Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 54


Saat sampai aku membuka pintu dengan keras, dan mengemasi barang-barangku aku berjalan menghampiir alzelfin


“aku berhenti?” kataku sambil meninggalkannya


Aku berlari keluar aku mendengar kalau alzelfin memanggil manggil namaku saat membuka pintu aku melihat laki-laki yang baru saja aku tabrak. Aku tak memperdulikannya aku berlari meninggalkannya saat sampai di lobi aku berlari keluar dan memberhentikan taxi yang sedang lewat dan memberikan alamat apartement ku kepadanya saat di perjalanan aku menangis mengingat perkataan mereka. Aku sangat marah dengan mereka aku ingin sekali menampar wanita wanita itu terutama menampar wajah bella itu. Dia sudah lumayan tua bahkan saat melihatnya lebih baik wajah mamaku dari pda dirinya dan dia masih belum menikah. Apa kah pantas seorang seperti itu mengatakan hal yang tak benar.


Saat sampai aku langsung berlari ke kamarku. Ratna dan Jason yang melihatku pulang sambil menangis menghampiriku dengan bingung. Mereka bertanya kepadaku ada apa denganku sehingga aku pulang dengan keadaan menangis aku tak menjawab pertanyaan mereka aku terlalu marah dan lelah untuk menceritakannya dan tak berapa lama aku mendengar suara pintu apartementku terbuka dan ada yang berlari kea rah kamarku.


“sya maaf?” katanya dan aku tau itu suara milik alzelfin


“ada apa ini, kenapa syasa pulang dengan keadaan menangis?” kata ratna marah kepada alzelfin


“aku juga gak tau, waktu itu dia kembali dalam keadaan menangis lalu pergi bahkan bilang kalau dia mau berhenti magang?” kata alzelfin bingung


“saya coba bicara kamu kenapa, aku bingung sya?” kata ratna


“iya sya aku khawatir sama keadaan kamu kalau kamu seperti ini?” kata alzelfin aku mencoba untuk duduk di atas tempat tidurku


“aku gak papa cuman mau berhenti.” Kata ku kepada mereka


“oke gak papa kalau kamu mau berhenti, dan yang buat kamu nangis itu apa?” kata ratna kepadaku


“apa gara-gara gossip itu?” kata alzelfin menebak dengan tepat


“gossip, gossip apa?” kata ratna bingung


“iya adalah gossip yang gak bener, dan aku juga sudah cari tau siapa di balik penyebar gossip ini?” kata alzelfin kepada ratna dan Jason


“mmm ya sudah, kamu istirahat dulu ya.” Kata ratna Aku menganggukan kepala, dan mencoba untuk tidur


Saat bangun aku melihat jam sudah jam 8 malam aku tidur sangat lama, sampai badanku pegal dan kepalaku sangat pening ini akibat tadi aku langsung tidur setelah menangis. Aku bangundan berjalan keluar sambil memegang kepalaku.


“kamu butuh apa sya?” kata ratna kepadaku


“aku cuman mau ambil obat kepalaku sakit.” Kataku sambil berjalan ke arah kulkas


“kamu makan dulu meskipun sedikit.” Kata ratna sambil berjalan ke arah dapur dan mengambil sup untuk ku makan. Dan aku mengingat masakan ratna mungkin ratna mengerti dengan tatapanku dia tersenyum


“ini masakan Jason kok, tenang ini enak.” kata ratna kepadaku


Aku mengambil sup itu dan memakannya sampai habis setelah selesai aku mengambil dan meminum obat itu. Setelah minum aku berjalan ke sofa di depan TV dan membaringkan tubuhku di sofa panjang rasa pening kepalaku sudah lumayan berangsur hilang. Tak lama kemudian bell apartementku berbunyi Jason berjalan ke arah pintu saat membuka aku melihat alzelfin masuk dengan beberapa kantong plastic di tangannya setelah itu dia menaruh kantong plastic itu di meja depan TV dan berjalan ke arahku. Aku langsung duduk, dia duduk di sampingku menghadap ke arahku.


“apa?” kataku kepadanya


“aku sudah urus semua orang yang ngebuli kamu, dan aku juga sudah pecat mereka semua jadi kamu gak usah khawatir. Dan kamu bisa masuk mulai kerja mulai besok?” kata alzelfin menjelaskan kepadaku


“tapii.” Kataku bingung


“sudah kamu tenang ajah, mulai sekarang gak bakalan ada yang ganggu kamu atau gossip karena aku sudah buat peraturan baru di kantor.” Kata alzelfin


“tapi aku besok mau bantuin ratna pindahin barang-barang sambil mau beres-beres di rumah ratna.” Kataku kepadanya karena besok ratna akan pindah rumah yah lebih tepatnya pindah apartement


“oke gak papa, biar kamu tenang kamu bisa masuk hari senin?” kata alzelfin


“mmm oke.” Kataku kepadanya


Setelah itu kami memakan makanan yang di belikan oleh alselfin. Bahkan ada makanan favoritku aku melihat ke arah alzelfin dia tersenyum kepadaku aku terus memandanginya karena aku bingung mengapa dia melakukan ini


semua tapi aku aku ingin bertanya tapi aku tau jawabannya dia pasti akan bilang kalau aku penyelamatnya tapi aku tak pernah merasa seperti itu sebelumnya bahkan saat aku masih kecil aku tinggal di rumah nenek sampai SMA kelas 3.


