi karena semua laporan yang kemaren kamu kasih ke aku itu delapan puluh prrsen salah semua sudah sana aku mintak sebelum jam 4 sudah ada di meja ku" kata ku kepada sindi ya aku begitu karena aku kesal kepadanya.


"Ya ya ya" kata sindi sambil pergi dari ruangan ku.


"Kamu gak usah dengerin omongan sindi, yang penting sekarang itu ke bahagian kamu ya al. Kamu sudah lama menderita fan sekarang sudah waktunya kamu bahagia" kata aiko kepada ku.


"Betul apa yang di katakan aiko al. Kamu anggap angin berlalu omongan sindi itu oke? " kata salah satu teman ku.


"Iya lagian buat apa aku percaya dama ucapannya lagian aku juga sudah percaya kok sama bryan" kata ku kepada aiko dan teman teman ku.


"Ya sudah kami kembali ke meja kami ya nantik ada perlu apa kamu panggil kami aja" kata aiko kepada ku.


"Iya" kata ku kepada mereka.


Setelah itu aiko dan teman teman ku yang lainnya pun pergi. Aku pun kembali mengerjakan dokument dokument yang sudah menubggu untuk ku kerjakan. Ya buat apa aku memikitkan oerkataan sindi satu kantor juga tau kalau dia menyukai bryan dari sejak dia masuk ke kantor ini bahkan dia berpakaian srxy dan juga dengan dandanan yang snagat menor untuk menarik perhatian bryan tapi sayang bryan tak meliriknya bahkan dulu aku pernah bertanya kepadanya kenapa fia tak tertarik dengan sindi aku ya sedikit geli dengan jawaban yang di berikan oleh bryan katanya dia sangat tidak suka dengan wanita yang bertampilan sabgat srxy apa lagi dengan dandanan yang menor seperti badut. Ya itu yang membuat ku tertawa.


Tanpa ku sadari sydah waktunya makan siang dan sudah bebebrapa hari ini aku tidak membuat bekal makan siang karena malas keluar dan perkerjaan yang menumpyk aku pun menyuruh teman teman ku yang lainnya untuk makan ya sefangkan aku masih di ruangan ku berkutat dengan dokument dan juga komputer. Saat sedang fokus mengerjakan dokument dokument itu tiba tiba ada yabg menepuk pundak ku aku kaget secara spontan aku alngsung berdiri dan berbalik. Saat aku berbalik aku melihat bryan melihat ku sambil tersenyum


"Kamu toh aku kira sapa ngangetin aja kamu" kata ku sambil kembali duduk di kursi ku sambil memegang dada ku yang dag dig dug karena kaget.


"Habis dari tadi kamu di panggil gak nyaut malah fokus ke komputer aja" kata bryan sambil duduk di depan ku.


"Maaf aku lagi fojus nyelesaikan ini" kata ku kepada bryan sambil terus mengetik


"Aku kan sudah bilang jangan beda bedakan aku dengan karyawan lain. Aku memang kekasih kamu tapi itu di luar kantor dan di luar jam kerja tapi waktu di kantor dan masih jam kerja aku ini masih karyawan kamu yang harus nyelesaikan tugasnya. Dan aku males yang mau keluar lagian ini juga biar cepet selesai aku capek kalok numpuk numpuk perkerjaan" kata ku kepada bryan


"Iya ya ya kamu memang keras kepala." kata bryan kepada ku sambil tersenyum jahil.


"Biarin lagian kamu juga syaang sama aku" kata ku kepada bryan


"Iya itu bener. Bener banget malah" kata bryan krpada ku sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Iya donk aku emang selalu bener" kata ku lagi kepada bryan.


"Iya tapi aku gak mau kamu sakit sayang. Sekarang aku pesenin makanan ya kita makan bareng di sini lagian aku juga belum makan. " kata bryan kepada ku aku pun menganggukkan kepala.


"Terus kamu mau makan apa? " kata bryan kepada ku.


"Apa aja terserah kamu aku ikut kamu aja" kata ku kepada bryan.


"Oke kalau gitu aku pesenin burger sama steck ya? " kata bryan kepada ku.


"Oke" kata ku kepada bryan.


Setelah itu bryan pun menelfon seseorang lalu menyuruh mereka untuk membeli burger dan steck ya mulai aku tinggal di sini ke dua itu adalah makanan kesukaan ku entah lah tapi aku bebar benar menyukainya bahkan aku bisa menghabiskan burger berukuran besar 2 sekaligus dan ya bryan tau tentang hal itu. Sambip menunggu makan datang aku pun kembali mengerjakan dokument dokument itu srdangkan bryan dia kembali ke ruangannya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal entah apa dia hanya mengatakan begitu saja. Tak lama kemudian bryan pun kembali dengan sebuah bungkusan di tangannya saat sampai dia langsung menyerahkan bungkusan itu kepada ku ya lebih tepatnya seperti kado


"Apa ini? " kata ku kepada bryan


"Buka aja ini dari mama buat kamu dan di situ ada suart buat kamu dari mama" kata bryan kepada ku. Aku bingung kenapa tante ratna harus menulis surat bukannya dia bisa bicara langsung ke aku.


