Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 23


"Ya udah aku maafin kamu. Tapi ingat jangan di ulangin lagi dan aku mau kamu setiap hari ke rumah ku ya itu pun kalau kamu beneran gak S E L I N G K U H I N aku" kata ku kepada kak Sanusi sambil menekan kan kata kata selingkuh di depannya.


"Oke aku bakalan setiap hari ke rumah mu yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Ya udah" kata ku kepada kak Sanusi.


"Tapi aku harap kalau kamu percaya sama aku yank kalau aku itu bener bener gak selingkuhin kamu yank. Dana ku bener bener minta maaf sama kamu ya yank karena aku gak ke sini buat jenguk kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku smabil ememgang ke dua tangan ku.


"Oh gitu ya gak papa kok. Iya aku masih percya kok sama kamu" kata ku kepada kak Sanusi.


"Bagus lah kalau kamu masih percaya sama aku yank. Maaf ya yank Karen masalah di kecamatan banyak banget aku jadi gak ke sini buat jenguk kamu. Dan sekarang masalah di kecamtan udah kelar jadi aku bakaln ke sini sering sering kok yank buat jenguk kamu yank." Kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya" kata ku kepada kak Sanusi smabil tersenyum seprti biasanya


"Kamu kurusan yank di sini, pasti kamu jarang makan ya yank?" Kata kak Sanusi kepada ku smabil melihat badan ku yang sudah mulai kurus


"Iya di sini kalau makan kan ada waktunya terus ada jatahnya juga yank, jadi ya jarang makannya terus di sini juga banyak banget kegiatan jadi itu yang ngebuat aku jadi sedikit kurusan yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Oh gitu hmmmm kasian banget sih kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Namanya juga kegiatan di sekolah yank apa lagi kurang makan yank, ya jelas lah kurusan" kata ku kepada kak Sanusi.


"Kamu setelah ini selesai dan pulang kita makan makan ke luar ya yank buat kembali kamu seperti dulu lagi ya yank. Jangan Sampek kurus gini kamu yank." Kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya yank" kata ku kepada kak sanusi sambil menganggukan kepala ku.


Setelah itu aku dan kak Sanusi pun berjalan ke arah ayah dan juga ibu ku mereka sedang bebricara dengan teman teman ku. Ya mungkin mereka berdua mengeri kalau aku marah kepada kak Sanusi dan akhirnya mereka mengalah agar aku dan kak Sanusi berbaikan. Sekitar satu jam kemudian mereka pun pamit pulang tak lupa ayah meninggalkan ku uang untuk ku di sini ya meskipun uang yang ayah kasih dua hari lalu masih belum habis tapi ayah selalu menambahkan ku uang saku entah lah tapi kata ayah ku agar aku tak perlu meminjam uang jika aku kekurangan uang dan jika aku butuh sesuatu. Tapi aku tak butuh apa pun karena apa pun yang aku butuhkan alat alat mandi keperluan ku jika aku datang bulan dan make up ku ya semuanya sudah di belikan oleh ayah ku saat aku akan ke sini dan hasilnya ya aku tak perlu membeli apa pun dan aku hanya membeli makan jika aku lapar saja jika masih belum waktunya makan.


Tak lama kemudian kak Sanusi ibu dna juga ayah ku pamit untuk pulang aku pun menyalami ayah ibu begitu pun juga dengan kak Sanusi. Setelah mereka pulang aku dan juga teman teman ku yang lainnya kembali ke kelas khusus wanita. Ya sebenarnya ini bukanlah sekolah yang mengkhususkan murid laki laki dengan perempuannya terpisah tapi karena sekarang bulan ramadhan dan sedang mengadakan pesrom jadi bagian wanita dan laki laki di pisah menjadi dua ya bagian perempuan di bagian timur sedangkan laki laki berada di bagian barat. Saat sampai di kelas aku pun langsung duduk dan membuka tas ku ya karena aku harus menaruh uang yang baru saja di berikan oleh ayah ku ke dalam dompet ku. Tapi saat aku membuka tas ku ada sebuah plastik putih di dalamnya aku pun membukanya ternyata isinya coklat Silverqueen empat buah aku bingung ini milik siapa ya karena ini bukan lah milik ku. Aku memang membeli coklat sama seperti ini tapi sudah habis sejak kemarin tapi sekarang malah makin banyak aku pun menaruhnya di dekat tas ku dan memasukkan uang ku terlebih dahulu.


