Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 83


namanya buk lilin dan juga ayah namanya adalah ayah sahwi dia adalah orang yang sangat baik sekali kepada ku. Aku juga tau kalau merwka sangat menyayangi diri ku. Seelah selesai mandi aku pun keluar dan saat ingin menutup pintiu aku dibkejutkan oleh ibu ku yang berdiri dibdekat pintu sambil tersenyum ke arah ku.


"Haahhh ibu buat kagt aja" kata ku sambil mengelus elus dada ku.


"Kamu sih pulang gak bolang bilang tapi ini kan masih jam tiga biasanya kamu pulabg kan jam lima atau jam enam kok sekarang idah ada di rumah aja sih" kata ibu ku kepada ku.


"Oya buk kerjaan aisyah udah selesai kok buk jadi aisyah pulang duluan deh" kata ku kepada ibu ku. Ya ivu ku tak bokeh tau tentang masalah yang terjadi tadi di kantor ya aku habya tak ingin ibu ku khawatir saja.


"Oh gitu" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk.... Hmmmmm....... Buk aisyah mau bicara" kata ku kepada ibu ku.


"Ya udah bicara aja syah?" kata ibu ku kepada ku.


"Hmmmm kalau aisyah nikah gak papa?" kata ku kepada ibu ku seketika wajah ibu ku tampak kaget namaun seketika kemudoan ibu ku pun mulai tersenyum.


"Iya gak papa kok syah erus kerjaan kamu gimana?" kata ibu ku kepada ku.


"Aisyah udha gak betah buk kerja di sana aisyah pengen berhenti aja buk" kata ku kepada ibu ku.


"Oh gitu ya udah gak papa kamu sudah kabaron nak sanuso?" kata ibu ku kepada ku.


"Belom buk" kata ku kepada obu ku.


"Ya sudah kamu kabarin aja dulu ya nak sanusi seelah itu kasih tau ibu gimana gimananya oke?" kata ibu ku kepada ku.


"Oke buk siap" jata ku kepada ibu ku.


Setelah itu aku pun masuk ke kamar. Aku mengambil hp ku yang aku letakkan di atas meja.


aku pun menelfon kak sanusi beberapa kali aku mencoba gagal ya aku tau di sana jarang sekali ada sinyal. Aku mencoba sekali lagi dan akhirnya di angkat juga oleh kakbsanusi.


"Halo yank" kata ku saat kak sanusi mengangkat telfon dari ku.


"Iya yank halo" kata kak sanusi.


"Hmmm yank akubudah punya jawabannya soalnya itu loh yank" kata ku kepada kak sanuso.


"Terus apa jawabannya kamu yank?" kata kak sanusi kepada ku.


"Iyq aku mau nikah sama kamu yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Hah apa gimana yank" kata kk sanusi kepada ku.


"Iya aku mau kok nikah sama kamu yank jelas kan" kata ku lagi kepada kak sanusi. Tapi kak sanusi tak ada jawaban aku mencoba melihat layar hpbku dan masih terhubung.


"Halo yabk kok gak bicara?" kata ku kepada kakbsanusi dan saat aku kembali melihat hp ku telfon yang tegubung dengan kak sabusi sudah terputus. Aku mencoba menelfon kak sanusi lagi tapi tak di angkat angkat oleh kak sanusi sampai akhirnya aku lelah untuk menelfon kak sanusi jadi aku pun naik ke atas tempat tidur dan mulai mengirimkan chat kepada kak sanusi. Tapi tak ada satu pEsan pun yang Kirim kepada kak sanusi tak ada yang di balas oleh kaknsanusi aku jadi bingung ya mungkin kak sanusi sudah punya wabita lain ya sudah lah lagi pula salah ku juga mengapa ingin memberikan jawabn sampai lama sekali kepada kak sanusi. Ya sudah lah kalau memang kak sanusi sudah ketemu dengan wanita lain semoga wanita itu lebih baikndan lebih dari yang di inginkan oleh kak sanusi. Kalau kak sanusi bahagia aku juga bahagia ya walau pun hati kubsedang patah hati. Aku mencoba untuk menghibur diri ku dengan menonton drama korea di laptop ku. Tak lama kemudian ibu ku masuk ke dalam kamar ku.


"Syah" kata ibu ku memanghil kubsambil menguncangkan tubuh ku ya karena aku menggunakan headset


"Hmmm apa buk?" kata ku kepada ibu ku.


"Itu ada nak sanuai di kuar sana temuin duku" kata ibu ku kepada ku.


"Kak sanusi ada di sini buk serius?" kata ku jepada ibu ku langsung duduk menghadap ke arah ibu ku.


"Iya serius udah sana" kata ibu ju jepada ku.


"Iya buk" kata ku jepada ibu ku. Aku pun langsung keluar dari kamar dan langsung berjalan je arah ruang tamu ya sevenarnya aku ingin sekali berlari ke arah kak sanusi tapi aku malu. Jadi akhirnya aku pun memutuskan untuk berjalan kaki. Saat sampai aku pun langsung duduk di sebelah kak sanusi.


"Udh lama yank?" kata kunkepada kak sanusi.


