
"Loh apa salahnya toh CCTVnya kan juga udah di benerin jadi pasti ketahuan donk siapa yang ngambil uang itu di kantornya mbg diana. Jangan cuman nyalahin sepihak donk aku memang masuk terakhir tapi ada saksi mata atau ada bukti kalau aku yabg ngambil uang itu.bkan kalau nelfon mbg diana dan bilang semuanya pasti mbg diana bakalan liat CCTV dan kita semua tau siapa yang nyuri uang itu jadi seumpamanya aku yabg nyuri kan kalian bisa marah sam aku sepuasnya tapi kalau kayak gini kalian hanya marah ke aku dan ngak mau bicara sam aku pafahal kalian sendiri gak tau siapa pencuro sebebarnya. Kalau kayak gitu kan gak enak ke akunya" kata ku kepada mbg dinda, mg dini dan juga kepada teman teman kantor ku yang lainnya.
"Iya ada betulnya juga kata aisyah kita panggil mbg diana aja mbg biar gak asal nuduh kayak gini" kata fika menyetujui pendapat ku.
"Eh fik buat apa sih panggil mbg diana gak guna juga kita bisa liat dari cara aisyah bicara aja putus putus itu artinya kakau dia takut ketahuan dan dia nyiruh pabggil mbg doana hanya buat nutupin kesalahan dia. Jadi udah lah syah gak usah manggil manggil mbh diana segala idah deh ngaku aja" kata mbg dinda kepada ku.
"Loh kok kamu ngotot banget sih gak mau liat CCTV nya apa kamu yabg nyuri uabg itu" kata ku kepada mbg dinda. Ya entah menagapa sejak tadi dia terlihat khawatir aku jadi curiga kalau mbg dinda lah yang audah ngambil uang itu tapi buat apa mbg dibda ngambil uang itu mbg dinda orang kayak setiap bulan dapat gaji dan dapat uang jajan dari mama dan juga papanya aku rasa itu gak mungkin ya aku juga gak tau harus gimana tapi aku merasa curiga ke mbg dinda sekarang. Padahal mbg dinda ngotot banget bilang kalau aku pencurinya padahal aku gak tau apa apa sedangkan saat nyiruh liat CCTV mbg dinda yabg paling gak setuju dari karyawan yabg lainnya. Entah lah aku sendiri bingubg.
"Apa.... Heh jaga ya omongan mu dasar pencuri" kata mbg dinda kepada ku.
"Iya din kamu kayaknya gak mau banget mbh dini nelfon mbg diana udah lah kalau mbg diana ke sini kita kan bisa tau siapa pencuri yang sebenarnya. Atau memang kamu ya din?" kata yutik kepada mbg dinda.
"Udah udah cukup jangan berwntem lagi oke kita bakalan panggil mbg diana saya harap kalian diam saya bakalan nelfon mbg diana oke" kata mbg dini kepada ku dan yang lainnya.
"Iya mbg" kata mbg ku dan juga karyawan yang lainnya. Setelah itu mbg dini pun mulai menelfon mbg diana tak lama kemudian telfon mbh dini di angkat oleh mbg diana.
"Halo mbg gini saya mau lapor sesuatu..... Ini tentang keholangan uang di cabang kami mbg di kantor kehilangan uang sampai dua ratus ribu rupiah...... Nah ya karena itu saya bingubg siapa yang mengambil uang itu mbg maka dari karena itu saya mohon mbg diana ke sini ya mbg buat cek CCTVnya kan bisa ketahuan siapa yang ngambil uang itu dan kita bisa seleksaikan masalah ini hari ini juga mbg biar semuanya gak berlarut larut mbg..... Oh gitu ya udah mbg kalau gitu saya tunggu ya mbg...... Oh siap siapa mbg oke mbg....... Waalaikumsalam" kata mbg dini sambil menutup telfon dan menaruhnya kembali di meha.
"Oke jadi mbg diana bakalan ke sini sekitar jam dua belas siang dan saya harap gak ada yang izin pulabg atau keluar dulu jadi seharian ini kita di sini aja terserah kalian mau ngapain asalkan gak keluar dari kantor ini. Sampai pelakunya udah di temuin baru kalian boleh pulabg tapi kalau pelakunya masih belum di temui kalian belum boleh pulabg dan juga kalian belom boleh keluar dari kantor ini mengerti?" kata mng diana kepada kami semua.
"Mengerti mbg" kata ku dan juga yabg lainnya secara bersamaan.
