Terpaksa Menikahi Duda Tampan

Terpaksa Menikahi Duda Tampan
Pengakuan Neddy


" Memangnya kamu mau minta tolong apa? " tanya Neddy sembari menggeser duduknya menjadi lebih dekat dengan Febby.


" Dea diculik, aku tidak tahu harus minta tolong siapa, " jawab Febby menunduk dan tanpa sadar dia meneteskan air mata.


Sebenarnya Neddy tidak tega melihatnya seperti itu, namun hanya itu satu satunya cara agar dia bisa mendapatkan Febby.


" Tenanglah, Dea baik baik saja kok. Sudah ya jangan nangis lagi nanti cantiknya ilang lho, " ucap Neddy menghibur Febby sambil mengusap air mata yang menetes.


" Bagaimana mungkin dia baik baik saja, kau tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika aku tidak memenuhi permintaannya. "


" Memangnya apa yang diminta, uang? "


" Bukan, dia meminta aku membunuh .... " Febby tidak meneruskan kata katanya. Neddy pasti akan sangat kaget jika dia mengatakan bahwa dia harus membunuh suaminya. Sedangkan Neddy belum mengetahui pernikahannya yang begitu mendadak.


" Membunuh siapa? " Tanya Neddy penuh selidik, berpura pura dia tidak tau apa apa.


" Dia memintaku membunuh seseorang, kau tau kan aku tidak mungkin melakukan hal kriminal seperti itu. "


" Kau hanya punya dua pilihan, Dea atau seseorang itu. "


Neddy berusaha mengompori Febby berharap agar Febby melakukan sesuai permintaannya.


" Kau menyuruhku untuk menjadi kriminal, percuma aku minta tolong denganmu, " jawab Febby ketus kemudian berlalu meninggalkan Neddy.


Neddy tidak ingin kehilangan Febby, maka dia akan menjadikan dirinya sebagai dewa penolongnya.


" Baiklah aku aku akan membantumu, tapi dengan satu syarat. "


Febby kemudian menghentikan langkahnya setelah mendengar jawaban dari Neddy.


" Apa syaratnya, " jawab Febby sambil membalikkan badan dan mendekati Neddy kembali.


" Aku ingin kau menjadi istriku. Elsa sebenarnya aku sudah lama jatuh cinta padamu, " Neddy memberikan penawaran.


" Kau ... tapi aku tidak bisa melakukan itu. "


" Kenapa, apa kau tidak ingin Dea selamat? bukankah kau juga tidak ingin membunuh seseorang? "


" Ya tapi aku juga tidak bisa menikah denganmu. Neddy sebenarnya aku sudah menikah. "


Febby menjawab lirih sambil menunduk. Dia takut jika Neddy akan marah padanya.


" Aku tau itu, aku tau kau menikah dengan Angga Wijaya. Dan satu hal yang harus kau tau dalang dibalik penculikan Dea itu adalah aku, " jawab Neddy mengakui semuanya karena dia sudah tidak tahan jika harus berpura pura.


" Apa kau? kau bercanda kan? " Febby masih tidak percaya dengan pengakuan Neddy.


" Aku serius, dan kau hanya punya 2 pilihan Elsaku sayang. Tinggalkan suamimu dan Menikahlah denganku, atau kau memang sudah tidak sayang dengan adikmu, " ucap Neddy santai namun dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.


" Kau ... !!! kau jahat aku benci denganmu! " teriak Febby sambil memukul mukul dada bidang Neddy.


Namun tangan Febby dapat ditampis oleh Neddy dan memeluk Febby erat didalam pelukannya.


" Ketahuilah suamimu tidak mencintaimu, dia menikahimu karena ingin membuatku sakit hati. "


" Apa maksudmu, " Febby masih tidak mengerti dengan perkataan Neddy.


" Dia menikahimu karena tau bahwa aku mencintaimu. Dia ingin membalaskan sakit hatinya dimasa lalu saat istrinya berselingkuh denganku. "


" Jadi yang dia bilang menjadikanku sebagai alat balas dendam itu .... " Febby tak meneruskan kata katanya, air matanya mengalir deras keluar dari mata indahnya.


" Lalu dimana Dea. "


" Dea baik baik saja, dia ada dirumahku bahkan sekarang dia sedang sekolah, " ucapnya tersenyum sambil mengusap air mata Febby.


" Lalu waktu dia menelfonku minta tolong itu? "


" Itu bukan suara Dea, " jawab Neddy sambil tersenyum hangat kepada Febby.


