Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 16


"Ya sudah kamu istirahat aku bakalan di sini gak bakalan kemana kemana sampai ibu sama ayah kamu datang" kata ku kepada Amelia sambil membetulkan selimutnya agar menutupi semua tubuhnya.


"Makasih ya Al" kata Amelia sambil memejamkan matanya.


"Iya sama sama" kata ku sambil berjalan ke arah sofa yang ada di kamar Amelia.


Setelah itu aku pun berbaring di sofa panjang yang ada di kamar Amelia ya sudah biasa bagi ku seperti ini jika di rumah Amelia begitu pun sebaliknya saat Amelia ada di rumah. Aku mengambil hp yang ada di saku celana ku Karena aku harus menelfon keluarga ku kalau aku tak berkerja ya adik, Mama, dan papa ku tak mempunyai hp pribadi tapi kami memiliki telfon rumah ya itu cukup berguna lah bagi kami selama ini bahkan di saat aku masih tidak memiliki hp pribadi seperti ini sangat berguna untuk ku untuk menelfon Amelia atau teman ku yang lainnya. Tapi sejak tadi aku mencoba menelfon keluarga ku masih tak ada jawaban mungkin mereka masih berada di luar. Aku berjalan ke arah Amelia yang tertidur lalu aku memegang dahinya dan ya ternyata dia benar benar panas aku kembali merapikan selimutnya agar dia tetap hangat. Setelah itu aku kembali mencoba menelfon telfon di rumah dan setelah mencoba beberapa kali akhirnya terhubung dan di angkat.


"Halo?" Kata seorang wanita di sebrang sana dan pastinya itu adalah Mama ku.


"Ini aku ma alecia" kata ku kepada Mama karena tampaknya dia tak sabaran saat di dengar dari suaranya.


"Iya ada apa kamu nelfon?" Kata mama ku kepada ku dan di dengar dari suaranya dia tampak kesal atau pun sebal.


"Aku sekarang ada di rumah Amelia dua sedang demam jadi aku bakalan di sini sampai ibu dan ayah Amelia pulang karena mereka ada pekerjaan di luar kota ma" kata ku kepada Mama ku.


"Iya sudah kamu rawat Amelia dengab baik dan rawat sampai dia sembuh" kata mama ku kepada ku mengingatkan kalau aku harus merawat Amelia ya dia begitu karena dia juga menyayangi Amelia bahkan saat di rumah dia menganggap Amelia sebagai anaknya sendiri.


"Siap" kata ku dengan sangat sangat semangat.


"Dan jangan lupa berikan dia bubur dan juga obatnya agar Amelia ceoat sembuh" kata mama ku kembali mengingat kannya


"Iya ma iya aku paham kok" kata ku kepada Mama ku kesal ya karena aku tau apa yang harus aku lakukan agar Amelia cepat sembuh.


"Ya sudah eh buburnya jangan terlalu sedikit air buat buburnya seperti air agar Amelia mudah untuk menelannya" kata mama kepada ku lagi lagi dia begitu dan hal itu membuat ku kesal.


"Iya ma iyaaa" kata ku lagi


"Ya sudah sana" kata mama ku sambil mematikan telfon yang terhubung dengan ku.


Setelah mematikan telfon aku membuka jaket yang aku kenakan lalu menaruh hp di atas meja. Setelah itu aku turun ke bawah untuk memasak bubur yang akan di makan oleh Amelia. Saat sampai di dapur aku langsung mencari bahan bahan yang aku butuhkan untuk membuat bubur untungnya di sini semuanya ada bahan bahan yang aku butuhnya setelah itu aku pun mulai memasak bubur untuk Amelia. Sekitar 1 jam kemudian aku sudah selesai memasak bubur lalu aku menatanya di mangkuk yang sudah aku cuci bersih aku memasukkan beberapa sendok besar bubur dan lauk Pauk yang akan di makan setelah selesai aku membawanya ke kamar Amelia tak lupa dengan segelas air, susu, dan juga obat. Saat sampai aku melihat Amelia masih tidur jadi aku membiarkannya dulu toh bubur yang ku buat masih mengeluarkan asap dan itu tandanya kalau buburnya masih sangat panas.