Setelah itu aku pun mengerjalan berkas berkas untuk pencairan nasabah ku yang akan cair uangnya beberapa hari lagi. Ya sebenarnya harusnya sudah selesai dua hari yang lalu tapi karena akubsangat malas unyuk mengerjakannya jadi aku tak mengerjakan berkas berkas ini dan kebetulan sekarang ada waktu aku akan mengerjakannya dari pada berkumpul dengan teman teman ku yabg lainnya ya sudah lah. Aku tak ingin membuat masalah ini tambah besar ya walau pun aku mendengar dengan sangat sangat jelas kalau mereka sedang membicarakan ku bahkan mereka menyebut ku pencuri sedangkan mbg dinda sejak tadi hanya diam saja sambil memainkan hpnya entah lah aku juga tak tau mengapa mbg dinda seprti itu ya mubgkin mbg dinda sedang sakit. Tak lama kemudian datang laki laki mbg dini melihat ke arah ku..
"Siapa syah?" kata mbg dini kepada ku.
"Hmmm gak tau saya mbg gak kenal saya mbg" kata ku kepada mbg dini.
"Masuk mas, ada yang bisa saya babtu?" kata mbg dini kepada laki laki itu.
"Oh iya saya ilham tunangan dinda saya mau jumput dinda soalnya katanya dinda lagi pusing dan di rumahnya orang tuanya suruh saya jumput dinda" kata laki laki itu kepada mbg dini. Aku tau sekarang kalau laki laki itu adalah olham dan ternyata laki laki itu adalah tunangan dari mbg dinda tapi aku tak pernah melihat laki laki ini mengantarkan mbg dinda selama aku bekerja di sini. Sudah lah lebih baik aku tak perlu memikirkan hal itu.
"Oh gitu gini di kantor sedang ada masalah dan atasan saya sedang dalam perjalanan ke sini jadi saya sudah ada pesan dari atasan kalau karyawan gak ada yang boleh pulang. Jadi sebaiknya masnya jumput nanti aja ya mas nanti kalau masalahnya udah kelar biar dinda nelfon sampean lagi mas." kata mbg dini kepada laki laki yag bernama ilham itu.
"Oh gitu ya sudah kalau gitu" kata laki laki itu. Laki laki itu pun pergi dengan sepreda motornya.
"Din kamu sakit,istrirahat aja dulu nanti kalau mbg diana sudah dateng saya bagunin" kata mbg dini kepada mbg dinda.
"Iya mbg" kata mbg dinda sambil masuk ke dalam dan tidur di kamar.
Oiya kantor kami dan mess jadi satu di sini. Tapi yang aku bibgungkan sekarang adalah mbg dinda ya bagimana gak bingung tadi mbg dinda baik baik saja tapi sekarang mbg dinda sedang sakit. Aku jadi bingung tapi ya mungkin saja dia benar benar sakit. Sudah lah aku tak perlu memikirkannya aku harus mengerjakan berkas berkas ini dan harus selesai hari ini juga.
"Oke jadi gimana kronologinya kenapa uabg sebesar dua ratus tibu itu bisa hilang?" kata mbg diana kepada kami semua dengan nada dan suara yang sangat tegas.
"Gini kemaron anak anak banyak yang melakukan penagihan sama nadabah nasabahnya mbg. Nah beberapa anak anak sudah nyetor dan sebelum aisyah datang saya sudah hitung semua uang itu dan pas dan juga betul dengan penagihan hari ini akhornya sekitar jam empatbsore aisyah datang dan memberikan saya uang hasil penagihannya saya ada di sini mbg karena saya sedang mengerjakan laporan akhor bulan jadi saya suruh aisyah taruh di atas meja saya sama laporannya nah malamnya saya cek lagi uangnya tapi ternyata uang dari hasil nagihnya yutik itu hilang dua ratus ribu rupiah mbg. Nah saya gak tau siapa yang ngambil tadi saya sudah tanya sama aisyah tapi aisyah bilang kalau dia itu gak ngambil uang itu mbg bahkan aisyah sendori yang nyiruh mbg diana ke sini buat liat CCTVnya" kata mbg dini kepada mbg diana menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
"Oh gitu aisyah kamu yakin kalau kamu gak ngambil uang itu?" kata mbg diana kepada ku.
"Iya mbg saya yakin kemaren saya naruh uang itu di meja mbg dini sama laporannya setelah itu saya udah gak nganu apa apa lagi mbg. Pas tadi pagi mbg dini bilang kalau saya yang ambil uang itu karena saya 3mang gak ngambil uang itu tapi karyawan yang lainnya malah nuduh saya apa lagi mbh dinda. Jadi saya ngasih usul ke mbg dini buat manggil mbg diana biar kita bisa liat CCTVnya dan tau siapa yang ngambil uang itu" kata ku kepada mbg diana.
