Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 36


Itu adalah suarat dari akk Sanusi ya sudah lah mau bagaimana lagi keponakan nya kan lagi sakit dia juga bukan milik ku seutuhnya jadi aku juga harus merelakannya untuk pulang. Ya sudah lah tak apa aku pun menyimpan surat dari Kak sanusi itu dari di laci meja belajar ku sebelum aku menaruh ya aku melihat kembali tulisan akk sanysi aku pun tersenyum melihat tulisannya bagaikan anak SD kelas dua saja.


Kebesokannya aku bangun sekitar jam lima pagi. Aku tak langsung bangun tapi aku masih memainkan hp ku di atas ranjang ku ya aku melihat isi grub kelas ku. Entah lah isinya hal hal yang tak oenting. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul enam pagi aku pun bergegas bangun dan langsung mandi. Setelah selesai aku memakai seragam hitam putih ku. Aku sebenarnya sangat sangat tak menyukai seragam yang aku kenakan saat ini karena aku seprti orang yang sedang magang di suatu perusahaan. Setelah selesai aku pun keluar ya karena ibu ku barusan sudah memanggil ku untuk sarapan. Setelah membereskan buku buku yang akan aku bawa aku pun langsung ke dapur ibu ku sudah menyediakan nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya tanpa membuang buang waktu aku pun langsung melahapnya sampai habis tak butuh waktu lama hanya sekitar lima menit nasi goreng dan telur itu pun sudah habis tak bersisa. Setelah selesai aku pun langsung berangkat ya aku di antarkan oleh ayah ku. Sekitar lima belas menit kemudian aku pun sampai di sekolah ku aku pamit ke ayah ku lalu aku berjalan ke kelas ku. Saat sampai di kelas ternyata teman teman ku sudah datang kecuali Melda pasti dia masih sedang bersiap siap di rumahnya. Aku pun duduk lalu mengeluarkan buku catatan ku. Dan juga hp ku.


"Syah" kata Farah memanggil diri ku.


"Hemm apa?" Kata kunkepada Farah sambil melihat ke arahnya sekilas lalu kembali melihat ke arah buku catatan ku kembali.


"Gimana kemaren gak curiga tunangan mu ke kamu Syah? Kan dia datang pas tepat setelah kamu bicara sama kak Umam" kata Farah kepada ku sambil mengubah duduknya di dekat ku dan melihat ku dengan serius. Aku rasa deia benar benar kepo dengan lejadian kemarin.


"Terus?" Kata Farah kepada ku dengan nada yang sangat semangat aku rasa dia benar benar ingin menjadi seorang wartawan ya lihatlah cara bicaranya dia sudah bagaikan wartawan saja.


"Ya udah dia tanya siapa dia dan buat apa dia bicara sama aku dan lain lain udah gitu aja far" kata ku kepada farah


"Ih Aisyah gitu deh coba yang jelas Syah aku kan kepo cobak jelasin dari awal gimana ceritanya kamu ini gak tau ke orang yang lagi kepo ya" kata Farah kepada ku.


"Aku capek far yang mau jelasin ke kamu far, udah lah far aku jelasin nantik aja ya far kalau aku udah mout yang mau cerita kalau sekarang aku lagi gak mout yang mau cerita far" kata ku kepada Farah sambil meletakkan kepala ku di tas meja ya saat ini aku benar benar lelah