
Setibanya dirumah Febby langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Entah mengapa hatinya sakit mengingat apa yang dilihatnya tadi dikantor. Tanpa sadar Febby tertidur sampe sore, dia tiba tiba terbangun karena Dea membangunkannya memberi tahu bahwa kak Neddy datang.
Febby seketika terlonjak dan lngsung turun dari kasur nya untuk menemui Neddy. Entah mengapa dia begitu gembira mendengar Neddy datang.
" Neddy .... "
" Haii Elsaku, hemmm rupanya tuan putriku tetap cantik ya meskipun baru bangun tidur, " ucap Neddy sembari menatap lembut Febby.
" Apaan sih jangan panggil Elsa trus dong aku kan malu. Lagian kamu katanya mau kesini nanti malam kok sore gini udah datang? " ucap Febby manja sambil sedikit menguap.
" Aku mau ajak kamu jalan jalan, cepat mandi sana gih. "
Seketika Febby langsung mengiyakan ajakan Neddy dan bergegas untuk mandi. Tak butuh waktu lama untuk mandi kini Febby sudah keluar dengan dress putih rambut tergerai indah membuatnya semakin cantik.
"Gleeekkkkk...." Neddy menelan ludah melihat Febby yang begitu cantik dan sangat anggun.
" Udah yokkk .... " ajakan Febby membuyarkan lamunan Neddy.
" Ok ayok tuan putriku, hehe habis mandi tambah cantik ya. "
Febby hanya bisa tersenyum malu dipuji oleh Neddy. Mereka masuk mobil dan mobil melaju menembus ramainya jalanan kota.
Tapi tiba tiba mobil mereka dihadang mobil ditengah jalan, dan terpaksa Neddy menghentikan mobilnya. Belum sampai Neddy turun, pintu mobil Neddy sudah dibuka paksa oleh seseorang dan langsung memukuli Neddy.
" Beraninya kau membawa pergi kekasihku, rasakan ini , " geram pria itu sambil memukul Neddy.
Febby yang melihat itu langsung turun dan menghentikan mereka. Dan tangan Febby langsung ditarik pria itu kedalam pelukannya.
" Siapa dia Elsa, " tanya Neddy sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah.
" Sudah kukatakan aku adalah kekasihnya, " jawab pria itu dengan sombongnya.
" Neddy maafkan aku. Dia adalah Tuan Angga bos aku, ah maksudnya kekasih aku, " jawab Febby gugup.
Tuan Angga lalu menarik Febby pergi meninggalkan Neddy dan membawanya naik kemobilnya. Febby hanya bisa diam tak menolak karena takut Tuan Angga marah dan Neddy yang kena imbasnya.
" Rupanya kau ingin membalas aku perihal tadi siang ya, hem? " tanya Tuan Angga datar tanpa ekspresi.
" Ok, kali ini aku maafkan kau. Tapi sebagai gantinya kau harus menemaniku malam ini, ya sekedar jalan jalan. "
Febby hanya mengangguk pelan, rasanya dia ingin berkata tidak namun tidak berani mengucapkannya. Dia lebih memilih diam, sepanjang perjalanan Febby hanya diam hingga Tuan Angga yang bertanya duluan membuka percakapan.
" Sayang maaf mengenai tadi siang, itu semua tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya ingin membuatmu cemburu, " ucap Tuan Angga memecah pembicaraan.
" Kau tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku. Saya cukup tau diri dan ya maafkan saya tadi yang pulang lebih awal tanpa izin terlebih dulu. "
" Jadi kau memaafkanku? ya aku tau kau pasti memaafkanku kan sayang, " ucap Tuan Angga sambil mengelus elus rambut Febby.
flash back on
Sebenarnya sesudah Febby pergi meninggalkan Tuan Angga dengan Siska, Tuan Angga juga langsung mengusir Siska pergi dari ruangannya.
" Sudah lepaskan, sekarang kau boleh pergi, " ucap Tuan Angga datar kepada Siska setelah melihat Febby pergi.
" Tidak sayang, aku mau slalu disini bareng kamu, " ucap Siska manja sambil mengeratkan pelukannya.
" Pergi sekarang juga, kau sudah tidak dibutuhkan lagi. Memangnya kau pikir aku benar memaafkanmu? aku tadi hanya ingin membuat kekasihku cemburu. Pergilah sebelum aku melakukan hal buruk padamu, " ucap Tuan Angga dingin.
Lalu Siska dengan wajah kesal dia pergi meninggalkan Tuan Angga. Sedangkan Tuan Angga terlihat senang karena melihat Febby cemburu padanya.
flash back off
Febby hanya mengangguk pelan mendengar penjelasan Tuan Angga. Entah mengapa hatinya terasa lega mendengar penjelasan itu.
Haihh ... kenapa denganku, kenapa aku sangat senang saat tau dia tidak mencintai wanita itu lagi.
Akhirnya mobil mereka berhenti disebuah restoran mewah. Mereka turun dari mobil dan langsung disambut oleh para pelayan. Mereka mengantar Febby dan Tuan Angga menuju kursi yang dipesan.
Namun anehnya, tidak ada satu pengunjungpun direstoran itu, hanya ada Mereka berdua saja.
" Mengapa restoran ini sepi sekali, " celetuk Febby ketika melihat sekeliling nampak sepi.
" Iya restoran ini sudah dipesan oleh Tuan Angga untuk satu malam nona, " jawab salah satu dari pelayan itu. Sedangkan Tuan Angga hanya tersenyum sombong.