"Ngak yank, tadi waktu kamu nelfon aku langsung ke sini yank" kata kak sanusi kepada ku.


"Oh ada yang pengen kamu bicarain yank?" kata ku kepada kak sanusi.


"Iya yank aku gak jelas tadi kamu ngomong apa jadi aku langsung ke sini deh" kata kak sanusi kepada ku sambil tersenyum lebar.


"Oh aku mau nikah sama kamu kok yank" kata ku kepada kak sanusi sambil tersenyim.


"Kamu serius yank gak main main kan yank?" kata kak sanusi kepada ku.


"Iya yank seriua gak bercanda atau pun main main kok yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Terus kerjaan kamu gimana yank?" kata kaknsanusi kepada ku.


"Aku mau berhenti aja yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Loh kenapa yank?" kata kak sanusi kepada ku ya aku terus menceritakan smeuanyabkepada kak sanusi masalah uang itu dan alasan ku ingin berhentibdari pekerjaan ku.


"Oh gitu ya udah kita siapin pernikahan kita ya yank" kata kak sanusi kepada ku.


"Iya yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Oiya tadi waktu kamu gak angkat telfon ku aku pikir kamu marah sama aku dan sudah mau nikah sama cewek lain loh yank" kata ku kepada kak sanuai.


"Beneran yank?" kata ku kepada kak sanusi


"Iya lah yank beneran" jata kak sanusi kepada ku sambil memegang tangan kubdan juga mengelus elus rambut ku dengan lembut bahkan kak sanusi twrsenyum dengan kembut ke arah ju.


"Tapi aku mau kamu janjobsesuatu je aku yank" kata ku kepada kaknsanusi.


"Janji apa itu yank?" kata kak sanusi kepada ku


"Janji kalau kamu gak akan pernah bohongin aku, ja ji kakau kamu gak akan pernah keluar kalau aku gak ikut, janji kalau kamu bakalan selalu nerima aku dalam keadaan baik atau pun sakit, janji kalau kamu selalu ada di saat aku lagi jatuh, dan yabg paling oebting adalah janji ke aku untuk selalu jaga mata kamu dan jaga hati kamu habya buat aku dan buah hati kita nantik yank. Aku oengen kamu janji itu" kata ku jepada kak sanusi.


"Aku janji akan selalu nepatin janji janji ku itu ke kamu yank, semua janji janji itu aku bakalan nepatinnya kok yank dan akubjuga janji kalau di dalam hati ku habya akan ada kamubseorang saat ini dan di tambah buah hati kita nanti aku janjo" kata kak sanusi kepada ku.


"Aku gak butih omongan yank aku butuh bukti" kata ku jeoada kak sanusi


"Oke kalau gitu aku bakaln buktikan ke kamu yank" kata kak sanusi kepada ku.


"Oke aku bakaln oegang kata kata mu yank" kata kak sanusi kepada ku.


"Pasti yank" kata kak sanusi kwpada ku.


"Oke jadi kamu sudah berhenti dari kerjaan kamu yabk?" kata kak sanusi kepada ku.


"Belom yank besok aku bakalan ngajuin keberhantian aku yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Oh kalau giti kamu besok masih kerja donk yank?" kata kak sanusi kepada ku.


"Iya yank hanya inyuk besok aja kok yank" kata ku kepada kak sanusi.


"Besok lusa yank?" kata kak sanusi kepada ku.


"Besok lusa mungkin aku hanya tanda tangan surat pernyataan tanda berhenti ku yabk" kata ku kepada kak sanusi.


"Oke aku temenin kamu ya yank setelah itu kita jalan jalan gimana?" kata kak sanusi kepada ku.


"Oke siap" kata kak sanusi kepada ku.


Keesokannya ku pun jalan kerja seprti biasa saat sampai mbg dinda sudah fatang ya sanga pencuri sudah datang. Seprti yang sudah di rencanakan tak ada satu pun karyawan yang menyapa diri ku ya biarkan saja tak apa toh ini habya setingan dana ku juga sudah akan berhwnti dari sini. Setelah itu rencana pun di mulai.


"Gimana mbg sudah ketemu belum siapa pencuri nya?" kata mbg dinda kepada mbg diana dan juga mbg dini.


"Iya udah kok nih kamu liat aja sendori siapa pencurinya" kata mbg diana sambil memutarkan rekaman CCTV dengan menggunakan layar Proyektor.


"Loh tapi kata fik" kata kata mbg dinda berhenti ya mungkin dia malu.


"Kenapa kamu curi uang itu?" kata mbg diana dengan nada yang sangat tegas. Tapi mbg dinda hanya diam saja dan menundukan kepalanya.


"Oke gini ya din karena kamu sudah melakukan kesalahan yang snagat amat fatal kamu di berhentikan dan kamu gak akan dapat gaji bulan ini. Unyuk karyawan yang lainnya gaji kalian sudah di transfer ke rekening masing masing tapi untuk kamu din kamu gak dapat gaji bulan ini" kata mbg diaba kepada dinda.


