
Rasanya aku di sambar petir di sore hari hati ku rasanya kacau balau entah lah tapi aku butuh penjelasan untuk semua ini.
Saat aku meligat ke arah dewa dia juga melihat ke arah ku, dia terlihat kaget saat melihat ku. Rasanya saat ini aku ingin mennangis tapi aku mencoba menahannya aku dan kak bayu naik ke pelaminan dan mulai bersalaman dengan dewa dan juga istrinya yang ada di sampingnyan. Saat ada di depannya aku menatapnya dan mengulutkan tangan ku ke arahnya
"Selamat" kata ku kepada dewa sambil terus menatapnya.
"Ma... Ma... Makasih" kata dewa kepada ku dia terlihat kaget, dan gugup sekaligus.
Kak bayu menarik ku, setelah itu aku hanya diam saja ya aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat, ternyata dia sudah membohongi ku dengan ucapannya yang manis ternyata apa yang di katakan oleh kak bayu semuanya benar. Aku yang terlalu bodoh karena sudah mempercayai ucapan laki laki tak berguna itu. Sepanjang jalan aku hanya diam saja ya bagaimana tidak hati ku hancur seketika setelah mengetahui ini semua. Saat sampai di rumah aku langsung masuk ke kamar entah lah tapi aku sudah tak bisa lagi menahan air mata ku. Aku menangis sejadi jadinya tiba tiba aku merasa kalau ada yang memegang pundak ku aku pun langsung menoleh ternyata kak Bayu dia menghampiri diri ku.
"Sudah jangan nangis, buat apa kamu nangisin laki laki kayak dia dek" kata kak Bayu kepada ku sambil duduk di samping ku.
"Maaf kak soalnya aku sudah gak percaya sama kakak, aku lebih percaya sama ucapan laki laki breng**k itu. Maaf ya kak aku udah gak percaya sama kakak" kata ku kepada kak Bayu sambil terus menangis.
"Iya gak papa kok dek, kakak ngerti kenapa kamu gak percaya sama kakak. Sudah sekarang kamu gak usah nangis ya kamu cantik masih banyak cowok di luar sana yang mau sama kamu. Sekarang kamu lupain dia dan fokus untuk bahagia dengan kehidupan kamu ya dek" kata kak Bayu kepada ku sambil mengelus rambut ku dengan lembut.
"Iya kak makasih ya kak" kata ku kepada kak Bayu.
Dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum setelah itu kak Bayu keluar dari kamar ku. Aku mengubah posisi tidur ku menjadi duduk. Lalu menghapus air mata ku ya benar kata kak Bayu kalau aku tak perlu menangis dan bersedih karena laki laki yang tak berguna seperti dirinya sebaiknya aku melupakannya. Aku mengambil hp ku di hp ku ada banyak sekali telfon dari dewa ya dia menelfon ku sebanyak lebih dari lima puluh kali. Aku tak peduli dengannya saat aku membuka kontak pesan ternyata dia sudah mengirimi ku banyak pesan aku membaca pesan darinya ya dia mengatakan kalau dia terpaksa berbohong karena dia dengan istrinya di jodohkan oleh orang tuanya dan dia juga mengatakan kalau dia menyayangi diri ku dan tak ingin berpisah dengan ku. Aku tak menanggapi apa yang dia kirim kepada ku aku pun langsung menghapus pesan dari nya dan memblokir nomernya. Ya aku ingin melupakan semuanya tentang dirinya apa pun itu lagi pula aku sudah tak peduli lagi dengannya.
***
Satu bulan berlalu dengan sangat cepat sekarang aku sudah mempunyai seorang kekasih lagi. Sekarang aku bukan lah Aisyah yang dulu lagi ya sejak kejadian itu aku sudah tak percaya dengan ucapan manis laki laki. Karena sejak putus dengan dewa aku memiliki pacar lebih dari dua atau tiga orang ya aku melakukan itu karena aku mencoba untuk melampiaskan rasa sakit hati ku. Aku tak peduli dengan laki laki yang tulus atau tidak kepada diri ku ya lagi pula aku sudah cukup di sakiti oleh satu orang laki laki maka dari karena itu aku sudah tak pernah setia dan jujur kepada laki laki yang menjadi kekasih ku bahkan di sekolah aku di sebut Play Girls ya aku tak peduli dengan ucapan itu yang penting aku mempunyai alasan yang cukup jelas mengapa aku melakukan hal itu.
****
Kakak ipar ku sekarang sedang hamil empat bulan dan ya sesuai adat Jawa akan di adakan selametan untuk mendoakan di hadirkan ya nyawa di rahim kakak ipar ku. Ke dua orang tua kakak ipar ku datang begitu pun dengan saudara saudaranya yang lain sehingga saudara kakak ipar ku di tempatkan di kamar kakak ku kebetulan kakak ku sedang tidak enak badan sehingga kakak ku menghampiri diri ku yang sedang membaca komik di kamar.