“kenapa?” kata alzelfin tiba-tiba membuatku kaget


“mmm gak papa kok.” Kataku bingung


“dari tadi kok liatin aku, sudah sukak ya sama aku?” katanya dengan pedenya dia bilang seperti itu kepada ku dengan senyum dan matanya yang berkedip ke arahku


“mmm sudah deh, sekarang aku gak mau mikirin itu lagi?” kataku kepadanya


“oke oke.” Katanya


Setelah itu aku kembali mengambil makanan dan memakannya aku tak mau memikirkannya lagi toh jawabannya akan sama saja lebih baik sekarang aku nikmati dulu makanan ini. Setelah selesai makan kami masih berbincang bincang dan berbicara tentang liburan bulan depan. Aku tak sabar menanti hari itu tapi aku harus sabar karena aku juga harus menunggu gaji pertamaku. Sedang asik berbincang bincang ratna melihat jam dan mengatakan kalau sekarang sudah jam 2 pagi aku melihat jam dan ternyata betul karena awalnya aku tak percaya dengan apa yang di ucapkan ratna saat aku melihat jam tenyata benar apa yang di ucapkannya. Setelah itu aku dan ratna masuk ke kamar untuk tidur karena besok pagi masih ada perkerjaan yang menunggu kita. Alzelfin tak pulang dia menginap


disini katanya biar enak besok waktu bantu bantu pindahan jadi Jason menemani alzelfin di depan TV aku memberikan selimut kepada alzelfin untuk di gunakannya karena cuacanya sekarang lumayan dingin.


“aku mana sya?” kata Jason karena dia melihat aku memberikan selimut kepada alzelfin


“ya minta sama ratna!” kataku kepada Jason


“makasih sayang.” Katanya


Aku yang melihat mereka rasanya sedikit iri dengan kemesraan mereka. Dia pernah di kecewakan satu kali oleh pacarnya dulu dan sekarang dia sudah bertemu dengan jodohnya. Bahkan Jason sangat mencintainya dan sebentar lagi mereka akan mempunyai buah hati. Aku melihat mereka dengan senyum masam. Lalu ada yang memegang pundakku siapa lagi kalau bukan alzelfin


“tenang nantik kamu juga gitu.” Kata alzelfin berbisik di telingaku


“sudah deh gak usah ngomong yang ngak jelas, udah lah aku mau masuk mau tidur dulu ngantuk.” Kataku kepada alzelfin sambil meninggalaknnya pergi ke kamar


“kenapa dia?” kata ratna


“gak tau aku hanya bisikin dia, dia pas masuk.” Kata alzelfin


Yah itu yang aku dengar waktu aku sudah masuk ke dalam kamar aku tersenyum mengingat ekspresi alzelfin barusan. Seperti anak anjing yang di tinggalakan oleh majikannya. Aku naik ke atas tempat tidur saat aku akan tidur tiba-tiba handphone ku berbunyi menandakan apa pesan masuk. Aku mengambilnya dan membuka pesan itu dan pesannya dari austyn


Yah itu yang dia kirim kepadaku. Apa peduliku dia mau kemana mau mati aku juga gak peduli sama dia. Aku menaruh  handphoenku dan tidur.


Saat aku bangun aku melihat jam ternyata sudah jam 9 pagi. Aku bangun mandi dan bersiap-siap untuk membereskan rumah ratna yang baru. Setelah selesai aku keluar dan mulai membantu ratna menaruh barang yang akan di bawa ke dalam kardus. Sekitar tiga jam kamu berberes akhirnya selesai dan tinggal membawanya ke lantai atas. Dan itu adalah tugas alzelfin dan Jason jadi aku dan ratna menunggu di apartementnya kami menunggu sebentar dan tak lama kemudian Jason dan alzelfin datang dengan barang yang di bawanya setelah itu mereka kembali membawa barang yang masih belum di ambil sedangkan aku dan ratna mulai menata barang barang yang barusan di bawa oleh alzelfin dan Jason. Setelah selesai alzelfin dan Jason membawa semua barang kami mulai membenahi barangnya sekitar 2 jam kami istirahat.