Aku pun membuka kotak itu dan isisnya adalah debuah cincin yang sangat indah aju melihat ke arah bryan hendak bertanya tapi dia menyuruh ku untuk membaca surat dari mamanya. Aku pun menaruh cincin itu di meja lalu membuka surat itu. Dan sepertinya bryan tidak tau apa isi surat itu karena surat itu terbungkus dengan sangat rapi dan aku pun mulai membaca surat itu.


Sayang ini adalah cincin turun temurun dari keluarga mama dan mama harap kamu mau makek ini ya memang terlihat usang tapi ini snagat berharga bagi mama. Sama berharganya dengan hubungan kalian. Jadi mama harap kamu bisa pakek ini dan jika kamu dalam ke adaan bimbang kamu lihat cincin ini dan kamu pasti akan menemukan jawabannya. Sayang mama dan papa harap kamu bisa menjadi menantu kami. Karena kamu sabgat baik bahkan kamu mau menafkahi keluarga kamu tanpa pamrih kami sangat bangga jika bisa mempunyai menantu sepeti kamu. Jadi mama mohon jaga bryan dengan baik dia laki laki yang kasar tapi di dalam lembut kamu lihat saat di samping kamu dia sangat baik bahkan snagat lembut kan. Itu karena hatinya sudah menjadi milik kamu. Dan mama jamin dia akan terys cinta dan sayang sama kamu. Mama tunggu kabar baik tentang pernikahan kalian berdua.


Itu lah isi surat dari tante ratna aku bingung harus menjawab apa dan aku juga bingung. Aku tak bisa menerima cincin yang sangat berharga ini aku takut kalau aku akan menghilangkannya dan itu pasti akan membuat tabte ratna dan juga om edward kecewa kepada ku. Apa lagi tabte ratna membahas tentang pernikahan aku masih belum siap untuk hal itu hati ku masih bimbang ya hati ku masih bimvang dengan segala hal tentang perasaan ku kepada crisan atau dengan bryan. Aku menutup surat itu dan melihat ke arah bryan.


"Apa isi suratnya? " kata bryan kepada ku dia tampak sangat penasaran.


"Aku gak bisa nerima cincin ini. Ini sabgat berharga di keluarga kamu aku takut kalau gak bisa jaga benda ini dengan baik bahkan menghilangkannya" kata ku kepada bryan. Bryan pun memegang ke dua tangan ku


"Sayang mama percaya sama kamu dan aku juga percaya sama kamu kalau kamu bisa jaga cincin ini dengan biak. Mama ngasih ini karena dia sayang sama kamu dan berharap hubungan kita akan berlanjut ke tahap yang lebih serius tapi aku gak mau maksa kamu aku mau kamu nerima aku dan nerusin hubungan ini ke yang lebih serius kalau kamu sudah siap buat menikah sama aku. Dan siap juga dengan hati kamu karena yang akan menikah itu kita bukan orang atau pun mama dan papa ku jadi kamu pakek ya sayang" kata bryan kepada sambil terus memegang tangan ku bahkan dia menjelaskannya kepada ku dengan snagat lembut


"Tapi al" kata ku ya karena aku masih bimbang untuk memakai cincin ini.


"Sudah gak ada tapi tapian aku dan keluarga aku percaya seratus persen sama kamu sini aku pasangin" kata bryan kepada ku


Setelah itu bryan oun mengambik tangan kanan ku lalu mengambil cincin itu. Setelah itu fia memasangkan cincin itu ke jari manis ku dan ukurannya sangat pas bahkan sangat nyaman saat di pakai.


"Gimana oas kan sama kamu, cincin ini dari pertama beli sampai detik ini gak pernah di kecilin atau di besarin dan selalu pas dengan tangan orang yang memakainya bahkan ke jari kamu" kata bryan kepada ku.


"Iya" kata ku sambil melihat ke arah cincin yang sudah bertenger manis di jari manis ku.


Tak lama kemudian makanan yang di pesan oleh bryan pun datang. Kami langsung memakan makanan itu masing masing dan ya sesuai dugaan ku kalau bryan pasti akan memesankan ku burger lebih banyak ya lihat saja di depan ku sudah ada tiga burger ukuran sedang dengan steck. Aku sangat bahagia dia mengerti dengan apa yang aku khawatirkan dan apa yang aku inginkan mungkin ini memang sudah jalan Tuhan untuk mempertemukan ku dengan laki laki yang sangat baik ini dan aku bersyukur untuk itu ya bahkan aku snagat snagat bersyukur dia telah datang di hidup ku.