"Dek" kata kakak ku kepada ku saat dia sudah masuk ke dalam kamar ku.
"Iya kak apa?" Kata ku kepada kakak ku dengan mata yang masih fokus melihat ke arah buku yang sudah sejak tadi aku pegang.
"Kakak boleh tidur di sini sebentar gak? Kakak pusing dan barusan sudah minum obat sekarang kakak ngantuk banget dek" kata kakak ku kepada ku.
"Emangnya di kamar kak Bayu kenapa?" Kata ku kepada kak Bayu.
"Di kamar kak Bayu ada mertua sama saudara Mbg ipar mu kakak gak enak yang mau tidur di sana jadi boleh ngak nih kakak tidur di sini, sebentar aja kok soalnya bentar lagi kakak juga masih mau keluar untuk beli bebebrapa barang yang belum sempat kakak beli tadi. Kakak yang mau beli sekarang capek banget dan pusing banget kepala kak Bayu" kata kak Bayu kepada ku
"Oh gitu" kata ku kepada Kaka Bayu smabil melihat ke arah kak Bayu.
"Iya gitu lah, emangnya mau gimana lagi?" Kata kak Bayu kepada ku dia terlihat tampak kesal aku hanya tertawa kecil melihat kak Bayu yang mulai cemberut.
"Oh iya gak papa kok kak tidur aja" kata ku kepada kakak ku sambil menyingkir ke pinggir agar kakak ku dapat tidur di samping ku.
"Iya, kamu gak dingin apa dek cuman pakai baju gitu?" Kata kakak ku sambil berjalan ke arah ku dan tidur di samping ku.
"Gak kak kenapa emangnya?" Kata ku kepada kakak ku ya karena aku hanya memakai tengtop dan celana pendek yang menampilkan paha ku. Ya karena aku sudah biasa saat di rumah hanya berpakaian seperti ini karena di rumah ku sangat panas.
"Gak papa kok kakak cuman tanya aja dek, ya udah kakak tidur dulu ya kakak pusing banget" kata kak Bayu kepada ku.
"Iya kak" kata ku kepada kak Bayu.
Setelah itu kak Bayu tak lagi mengeluarkan suara ya sedangkan aku masih sibuk dengan buku yang aku pegang sejak tadi. Sekitar satu jam aku selesai membaca buku itu aku melihat ke arah kak Bayu yang tidur dia terlihat sangat nyenyak tidurnya ya mungkin dia sangat lelah dan juga pusing ya bagaimana tidak seminggu ini dia sangat sibuk mengurus semuanya untuk acara syukuran empat bulan kandungan kakak ipar ku. Aku kasian sekali kepadanya ya karena dia tak sempat istirahat karena terlalu sibuk mungkin sekarang dia menyempatkan untuk tidur. Dia kakak yang sangat baik dan juga selalu menjaga ku dengan baik aku bangga dan juga sangat beruntung memiliki kakak seperti dirinya.
Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat dan sudah bebebrapa hari ini kakak ipar ku berubah kepada ku entah kenapa tapi saat aku berbicara dengannya dia selalu mengabaikan diri ku bahkan saat aku duduk di sampingnya dia selalu menampakkan wajah marah kenapa ku. Aku tak tau apa salah ku bahkan beberapa hari ini dia selalu menghindari ku ya sejak acara empat bulan kandungan kakak ipar ku itu. Entah kenapa tapi aku merasa kalau aku tak melakukan kesalahan apa pun kepada Mbg Novi ya tapi Mbg Novi seprtinya sangat marah kepada ku. Sekarang dia sedang duduk di teras rumah aku menghampirinya.
Dia hanya diam saja sambil melihat ke arah lain seakan akan aku tidak ada di sampingnya dan tidak sedang berbicara dengannya.
"Mbg kamu kenapa kok sudah bebebrapa hari ini kamu diem aja? Aku minta maaf kalok aku ngelakuin kesalhan ke kamu. Tapi aku gak merasa kalau aku punya salah ke kamu Mbg. Jadi kalau aku punya salah yang gak kamu suka kamu bilang aja ke aku Mbg jangan cuman diam aja Mbg" kata ku kepada Mbg Novi
Lagi lagi dia hanya diam saja dan hanya melirik ke arah ku.