Flash Back On


Dea langsung mengiyakan ajakan itu. Dea berpikir tinggal dirumah Neddy juga tidak masalah.


" Maaf dengan Dea? " tanya Han yang turun dari mobilnya menghampiri Dea yang sudah keluar dari gerbang sekolah untuk Pulang.


" Iya kak, maaf kakak siapa ya dan ada perlu apa mencari saya? "


" Saya Han temannya Neddy, kau pasti sudah mengenalnya bukan? Aku disuruh menjemputmu kata kakakmu kau sementara tinggal dirumah Neddy dulu. "


" Emm tapi kenapa kakak tidak menelfonku ya, " jawab Dea yang masih curiga dengan Han.


" Kakakmu sedang sibuk, coba saja kau telfon Neddy kalau tidak percaya, " Han mencoba mencari alasan agar Dea tidak menelfon Febby.


" Oh iya aku telfon kak Neddy langsung aja deh, " jawab Dea spontan dan langsung menghubungi Neddy.


" Bagaimana benar kan,aku bukan penculik? " ucap Han terkekeh melihat tingkah Dea yang menaruh curiga dengannya.


" Hehe iya kak, yasudah ayok pulang. Aku sudah capek banget nih, " jawab Dea langsung nyelonong masuk kedalam mobil.


Flash Back Off


Febby lalu tersenyum lega ternyata Dea aman. Tapi dia juga sedih mengingat ucapan Neddy yang mengatakan bahwa Tuan Angga menikahinya hanya karena dendam.


" Ya sudah aku titip Dea ya, jaga dia baik baik. Aku pulang dulu. "


" Kenapa kau masih mau pulang kerumahnya, dia tidak mencintaimu Elsa, " cegah Neddy yang tidak ingin Febby kembali pulang kerumah Angga.


" Ned, walau bagaimanapun dia suamiku sekarang. Meskipun tidak ada cinta diantara kita tapi aku harus tetap pulang. Aku harus menyelesaikan masalah ini. "


Jawab Febby tegas dan berlalu begitu saja meninggalkan Neddy.


Neddy tersenyum penuh kemenangan, walaupun dia gagal dengan rencananya tapi setidaknya dia sudah berhasil menghasut Febby untuk meninggalkan Angga.


Setibanya dirumah Febby langsung mencari dimana suaminya. Dan dia melihat suaminya sedang mengobrol ditaman belakang dengan Marcel.


Dengan raut wajah yang sangat marah Febby menghampiri Tuan Angga dan langsung menamparnya.


" Plakkkkk. "


Tuan Angga dan juga Marcel sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Febby. Sontak Tuan Angga marah dan balik menampar Febby.


" Plakkkk ... "


" Beraninya kau menamparku. "


" Kau jahat, ******** aku membencimu !!! "


Febby menatap Tuan Angga dengan tatapan benci sambil memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan balik yang diberikan suaminya.


" Apa salahku kenapa kau tiba tiba seperti ini, jawab aku! " Tuan Angga pun juga ikut terbawa emosi. Marcel hanya diam melihat pertengkaran itu, ingin melerainya namun tidak mungkin. Emosi mereka sedang tidak stabil yang ada nanti malah Marcel yang menjadi sasaran.


" Kau menikahiku hanya karena kau ingin membalaskan sakit hatimu dengan Neddy kan! jawab aku jawab! " kemarahan membuatnya berani berbuat hal seperti kepada suaminya.


" Siapa yang memberi tau kau dengan hal ini,apa habis menemui laki laki itu? "


" Kau tidak perlu tahu yang jelas semua yang kukatakan itu benarkan? jawab Angga jawab! " Febby menjawab dengan kalap dan suaranya menjadi melemah sambil menarik jass Tuan Angga sampai akhirnya dia terduduk didepannya sambil menangis.


" Kenapa kau lakukan ini, apa salahku denganmu. Kenapa ... kenapa jawab! " suara Febby yang semakin melemah dan hampir tak terdengar.


Tuan Angga duduk dan langsung memeluk Febby dengan sangat erat. Namun tubuh Febby lemas tak ada respon sama sekali. Febby pingsan dipelukannya.


" Sayang ... sayang bangun, hey Febby ...." ucap Tuan Angga sambil menggoyah goyahkan tubuh Febby. Kemudian dia membopong Febby ke kamar dan diikuti Marcel.


Neddy Mahesa