"Apa ini milik kalian?" Kata ku kepada teman teman ku sambil menghadap ke arah mereka yang sedang asik berbicara. Aku pun menunjukkan plastik putih yang berisikan coklat itu.


"Gak itu bukan punya aku emnganya kenapa Syah?" Kata Melda kepada ku sambil melihat ke arah ku.


"Ini bukan punya aku tapi ada di dalam tas ku apa ini milik kalian?" kata ku kepada melda dan juga teman teman ku yang lainnya tapi teman teman ku yang lainnya secara serempak menggelengkan kepalanya tanda kalau plastik putih ini bukan lah milik ku.


"Terus ini punya siapa?" Kata ku kepada teman teman ku ya bagaimana tidak ku bingung ini milik siapa. Kalau memang ada yang memberikannya kepada ku kenapa dia tak meninggalkan pesan tertulis malah menaruh ya begitu saja aku malah makin bingung di buatnya.


"Aku juga gak tau. Terakhir kali kamu buka tas kamu gak naruh sesuatu gitu Syah?" Kata Farah kepada ku


"Gak kok far aku gak nafuh apa apa di dalam tas ku" kata ku kepada Farah.


"Cobak kamu ingat ingat lagi deh syah, siapa tau itu punya kamu dan kamu yang beli Syah tapi kamu lupa" kata Ica kepada ku.


"Gak kok aku ingat banget ini buka. Punya aku dan terakhir aku buka tas itu tadi pagi waktu mau ambil baju pas selesai mandi Cha far. Tapi ini beneran bukan punya aku isinya juga coklat Silverqueen dan di sini gak ada yang jual kan coklat kayak gini kecuali bawa dari luar dan aku gak mungkin keluar hanya buat beli coklat ini" kata ku kepada farah dan juga Icha.


"Siapa tau itu dari ayah kamu atau ibu kamu Syah" kata Farah lagi kepada ku.


"Gak kok ayah dan ibu ku selalu bilang ke aku mereka bawa apa aja ke sini dan mereka gak bilang kalau mereka bawa coklat dan terakhir mereka itu gak bawa ini kok. Terus tadi mereka bmgak bawa apa apa buat aku hanya bawa makanan dan itu pun tadi sudah di makan di sana kan kalian liat sendiri waktu aku di siapin oleh ibu ku. Udah ibu sama ayah ku hanya bawak itu dan tadi ngasih aku uang dan gak bawa apa apa lagi" kata ku kepada farah.


"Mungkin tunangan mu kaki Syah" kata Riska kepada ku


"Gak kok dia gak ngasih apa apa ke aku" kata ku kepada Riska.


"Terus punya siapa donk?" Kata Melda kepada ku.


Aku dan teman teman ku pun hanya diam saja ya bagaimana kami tau siapa yang memberikan coklat coklat ini kepada ku dan hal ini membuat ku bingung. Setelah itu aku dan tema. Teman ku pun ke lapangan untuk upacara seperti biasa ya entah apa lagi yang akan di ceramahi oleh para guru dan juga kepala sekolah kepada murid muridnya dan hal itu membuat ku bosan. Tak terasa sudah satu jam berlalu akhirnya upacara pun selesai aku dan teman teman ku yang lainnya pun membubarkan diri karena hari sudah sore rasanya perut ku sudah lapar sekali akhirnya aku dan teman teman ku pun ke kantin untuk membeli makanan ringan setelah selesai aku dan teman teman pun hendak kembali ke kelas tapi tiba tiba kakak kelas ku mencegat ku dan juga teman teman ku akhirnya aku dan teman teman ku pun mau tak mau berhenti.


"Permisi kak kita mau lewat jangan menghalangi jalan donk" kata Melda kepada kakak kelas yang ada di depan kami itu. Mereka adalah kakak kelas OSIS laki laki yang membimbing kami.


"Gini saya ada perlunya sama dia" kata kakak kelas yang paling depan itu kepada ku sambil menunjuk ke arah ku.


"Sama Aisyah?" Kata Melda kepada kakak kelas laki laki itu dan namanya adalah Umam.