"Mbg makan mie yuk di pasar aku pengen mie di sana" kata ku kepada Mbg Novi
Tapi dia hanya diam saja, dia melihat ku dengan tatapan benci ke arah ku, aku makin bingung apa yang harus aku lakukan aku juga bingung apa salah ku kepada Mbg Novi karena dia tak mengatakannya dan hanya diam saja. Aku mengajaknya makan mie karena aku dan Mbg Novi sama sama menyukai mie yang di jual di pasar itu. Ya karena sebelum Mbg Novi bersikap seperti itu kepada ku kami berdua selalu ke sana untuk makan mie bahkan hampir setiap hari kami ke sana. Tapi sejak Mbg Novi mendiami diri ku kami berdua sudah tak pernah ke sana lagi. Karena merasa di asingkan oleh Mbg Novi aku pun masuk mencari ibu ya karena aku ingin bertanya kepada ibu ku mengapa Mbg Novi bersikap seperti itu kepada ku. Aku mencari ibu ke kamarnya tapi ibu tak ada di kamarnya aku pun mencari ke dapur tapi ibu tetap tak ada aku keluar rumah dan mencari ke belakang rumah ya siapa tau ibu ada di sana tapi biasanya ayah lah yang ada di sana.
Aku pun ke halaman belakang dan betul saja ibu dan ayah ku ada di sana, aku pun langsung menghampiri mereka berdua yang sedang sibuk berkebun. Ya lebih tepatnya aku menghampiri ibu ku yang sedang menanam bebebrapa sayur.
"Buk" kata ku kepada ibu ku saat aku sudah ada di sampingnya.
"Ada apa syah?" Kata ibu ku kepada ku tapi pandangannya masih tertuju kepada tanah dan tanaman yang ada di depan matanya.
"Aisyah mau tanya tanya buk" kata ku kepada ibu ku sambil duduk di samping ibu ku.
"Ya sudah tanya aja Syah gak usah pakek bilang segala" kata ibu ku kepada ku sambil melihat ke arah ku sebentar lalu kembali melihat ke arah tanamannya yang sedang di tanam.
"Mbg Novi kenapa ya buk" kata ku kepada ibu ku sambil melihat ke arah ibu ku lekat lekat.
"Kenapa apanya? Emangnya kenapa sama Mbg mu?" Kata ibu ku kepada ku sambil menghentikan aktifitasnya.
"Kayanya Mbg Novi marah sama aku deh" kata ku kepada ibu ku.
"Alah paling itu cuman perasaan kamu aja Syah" kata ibu ku kepada ku
"Ngak buk, ini sudah beberapa hari buk sejak itu syukuran empat bulan kandungannya Mbg Novi buk. Terus aku sudah beberapa hari ini bicara sama Mbg Novi tapi sama Mbg Novi aku di diemin aja tanpa jawab satu pertanyaan pun yang aku ajuin ke Mbg Novi" kata ku kepada ibu ku.
"Oiya kenapa kamu baru bilang sekarang?" Kata ibu ku kepada ku
"Ya aku pikir bakalan gak akan lama tapi ini sudah beberapa hari tapi Mbg Novi masih tetep diemin aku. Jadi aku bingung mau bicara gimana sama Mbg Novi" kata ku kepada ibu ku.
"Ya sudah nanti ibu cari tau kenapa Mbg mu jadi seperti itu ke kamu ya Syah, sudah sekarang kamu makan dan masuk kamar aja" kata ibu ku kepada ku
"Iya buk" kata ku kepada ibu ku.
Setelah itu aku hendak masuk ke dalam rumah tapi di cegat oleh ayah ku. Ayah ku memanggil diri ku aku pun menghampiri nya.
"Apa yah?" Kata ku kepada ayah ku saat aku sudah berdiri tepat di sampingnya.
"Sudah kamu gak usah mikirin Mbg Novi mu itu ya fokus ke pelajaran mu aja Syah" kata ayah ku kepada ku sambil berdiri dan menghadap ke arah ku.
"Iya yah" kata ku kepada ayah ku.
"Ya sudah sana masuk ke kamar nanti sore kita keluar cari makanan ya" kata ayah ku kepada ku
"Iya yah" kata ku kepada ayah ku.
Setelah itu aku pun masuk ke dalam rumah dan berjalan ke kamar saat sampai di kamar aku langsung memainkan hp ku. Ya ayah ku dan ibu ku sangat berbeda, ibu ku dia orangnya tegas, penyanyang dan juga tak suka menghambur hamburkan uang untuk membeli hal hal yang tidak penting dan ibu ku juga tak pernah memanjakan diri ku maka dari karena itu dia sangat tegas kepada ku, sedangkan ajah ku dia sangat baik kepada ku dari aku kecil hingga saat ini hanya satu kali ayah ku marah kepada ku kalau ibu ya jangan di tanya hampir setiap hari marah kepada ku.
Ayah ku sangat memanjakan diri ku apa pun yang aku mau dia selalu mengusahakannya dan membelikan apa yang aku inginkan.