"Kamu yakin. Kalau akhirnya setelah saya liat CCTV itu dan akhirnya kamu yang ngambil uang itu. Gimana?" kata mbg diana kepada ku.
"Saya mau di laporkan ke polisi" kata ku kepada mbg diana
"Oke kalau gitu ini banyak saksinya loh ya syah. Kalau emang kamu yang ngambil uang itu kamu harus ikut ke kantor polisi buat tanggung jawab dengan perbuatan mu loh syah" kata mbg mbg diana kepada ku sambil menatap ku kekat lekat aku pun menatap mbg diana ya karena aku tak takut karena aku memang tak bersalah.
"Iya mbg saya berani dan saya mau" kata ku kepada mbg diana dengan nada bersungguh sungguh.
"Oke kalau gitu ayo din kita ke kantor dan liat siapa yabg ngambil uang itu. Untuk kalian tetap diam di sini jangan kemana kemana ingat jangan ada yang kemana mana saya keluar saya mau semuanya ada di sini mengerti" kata mbg diana dengan nada yang sangat tegas.
"Iya mbg" kata ku dan karyawan yang lainnya secara serentak.
Setelah itu aku dan karyawan yang lainnya pun hanya dududk diam sambil menunggu mbg dini dan juga mbg diana keluar dari kantor yang lain sedang berbicara dengan karyawan lainnya karena tak ada yang mau berbicara dengan ku jadi aku hanya diam saja ya karena mereka menganggap kubsebagai pencuri uang itu ya sudah lah sebebtar lagi pasto aakan ketahuan siapa pencuri yang sebenarnya. Tiba tiba mbg dinda bangun dan hendak keluar sambil membawa tasnya. Yutik langsung memegang tangan mbg dinda entah aku juga tak tau mbg dinda dia terlihat panik bahkan wajahnya juga pucat.
"Mau kemana kamu din?" kata yutik kepada mbg dinda.
"Aku mau pulang ibu ku sakit di rumah dan itu tunangan ku juga sudah nunggu aku. Aku juga udah bilabg tadi sama mbg dini dan gak papa kok sama mbg dini" kata mbg dinda kepada yutik.
"Kapan mbg dini bilang kamu boleh pulang sekarang, wong mbg dini bilang kalau kamu boleh pulang kalau masalah ini sudah selesai. Kamu kok kayaknya ketakutan sih mbg apa kamu yang nyuri uang itu ya?" kata ku kepada mbg dinda ya aku curiga dengan gelagat mbg dinda jadi aku pun menuduh mbg dinda.
"Eh syah kalau kamu gak suka sama aku ya udah tapi gak usah memutar balikkan fakta donk kamu yabg tadi lagi ngerjakan berkas aku bilang kok sama mbg dinda dan gak papa kok sama mbg dinda asalkan nunggu sampek mbgvdiana dateng dan sekarang kan mbg diana udah dateng jadi aku gak papa pulang donk. Dasar ya kalau pencuri emang gitu suka memutar balikkan fakta" kata mbg dinda kepada ku sambil marah marah.
"Aku gak memutar balikkan fakta kok aku emang gak dengar apa apa wobk aku dari tadi duduk di sibi kamu kayakbya tadi hanya diam aja kenapa dekarang bilang mbg dini bilabg kamu ngizinin pulabg wonk mbg dini gak bilabg gitu" kata ku kepada mbg dinda kesal aku sangat sangat kesal atas tingkah lakunya itu.
"Ya sudah sana din kalau kamu mau pulabg gak papa kok. Nantik aku kabarin ya giman gimananya hari ini" kata fika kepada mbg dinda.
"Ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya ibu ku sakit soalnya" kata mbg dinda kepada fika.
"Iya" kata fika sambil menagnggukan kepalnya.
Setelah kami pun saat ini aku benar benar kesal bahkan aku sangat kesal kepada mbg dinda dan juga fika ya padahal fika akrab sekali dengan ku tapi dia sekarang malam mendukung mbg dinda. Halah sudah lah malas memikirkan teman yang hanya baik di depan tapi busuk di belakng. Ya sebaiknya ketahuan sekarang dari pada aku tau akhirnya dan aku malah kecewa dan untungbya aku tak banyak menceritakan rahasia ku bahkan rahasi yang sangat sangat aku jaga ya semoga saja mereka mendapatkan balasannya. Sekarang yang ingin aku lakukan aku hanya ibgin berhenti kerja di tempat ini. Dan besok adalah hari gajian ya mungkin besok aku tak usah masuk ke kantor setwlah itu aku mengajukan untuk berhenti terlebih dahulu ya mungkin sebaiknya begitu.