"Iya" kata Kak Umam kepada Melda tapi matanya melihat ke arah ku. Melda dan juga temna teman ku yang lainnya melihat ke arah ku.


"Ada apa cari saya kak?" Kata ku kepada kak Umam sambil melihat ke arah kak Umam.


"Ini buat kamu, oiya aku sambil mau ngasih tau ke kamu kalau coklat yang ada di tas mu itu aku yang naruh, maaf kalau aku gak sopan tapi kalau aku taruh di dekat tas mu nantik di ambil orang jadi aku masukkan ke dalam tas mu maaf ya" kata kak Umam kepada ku sambil memberikan sepucuk surat kepada ku.


"Oh iya gak papa kok kak" kata ku kepada kak Umam sambil mengambil surat yang dia berikan kepada ku.


"Ya sudah kalau gitu baca suratnya ya. Aku permisi dulu" kata kak Umam kepada ku dia dan teman temannya pun pergi.


"Iya" kata ku kepada kak Umam.


Setelah dia pergi aku dan teman teman ku pun langsung kembali ke kelas saat sampai di kelas aku duduk dan menaruh surat yang di berikan oleh kak Umam kepada ku dan menaruhnya di dalam tas ku.


"Jadi dia toh yang naruh coklat di tas mu Syah" kata Melda kepada ku.


"Iya" kata ku kepada Melda.


"Terus aku harus gimanain coklat yang di kasih kak Umam ini?" Kata ku kepada Melda sambil mengambil coklat yang aku taruh di dekat tas ku.


"Ya udah makan aja" kata Farah kepada ku.


"Iya makan aja Syah kita makan bareng bareng aja" kata Icha kepada ku


"Iya betul" kata Melda kepada ku.


"Ya udah nih ayo kita makan bareng bareng" kata ku kepada teman teman ku sambil memberikan coklat itu kepada teman Teman ku.


Setelah itu kami pun memakan coklat itu bersama sama. Tak sampai habis beberapa teman teman ku yang lainnya datang ya kami pun makan bersama sama. Setelah habis kami pun berbicara hal lain tak terasa hari sudah sore dan waktunya kami mandi. Saat sampai di kamar mandi sudah banyak sekali tumpukan wanita wanita yang hendak mandi. Ya karena di sini kamar mandi ya sedikit jadi kami harus mengantri dengan murid murid lainnya. Cukup lama aku menunggu belum juga giliran ku. Akhirnya sekitar satu jam kemudian giliran ku untuk mandi. Aku pun masuk ya aku memang cukup lama untuk mandi. Sekitar tiga puluh menit kemudian akhirnya aku pun selesai aku pun keluar.


"Lama banget kamu Syah mandinya" kata Juan kepada ku ya dia mengantri di belakang ku.


"Namanya juga mandi ya lama. Kalok sebentar itu namanya mandi bebek Lah" kata ku kepada Juan sambil berjalan ke arah kaca yang cukup besar yang ada di samping kamar mandi tempat ku mandi baru saja.


"Aku mandi hanya lima menit udah" kata Juan kepada ku smabil masuk.


"Kalau aku sih kalau mandi gak lama gak enak badan ku" kata ku kepada Juan.


Ya dia memang sedikit tidak menyukai ku entah lah aku juga tak tau apa yang membuatnya tak menyukai diri ku. Kata teman teman ku ya biarkan saja toh aku dan Juan juga tak dekat dan aku juga tak mengandung makan di rumahnya jadi ya sudah aku biarkan saja. Tapi kadang kalau ada saat seperti tadi ya kami memang saling sindir menyindir. Ya begitulah Juan. Setelah Juan masuk ke kamar mandi aku pun mengoleskan bedak ke wajah ku tak lupa aku memberikan sedikit liptin ke bibir ku agar tidak kering. Tak lama kemudian jugan pun keluar dari kamar mandi. Dia berdiri di samping ku.


"Dih pakek bedak segala" kata Juan menyindiri diri ku.


"Biarin pakek bedak kan kalau cewek kan emang wajib mempercantik diri bukannya memperburuk diri" kata ku kepada Juan tapi pandangan ku lurus ke arah cermin ya aku tetap menambah bedak yang ada di wajah ku.