
Setelah itu aku tak lagi berbicara dengannya aku kembali menghadapkan kepalaku ke luar jendela tak lama kemudian kami sampai di perusahaan aku turun terlebih dahulu dan setelah alzelfin keluar aku berjalan mengikutinya dari belakang saat sampai di ruangan alzelfin aku langsung ke mejaku lebih tepatnya sofa yah aku kira akan mendapatkan meja aku menyandarkan punggungku rasanya sangat nyaman dan tiba-tiba handphone ku berbunyi aku mengambilnya dari dalam tas saat aku lihat ternyata austyn yang menelfon aku langsung mengangkatnya
“halo?” kataku kepada austyn
“iya, oiya sayang katanya kamu sekarang lagi magang ya?” katanya austyn
“oh iya sayang, aku magang mulai sekarang.” Kataku kepadanya
“oh iya sudah kamu lanjutin dulu ya nantik telfon aku kalau sudah pulang?” kata austyn
“iya sayang.” Kataku kepadanya Setelah itu austyn mematikan telfon yang terhubung denganku
“siapa?” kata alzelfin
“oh ini pacarku.” Kataku sambil menatap ke arah handphoneku karena baru sekarang austyn menelfonku setelah beberapa bulan ini
“oh apa katanya?” kat alzelfin
“mmm dia tanya apa bener sekarang aku mulai magang ya aku jawab iya?” kata ku kepadanya sambil melihat alzelfin
“oh gitu.” Kata alzelfin sambil memalingkan wajahnya dariku
Aku bingung kenapa dengannya mmmm mungkin dia lagi capek, setelah itu aku memberitahukan kepada alzelfin kalau sekarang sudah waktunya untuk menemui klien dari PT. Maju Joyo kami langsung berjalan menuju ke ruang meeting saat akan sampai di ruang mmeting kami bertemu dengan direktur dari PT.Maju Joyo alzelfin bersalaman dengan direktur dari PT. Maju Joyo setelah itu kami berjalan ke ruang meeting untuk membicarakan tentang
perencanaan pembangunan yang sedang berlangsung sekitar jam 5 sore meeting itu baru selesai aku dan alzelfin kembali ke ruangan saat sampai aku langsung merebahkan punggungku di kursi sofa
“iya lumayan pak?” kataku sambil membetulkan tempat dudukku
“kok sudah manggil pak” kata alzelfin
“iya biar lebih sopan ini kan di kantor.” Kataku sambil tersenyum kepadanya
Tak lama kemudian ada seorang laki-laki berbaju hitam-hitam masuk ke dalam ruangan dan memberikan sebuah document kepada alzelfin dan alzelfin memberikan sebuah amplop warna coklat kepada
laki-laki itu setelah melihat isi amplop dia langsung keluar dari ruangan. Aku ingin bertanya kepada alzelfin tapi saat aku melihatnya dia sedang fokus membaca document yang tadi di berika oleh laki-laki berpakaian hitam aku
mengurungkan niatku dan kembali memeriksa document yang ada di depanku dan aku mengatur ulang jadwal yang akan dilakukan oleh alzelfin besok sekitar 1 jam semua sudah selesai aku merentangkan tangan kea rah depan agar otot-otot tanganku menjadi lemas kembali saat aku melihat jam sudah hampir jam 7 malam saat aku melihat alzelfin dia pun melihat kepadaku entah apa yang di lihatnya apa make upku berantakan atau rambutku aku mengambil kaca di dalam tasku saat aku lihat semuanya tampak baik-baik saja aku kembali melihat ke arah alzelfin dia tetap menatapku dengan pandangan yang tak dapat aku mengerti.
“kenapa pak?” kataku kepadanya
“apanya yang kenapa?” katanya balik bertanya kepadaku
“mmm anda kenapa melihat saya dari tadi?” kataku kepadanya
“jika suatu hari orang yang kamu cintai meninggalkan orang lain demi keluarganya apa yang akan kamu lakukan?” katanya kepadaku aku bingung harus menjawab apa jadi aku jawab sebisaku
“aku akan meninggalkannya toh dia memilih keluarganya tak ada yang salah kan, karena semua orang tua tau apa yang terbaik untuk anaknya dan apa yang buruk untuk anaknya, kenapa anda bertanya seperti itu kepadaku apa kekasih anda di ambil oleh orang lain?” kataku kepadanya