"Kamu juga kenapa harus nuduh aisyah kalau kamu ada masalah bilabg ke kita jangan mencuri seprti ini dan nuduh orang dengan kata kata yang kamu buat padahal kamu sendiri yang mencuri uang itu dasar" kata mbg dini marah kepada dinda.


"Kalau tau kamu yang nyuri aku pasti bakalan labgsubg bawa dia ke kantor polisi" kata yutik kepada dinda sambil melirik ke arah dinda dengan sadis.


"Udah lah gak usah di terusin lagi yang penting kan ketahuan sekarang siapa yang sudah mencuri uabg itu" kata kubkepada yutik.


"Kamu sabar banget sih syah padahal dia nih nuduh kamu habis habisan kemarin eh gak taunya dirinya sendiri yang mencuri dasar gak tau malu. Aku syah kalau aku jadi kamu huh udah aku gebukin nih orang gak tau malu" kata yutik kepada ku sambil melirik dengan tatapan tajam kepada dinda.


"Udah gak usah di bahas" kata ku lagi kepada yutik.


"Oiya mbg saya mau ngajukan oengunduran diri" kata ku kepada mbg diana serentak semuanya melihat ke arah ku ya kecuali dinda sejak tadi dia hanya diam saja dan menundukan kepalanya.


"Loh kenapa syah apa ini gara gara kami nuduh kamu yang ngak ngak kemarin?" kata mbg dini kepada ku


"Gak kok mbg bukan" kata ku kepada mbg dini.


"Terus kenapa syah?" kata mbg dini kepada ku.


"Jangan berhenti dobk syah" kata yutik kepada ku.


"Hmmm gini tinangan saya sudah ngajak nikah dan dia gak mau nunggubjadi saya mau berhenti aja mbg." kata ku kepada mbg diana.


"Yah kan syanag syah" kata mbg diana kepada ku.


"Iya sih mbg tapi mau gimana lagi mbg, jadi kapan saya bisa tanda tangan surat pemberhentian saya mbg?" kata kunkepada mbg diana.


"Ya sudah besok ya?" kata ku jepada mbg diana.


"Oke mbg" jata ku kepada mbg diana.


Setelah itu aku pun menghubungi kaka sanusi ya karena aku tak bawa sepeda tadi pagi di antar oleh kak sanusi dan kebetulan sekarang jadwal ku untuk menginap di mess jadi aku tak membawa sepeda motor. Dan kata mbg doana aku boleh pulang ya betapa beruntungbya diri ku hari ini. Aku pun keluar dari kantor lalu menunggu di rumah buk iroh ya merwka bertanya kepada ku dan akhirnya aku pun menceritakan smeuanya kepada buk iroh aku menceritakan semuabya dari awal hibgga aku berhenti berkerja. Dan ya buk iroh menyetujui bahkan mendukung keputusan ku. Tak lama kemudian kak sanusi pun datang aku berpamitan kepada buk iroh lalu aku pamit pulang setelah itu aku dan kak sanusi tak labgsung pulang tapi akubdan kak sanusi masih berjalan jalan sampai sore menjelang malam.


Hari demi hari sudah kulewati tanggal pernikahan ku dan kak sanusi juga sudah di tetapkan sekarang aku dan kak sanusi sedang dalam perjalan ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan kami. Karena ku ibgin mengadakan akad nikah di rumah jadi aku dan kak sanuai harus ke bank jatim unyuk membayar sejumlah uang ya itu adalah peraturan pemerintahbsetelah selesai membayar kami pun kembali ke KUA dan tak butuh waktu lama nama kami pun terdaftar di KUA dan akan di adakan akad nikah di rumah ku. Setelah selesai mendaftarkan diri di KUA aku dan kak sanusi pun menuju ke tempat rias ya kami berencana mengadakan Prewedding jadi setelah dari KUA kami pun labgsung ke tempat rias itu kebetulan kami juga sudah memvuat janji. Sekitar jam sepuluh siang aku dan kak sanusi pun sampai di rumah perias itu setelah memilih beberapa baju yang akan aku gunakan untuk prewedding. Wajah ku pun mulai di rias ya cukup lama sekali bahkan punggung ku samapi sakit rasanya sekitar jam dua belas siang akhirnya selesai aku naik mobil bersama kak sanusi terpisah dengan perias dan tukang fotonya ya aku dan kak sanuai memilih prewedding di pantai yang tak jauh dari rumah ku hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Saat sampai perias itu menata kembali riasan wajah baju dan juga acceaoris yang ada di tubuh ku setelah selesai kami pun mulai di foto. Setelah beberapa kaki di foto dan beberapa kali menganti vaju akhirnya selesai juga ya saat melihat jam ternyata sudah jam lina sore pantas saja rasanya aku snagatblemas karena akubsejakbsiang belum makan apa apa di tambah baju dan accesoris yang aku kenakan sangat berat sehingga menguras babyak sekali tenaga kuyang terbuang. Dan setelah itu kami pun kembali ke tempat rias itu setelah gabti baju kami pun langsubg pulang saat sampai kepala ku pusingbsekali jadibsaat samapi di rumaha ku labgsung masuk ke kamar ku ya bahkan rasanya aku ingin sekali muntah. Kak sanusi menemani ku