Saat sedang istirahat perut ku berbunyi menandakan kalau aku lapar lalu alzelfin dan Jason pergi membeli makanan di restoran depan apartement kami sekitar 1 jam mereka sudah datang. Lalu kami mulai makan


setelah itu kami mulai memberekan barang-barang lagi sekitar jam 4 sore semua sudah selesai. Setelah itu aku ingin pulang untuk mandi dan kembali lagi tapi alzelfin dan Jason melarangku entah kenapa dengan mereka saat aku mengatakana akan pulang mereka langsung bilang jangan dan bilang kalau aku di suruh mandi di sana. Tapi bajuku ada di apartementku. Awalnya aku memaksa tapi mereka tetap tak memperbolehkanku untuk pulang


Al hasil aku mandi di apartement ratna dan meminjam baju milik ratna karena mereka beruda tak memperbolehkan aku untuk pulang, setelah itu kamu makan-makan tadi waktu aku mandi alzelfin dan Jason membeli makanan . setelah selesai kami duduk-duduk di balkom apartement ratna dengan pemandangan kota amerika ini yang sangat luas. Indahnya pemandangan lampu-lampu kota berwarna warni di bawah mobil dan sepeda motor berlalu lalang dengan lampunya yang tampak indah. Dan di langit dengan bintangnya sangat indah andai saja aku bisa menikmati ini setiap hari mungkin hidupku akan sempurna. Aku bersyukur memiliki sahabat yang selalu ada di saat aku dalam  keadaan susah mau pun senang sampai mereka berdua datang di hidupku.


Tak terasa hari sudah berganti malam, aku pulang ke apartement. Saat sampai aku langsung mandi dan mononton TV rumah sangat sepi karena ratna dan Jason memutuskan untuk pindah hari ini, biasanya rumah rame dengan  candaan Jason dan ratna atau saat mereka sedang bertengkar dan akhirnya Jason yang harus mengalah meskipun  itu kesalahan dari ratna saat mengingatnya membuatku tersenyum sediri.


Saat aku membuka mata tak terasa hari sudah pagi, aku baru sadar kalau aku tertidur di sofa dengan TV yang masih menyala. Aku membuka semua gorden agar cahaya masuk dan membuka jendela agar udara menjadi segar. Setelah itu aku mandi karena hari ini tak ada kerjaan aku hanya memakai jeans pendek dengan kaos saja. Sambil menonton TV dan beberapa camilan yang menemaniku untuk bermalas malasan. Saat seperti ini aku ingin kuliah tapi aku masih magang dan di kampus tak ada yang boleh kembali ke kampus sampai skripsi selesai dan magang pun selesai dan itu masih 7 bulan lagi . aku menghela nafas karena mulai bosan. Aku berjalan ke arah balkon menikmati pemandangan. Dan tak ada yang menarik tiba-tiba bell apartementku berbunyi siapa biasanya kalau ratna langsung masuk karena ratna tau kata sandi pintu.


Aku melihat dari lubang kecil pintuku, disana berdiri seseorang dengan pakaian serba hitam aku tak membuka kan pintu dan terus memperhatikannya lalu dia berbalik dan memencet bell lagi saat dia menunjukan wajahnya aku tau


kalau dia alzelfin. Aku membuka kan pintu dan menyuruhnya untuk masuk


“ayo masuk?” kataku kepadanya dia mengangguk dan duduk di sofa


“apa itu kok banyak banget?” kataku kepada alzelfin karena dia membawa beberapa kantong plastic yang lumayan banyak, lalu dia menaruhnya di meja depan TV


“ini makanan buat kamu?” kata alzelfin


“tapi aku masih banyak makanan di kulkas?” kataku kepadanya karena memang betul di kulkas masih penuh dengan beberapa bahan untuk masak atau pun makanan cepat saji


“gak papa kok ini makanan cepat saji semua jadi kamu gak perlu repot-repot masak, kan kamu gak tau masak?” kata alzelfin mengejekku


“mmm iya ya makasih.” Kataku kepadanya


“ratna gak kesini?” katanya kepadaku


“ngak mungkin dia masih sibuk masak.” Kataku kepadanya


“denga makanan yang super asin dan pahit itu.” Katanya sambil tertawa


“hhaaa iya, kalau Jason makan itu tiap hari pasti dalam 1 minggu tekanan darahnya naik drastic.” Kataku sambil tertawa


Setelah itu kami berbincang-bincang yang membuatku tertawa lepas, tanpa sadar aku baru ingat kalau ini adalah pertama kalinya aku tertawa lepas seperti ini setelah putus dengan austyn beberapa hari yang lalu tapi aku


sudah berjanji kepada ratna bahwa ini semua sudah menjadi masa lalu untukku dan aku tak akan mengingatnya kembali.


“sya?” kata alzelfin


“mm kenapa?” kataku masih fokus dengan TV di depanku dan makanan yang ada di tanganku


“I love you?” katanya kepadaku


“mmm sudah deh gak usah mulai lagi, kamu kan tau kalau aku masih gak mau.” Aku terdiam karena alzelfin menutup mulutku dengan tangannya


“iya aku tau, tapi aku kan hanya bilang kalau aku itu cinta sama kamu. Dan aku akan nunggu kamu sampai kapan pun Karena kamu punya aku.” Kata alzelfin


“mmm iya iya terserah kamu dah.” Kataku kepadanya


“kamu mau makan aku siapin ya.” Kata alzelfin berjalan ke arah  kulkas


“mmm iya dah, makasih ya sebelumnya.” Kataku kepadanya


Sekitar 30 menit alzelfin membawa dua bungkus makanan dan memberikannya kepadaku satu.