
“dulu saat saya waktu pertama kali kerja di
tempat ini, ada seorang wanita yang sering besama dengan tuan. Setelah tau
kalau mereka adalah pasangan kekasih ya bisa disebut pacarnya wanita itu setiap
hari pagi-pagi sekali nona tasya datang untuk membangunkan tuan karena jika
bukan nona tasya yang membangunkan tuan maka tuan tidak akan bangun hubungan
mereka sangat romantic bahkan setiap hari tuan membawakan sebuah hadiah untuk
tasya, tapi usatu hari saat nona tasya sedang menyiram bunga di taman belakang
ada seorang laki-laki yang datang mencari nona tasya setiap hari pada jam yang
sama laki-laki itu selalu mencari nona tasya tapi saat tuan ada di rumah
laki-laki itu tak pernah datang, dan mereka keluar bersama saat hamper sore
saat tuan akan pulang nona tasya sampai
di vila ini lagi suatu hari kepala pelayan bertanya kepada nona tasya mengenai
laki-laki itu dan nona tasya mengatakan kalau laki-laki itu adalah sepupunya
dia setiap hari pergi ke rumah sakit untuk menjenguk mamanya yang sedang sakit
jadi kami para pelayan tak lagi curiga dengan nona tasya. Suatu hari saat nona
tasya pergi dengan laki-laki itu tuan datang sebelum nona tasya datang saat
tuan bertanya kami menjawab tentang yang kami ketahui tuan sangat marah tapi
saat nona tasya datang emosi tuan stabil suatu hari tuan sangat mabuk nona
tasya juga mabuk kami tak tahu apa yang terjadi setelah itu bulan demi bulan
berlalu dan nona tasya datang mengatakan kalau dia sedang hamil, tuan merasa
kaget dan juga senang tapi saat akan di periksa kandungannya nona tasya selalu
tak mau dengan berbagai alasan. Minggu berganti bulan kandungan nona tasya sudah
beranjak 4 bulan tapi perutnya sangat besar seperti orang yang hamil 7 bulan,
dokter itu mengatakan kalau kandungan nona lemah karena sudah memasuki usia 8
bulan saat itu tuan sangat syok lalu tuan menyuruh seseorang menyelidiki
tentang nyonya selama 8 bulan ini, tak lama kemudian kami mendengar kalau tuan
dan nona tasya sedang bertengkar. Setelah hari itu kami tak pernah melihat nona
tasya lagi dan tuan berubah dia sering pulang dengan keadaan mabuk bahkan
katanya di luar tuan banyak sekali pacarnya. Hanya itu saja yang saya tau.”
Katanya menyelesaikan ceritanya
“kasihan sekali alzelfin.” Kataku
“saat tuan membawa nona ke rumah ini pertama kali kamu juga kaget, tapi kami percaya kalau nyonya bisa membuat tuan kami bahagia.” Katanya kepadaku sambil memegang tanganku
“maaf aku gak bisa, aku sudah punya kekasih.” Kataku melepaskan tangan yang di genggam oleh alike.
Aku berjalan kea rah jendela di luar sangat
indah siapa pun yang melihat pemandangan ini pasti akan membuat orang yang
melihatnya bahagia kecuali aku hatiku gundah karena aku bingung apa yang harus
aku lakukan jika austyn meningglakanku, aku mengelengkan kepala menyadarkan
diri kalau austyn tidak akan pernah meninggalkanku. Aku bahagia bisa
bersamannya, aku berjalan menuju meja rias untuk mengambil handphone ku yang
aku taruh di dalam tas aku mengetik beberapa nomer dan mencoba menelfonnya ya
siapa lagi kalau buka austyn tapi tak ada jawaban. Aku mencoba menghubunginya
lagi dan akhirnya di angkat oleh austyn
“halo.” Kataku kepada austyn
“maaf aku lagi sibuk nanti aku telfon lagi.” Kata austyn sambil mematika telfon yang terhubung denganku