Sekitar jam 3 sore Amelia bangun dia mengatakan kalau dia lapar aku pun menyuruhnya untuk bangun dan makan yammbubur yang aku siapkan setelah selesai makan aku menyuruhnya untuk meminum susu aku menunggu sekitar 30 menit untuk Amelia meminum obatnya setelah melakukan semuanya aku pun keluar untuk membersihkan barang barang yang aku pakai sedangkan Amelia dia tidur kembali karena dia merasa mengantuk setelah minum obat ya itu adalah efek dari obatnya. Saat sedang mencuci piring dan peralatan lain yang aku gunakan pintu masuk Amelia terbuka dan ternyata yang masuk adalah ibu dan ayah amelia.


"Tante Om sudah pulang?" Kata ku menyapa mereka berdua sambil terus mencuci piring kotor.


"Iya Al, gimana keadaan Amelia?" Kata ibu Amelia sambil membuka jaket dan meletakkan tasnya di sofa yang ada di ruang tamu.


"Sudah baikan kok Tante barusan dia sudah makan terus minum obat gak lupa juga susunya sekarang Amelia sudah tidur soalnya ngantuk setelah minum obatnya" kata ku kepada Amelia.


"Bagus lah kalau gitu tante sama Om buru buru buat pulang karena khawatir sama keadaan Amelia, untungnya ada kamu yang haga dan ngerawat amelia makasih ya sayang" kata ibu Amelia sambil mengelus elus rambut ku dan juga mencium pipi sebelah kiri ku.


"Iya Tante sama sama" kata kepada tmibu Amelia.


"Makasih ya Al sudah jaga Amelia, maaf kalau kami ngerepotin kamu" kata papa Amelia kepada ku.


"Gak papa kok Om lagian kita kan sahabat sudah sewajibnya sebagai sahabat aku ada di saat Amelia sedang sakit" kata ku kepada papa Amelia sambil mengelap tangan ku karena aku sudah selesai mencuci piring dan membereskannya di rak.


"Iya ya sudah kamu istirahat sana" kata papa Amelia kepada ku


"Ya sudah Om Tante aku ke atas dulu ya" kata ku kepada orang tua Amelia dan mereka menjawab dengan anggukan.


"Kamu kangen sama crisan?" Kata Amelia kepada ku dengan senyum khasnya.


"Mana ada ngak aku gak kangen sama dia kok" kata ku mengelak dan berbohong kepada Amelia.


"Kita sudah kenal berapa lama Al?" Kata Amelia kepada ku menanyakan hal yang tak masuk di akal bagi ku.


"Sekitar 17 tahun" kata ku kepada Amelia.


"Ya lebih tepatnya 17 tahun 8 bulan 25 hari dan kita sudah bersahabat selama itu Al. Aku tau di saat kamu sedih. Aku tau di saat kamu merindukan seseorang. Aku tau kalau kamu lagi suka sama seseorang. Dan bahkan aku juga tau di saat kamu habis menangis." Kata Amelia kepada ku ya aku tau kalau aku tak bisa berbohong darinya.


"Aku ketahuan banget ya?" Kata ku kepada Amelia


"Iya dari muka kamu" kata Amelia sambil embgangguk anggukan kepalanya.


"Iya Mel aku kangen sama dia ya walau pun aku baru di tinggal 1 Minggu sama crisan tapi aku ngerasa kalau aku benar benar kangen sama crisan Mel" kata ku kepada Amelia sambil melihat ke layar TV yang sudah gelap karena ku matikan ya entah kenapa aku bisa melihat bayangan wajah crisna tadi yang di tampilkan di tV.


"Kamu cinta banget sama dia?" Kata Amelia kepada ku dan kata kata Amelia membuat ku tertegun.


"Mungkin iya" kata ku sambil menundukkan kepala ku entah lah apa yang aku rasakan aku memang menyayanginya tapi kalau cinta banget aku juga masih gak tau


"Oke aku mau tanya sama kamu, dan kamu harus jawab jujur oke?" Kata Amelia tampak serius


"Oke" kata ku sambil melihat ke arah amelia yang masih berbalut selimut


"Saat dia jauh dari kamu apa kamu kangen banget sama dia?" Kata Amelia kepada ku


"Iya kangen" kata ku kepada Amelia


"Apa kamu ngerasa pengen ketemu dia?" Kata Amelia lagi kepada ku


"Iya pengen" kata ku lagi kepada Amelia


"Itu artinya kamu cinta sama dia Al, sudah gak usah ngebohobgin diri kamu sendiri. Aku sahabt kamu dan aku tau kalau kamu jatuh cinta sam dia" kata Amelia kepada ku dengan nada suara yang bersungguh sungguh bahkan saat aku melihat ke arah Amelia dia berbicara kepada ku tampak sangat serius.


