
" Tuan .... " ucap Febby setengah berteriak karena kaget.
Tuan Angga hanya tersenyum melihat kedatangan Febby.
" Selamat datang sayang, selamat bergabung diperusahaanku. Aku tau kau pasti akan kembali padaku, " ucap Tuan Angga menyambut Febby dengan senyumannya.
Bagaimana bisa aku masuk kedalam perusahaannya? Sial ....
" Maaf Tuan saya permisi, saya tidak jadi melamar kerja disini, " ucap Febby seraya melangkah pergi.
" Pergilah namun aku pastikan adikmu tidak dapat sekolah. Akan kupastikan kau tidak diterima di Perusahaan manapun. Kau butuh uang banyak bukan untuk biaya adikmu, pikirkanlah itu. "
Seketika Febby menghentikan langkahnya. Perkataan Tuan Angga memang benar adanya. Dia membutuhkan uang banyak untuk Dea. Akhirnya dengan terpaksa Febby memutarkan badannya dan mau bekerja di perusahaan Tuan Angga sebagai sekertarisnya.
" Baiklah Tuan, saya mau bekerja dengan anda, " ucap Febby datar tertunduk. Senyum licik penuh kemenangan mengembang diwajah Tuan Angga.
Aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang.
Seharian Febby bekerja dengan Tuan Angga dengan perasaan canggung dan akhirnya jam pulang tiba juga. Febby menghela nafas panjang. Dia lega akhirnya selesai juga 1 hari yang membosankan sekaligus menyebalkan untuknya.
Hari kedua Febby masuk kantor, dia sudah mulai untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya terlebih dengan bosnya, Tuan Angga.
" Kita ada meeting nanti siang jm 11, siapkan semua berkas-berkasnya. "
" Baik pak, " jawab Febby singkat.
Tiba-tiba datang seorang wanita cantik tinggi putih berambut panjang. Memakai dress warna merah selutut dengan hillsnya yang menambah keanggunannya.
" Sayang ... aku kangen sama kamu, " ucap wanita itu langsung memeluk Tuan Angga.
Febby yang belum sempat pergi menyaksikan adegan itu.
" Ada apa kau kemari ?! Kurasa kita sudah tidak ada hubungan apapun, " bentak Tuan Angga sinis.
" Sayang ... aku minta maaf dulu aku pernah menghianatimu dan meninggalkanmu, tapi aku menyesal. "
" Simpan saja kata maafmu itu karena aku sudah punya kekasih sekarang. "
" Kekasih? Siapa kau bercanda kan? Angga aku tau kau sangat mencintaiku kau tidak mungkin mencintai wanita lain selain aku, " ucap wanita itu tidak percaya dengan ucapan Tuan Angga.
" Aku tidak bercanda, dia adalah kekasihku, " ucap Tuan Angga seraya berjalan mendekat kearah Febby dan melingkarkan lengannya dileher Febby.
" Tidak ... kau tidak boleh mencintai siapapun selain aku. Kau hanya milikku! Milikku! " bantah wanita itu tidak percaya dengan perkataan Tuan Angga.
" Terserah kau percaya atau tidak yang jelas dia adalah kekasihku. Dan aku akan segera melamarnya, jadi silahkan kau keluar dari sini, " ucap Tuan Angga masih dengan melingkarkan tangannya dileher Febby.
Wanita itupun pergi dengan marah-marah sedangkan Febby hanya bisa diam seribu bahasa tidak mengerti dengan perkataan bosnya.
" Maaf Pak apa maksud anda tadi, " tanya Febby sambil melepaskan tangan Tuan Angga yang masih melingkarkan lengannya.
" Kurasa kau sudah mendengarnya tadi, bahwa kau kekasihku, " jawab Tuan Angga santai.
" Kekasihmu, sejak kapan aku menjadi kekasihmu, bahkan aku tidak mencintaimu. "
" Sejak hari ini dan seterusnya, akan kubuat kau mencintaiku. "
" Saya tidak bisa Tuan, tolong jangan libatkan saya dengan masalah anda dan kekasih anda itu, " ucap Febby menolak dengan halus.
" Dia bukan kekasihku, dia adalah Siska mantan istriku. Dia berselingkuh dariku dan meninggalkanku. Jadi dia bukan siapa-siapa, "
jawab Tuan Angga sembari menarik Febby kedalam pelukannya.
" Aku mencintaimu Febby, aku jatuh cinta padamu. Kuharap kau tidak menolakku, jika kau memang masih sayang dengan adikmu, " ucap Tuan Angga berbisik ditelinganya sambil memeluknya.
Febby seketika kaget karena lagi-lagi dia menggunakan Dea sebagai senjatanya. Dia tau bahwa Dea adalah prioritas utamanya sekarang sejak ayahnya meninggal.
" Ya baiklah terserah anda saja. Saya permisi dulu, saya harus mengurus berkas-berkas ini untuk meeting nanti, " jawabnya asal seraya pergi meninggalkan ruangan Tuan Angga.
Tuan Angga tersenyum penuh kemenangan.
Sedangkan Febby merasa kesal karena tidak punya pilihan lain selain menerima menjadi kekasihnya.
Bagaimana mungkin aku menjadi kekasih manusia menyebalkan itu, dia hanya menambah beban hidupku saja.
Jam menunjukkan pukul 10:45. Febby bergegas menyiapkan berkas untuk meeting bersama Tuan Angga menuju keruang meeting. Setelah selesai meeting Tuan Angga mengajak Febby untuk makan siang.
Mereka berdua menjadi sorotan para karyawan yang lain saat makan siang dikantin kantor.
" Pak bos tumben banget ya mau makan siang dikantin bareng karyawannya. Mereka pasti punya hubungan spesial, " ucap salah satu karyawan.
" Itu kan sekertaris barunya pak bos, tapi mereka cocok sih cantik dan ganteng, " jawab karyawan lain menimpali.