"Aku gak tau Mel, aku terlalu banyak janji ke kakaknya . Kemaren malam kakak crisan datang ke rumah dia nginep di rumah dia cerita sama aku kalau crisan gak bisa hubungin aku selama dia ada di Jepang karena dia sedang memperjuangkan salah satu perusahaannya yang sedang dalam masalah besar. Bahkan di saat orang tuanya tak setuju dengan hubungan ku dan crisan dia membuat perjanjian dengan Mama dan papa. Dia menjanjikan kalau perusahaannya akan kembali seperti semula tapi ke dua orang tuanya harus membiarkan kami berhubungan. Dan kakak crisan mintak aku janji kalau aku gak bakalan ninggalin crisna tapi aku takut aku gak bisa bertahan dengan semua nasalha yang akan aku hadapi ke depannya Mel. Ya meskipun aju tau kalau ke depannya masalah masalah akan datang di sela sela hubungan ku dengan crisan dan aku takut kalau aku tak akan kuat melakukan semuanya dan akhirnya meninggalkan crisan" kata ku sambil melihat ke atap atap langit kamar Amelia.


"Kamu harus yakin al, liat crisan berkerja keras buat buktikan kepada orang tuanya kalau dia benar benar ingin bersama dia jadi kamu juga harus buktikan kalau semuanya akan baik baik saja dan kuat menghadapi semuanya. Aku kenal kamu. Kamu gak akan ngingkari janji kamu kok Al, karena aku percaya sama kamu" kata Amelia kepada ku dengan nada yang sangat serius.


"Iya kamu benar Mel aku harus kuat dan bisa ngadepin semuanya aku juga harus bisa melewati semuanya dengan hubungan ku dan juga crisan" kata ku kepada Amelia denga nada yang penuh percaya diri


"Bagus itu baru namanya sahabt ku" kata Amelia kepada ku.


"Iya" amkata ku sambil tersenyum kepada Amelia.


Setelah itu aku dan Amelia berbincang bincang berbagai hal. Setelah di oikri pikri benar juga apa yang di katakan oleh Amelia kalau aku harus kuat menjalani semuanya crisan sekarang sedang berjuang mempertahankan hubungan ku dengan nya masa aku harus menyerah begitu saja. Aku juga akan berjuang buat mempertahankan hubungan ku dengab crisan. Dan aku akan melakukan yang terbaik untuk ku, keluarga ku, dan juga untuk crisan..


Setelah itu aku pun pergi mandi ya aku malam ini akan menginap di rumah Amelia karena aku tak ingin meninggalkan sahabtbku yang satu ini bahkan yang sangat aku sayangi. Aku pasti tidak akan bisa tidur jika aku meninggalkannya ya walau pun aku tau kalau ada orang tuanya di sini tapi aku masih ingin bersama dengan Amelia. Setelah selesai mandi aku pun Menganti pakaian milik Amelia ya aku meminjamnya dari Amelia. Dan untungnya ukuran tubuh ku sedikit lebih kecil dari Amelia jadinya baju yang aku pakai cukup atau bisa di bilang sedikit lebih besar aku tidur di sofa sedangkan Amelia di kasur ya awalnya Amelia memaksa ku untuk tidur di kasur tapi aku tak mau membuatnya sempit setelah berdebat cukup lama dengan Amelia aku pun akhirnya bisa bernafas lega karena Amelia membiarkan ku untuk tidur di sofa ya debgan berbagai syarat yang dia ajukan kepada ku dan aku menanggapinya hanya dengan anggukan saja agar bisa cepat tidur tapi saat akan memejamkan mata entah kenapa aku merasa tak mengantuk tapi tadi aku bahkan merasakan kalau aku sangat mengantuk sehingga aku sangat sangat malas berbicara dengan Amelia yang bawelnya kelewatan. Pikiran ku melayang ke crisan aku berharap dia bisa berhasil dan bisa menepati janji janjinya kepada ku mau pun kepada orang tuanya hanya itu yang aku harapkan ya mungkin hanya untuk saat ini.