Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Pulang


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Ucapkan selamat tinggal pada dunia" kata Pria itu lalu memasukan pistol di dalam mulut sang korban lalu menarik pelatuknya.


Dor


AAAAAAA


Bersamaan dengan pria menarik pelatuk pistol saat itu juga terdengar suara teriakan di sebelah kanan tak terlalu jauh dari. tempat mereka berdiri.


"Johan urus jasad penghianat ini pastikan tidak meninggalkan jejak apapun aku malas berurusan dengan aparat negara yang b******k itu" perintah pria bertopeng yang tak lain adalah Arkan dan di sampingnya adalah Johan.


"Baik Tuan" jawab Johan patuh


Arkana dan Johan baru saja selesai mengesekusi seorang Penghianat dalam kelompok mereka yang berani menukar barang mereka dengan barang palsu membuat Arkana murka karna sangat tidak menyukai penghianatan karna itu mengingatkannya dengan kisah masa lalunya.


Arkana yang mendengar teriakan tadi langsung bergegas mencari sumber suara sedang di sisi Aruna kini terduduk menatap kosong di depan sana.


"Aku harus bagaimana lagi agar kamu kembali. kau tidak menyukai aku nakal bukan? kau tidak suka aku terluka bukan?"


"LIHAT AKU SEKARANG NAKAL, AKU JUGA SUKA SERING MEMBUAT ORANG JENGKEL, KAU TIDAK MENYUKAI INI SEMUA BUKA?"


SRETTT


"LIHAT AKU BAHKAN SUDAH TERLUKA.... TAPI KENAPA KAU BELUM JUGA MUNCUL? KENAPA KAMU BELUM KEMBALI HIKS HIKS.... KAMU MARAH SA KAK ZILAN TIDAK APA-APA AKU AKAN MENGHUKUMNYA UNTUK MU TAPI AKU MOHON KAMU KEMBALI HIKS HIKS HIKS"


Teriakan dan tangis Aruna yang meraung-raung menggema di sekitar sungai itu. namun tak ada yang mendengar atau melihatnya dalam keadaan seperti itu.


"Kamu sudah pergi selama 9 tahun tanpa kabar bahkan nama mu saja aku tidak tahu, aku melacak semua tentang mu tapi aku tak menemukanmu. bagaimana lagi cara ku harus mencarimu? kata mu kau akan terus menjadi pelindungku tapi selama 9 tahun aku hidup tanpa dirimu." kata Aruna dengan nada bergetar karna tangisan.


"Kau tau kata orang kehilangan kekasih (orang di cintai) itu sangat sakit tapi bagiku luka dan sakit yang amat sakit adalah kehilangan mu hiks hiks...."


"Kau tau aku sekarang sudah benar-benar jatuh cinta tapi pria yang aku sukai adalah kulkas pintu 9 jika aku sakit hati siapa yang akan menjadi sandaranku? Kak Zelan? cih dia hanya akan mengomeliku kau tau 'kan akan hal itu lalu si Zilan cih dia itu taunya hanya menyelesaikan dengan otot bukan otak. kau tau mereka berdua buta akan perasaan hihihi. aku harap di saat kamu kembali kamu akan menjadi kakak iparku."


"Kau pasti sudah tumbuh menjadi wanita cantik dan pemberani tapi secantik apapun kamu pasti aku lebih cantik bukan hihihi"


Aruna terus mencurahkan segala sesuatu yang telah ia tahan di dalam hatinya selama bertahun-tahun hanya dengan begini ia akan bebas bercerita tanpa harus malu ada yang melihatnya.


Tanpa Aruna sadari apa yang telah ia keluarkan di dengar oleh beberapa orang terutama Arkana yang berada agak dekat dengan dirinya.


"Gadis itu.... bukankah dia sekretaris baru ku lalu kenapa banyak orang yang mengawasi dirinya?" guman Arkana menatap Aruna sebentar lalu melihat ke beberapa tempat yang sudah di isi dengan orang yang sama sepertinya yaitu berpakaian serba hitam.


Karna tak ingin ikut campur dengan masalah orang lain apalagi jika urusan wanita Arkan membalik dirinya lalu berjalan menjauh dari sungai.


"Bos darimana?" tanya Johan saat Arkana masuk dalam mobil.


"tidak ada" jawab Arkana singkat dan datar.


"Hanya orang mau bunuh diri" potong Arkana.


"What the F**@k gila kali tuh orang. jaman sekarang masih laku bunuh diri di tengah hutan tau gitu tadi kenapa nggak sekalian aja nih datang ke kita biar aku eksekusi sekalian" semprot Johan.


"Mana sanggup kamu 'kan pencinta goa wanita" kata Arkana menatap sinis Sahabatnya itu.


"Yang bunuh diri cewe bro" balas Johan semangat.


"Hm" Arkana hanya berdehem sebagai jawaban.


"Wahhh coba saja tadi dia datang pada babang tampan ini pasti deh aku kasih kenikmatan dulu sebelum mati" kata Johan tanpa filter.


Sedangkan Arkana yang duduk di jok belakang hanya bisa memutar mata jengah akan kelakuan sahabatnya itu yang sangat menyukai Gonta ganti lubang.


"Cielah Bos nanti juga kalau si Jon bangun dan rasain gimana nikmatnya tuh lubang Bos bakal ketagihan" kata Johan melirik Arkana lewat kaca spion.


"Semua wanita itu menjijikan lagipula aku tidak suka dengan barang bekas apalagi yang sudah di pake banyak orang" balas Arkana dengan nada jijik.


Johan yang melihat respon Arkana hanya bisa membuang wajah bukan karna benci hanya saja Johan ingin Bosnya itu normal seperti pria pada umumnya.


Bukan berarti Arkana tidak normal ya, Arkana Normal dia bisa mencintai dan tertarik pada wanita hanya saja inti dirinya tak pernah mau bangun walau harus di paksa sekalipun bahkan dulu kekasihnya ralat mantan kekasihnya sampai memberi minuman obat perangsang dengan dosis tinggi Arkana tapi tak mampu membuat inti Arkana bangun walau tubuh Arkana menginginkan sesuatu tapi kalau yang di bawah tidak bangun mau di apa.


Dulu Johan dan Arkana selalu berusaha untuk mencari obat agar dia bisa menyembuhkan kelainannya dan merasakan nafsu sempurna seperti pria pada umunya bahkan Johan sengaja menyuruh 3 orang wanita sekaligus untuk bertelanjang bulat di depan Arkana namun tidak ada hasil apa-apa hingga Penghianatan itu terjadi membuat Arkana benar-benar berubah.


Arkana yang dulunya begitu berusaha keras untuk sembuh langsung berhenti malah dia tidak ingin lagi berobat apapun yang terjadi. karna penghianatan itu pula Arkana keluar dari kediaman keluarga besarnya dan memilih pindah ke negara lain dan membangun kerajaan bisnisnya sendri hingga sukses sampai sekarang.


Sejak Penghianatan itu pula Arkana mulai membenci semua wanita kecuali ibunya yang telah tiada bagi Arkana tidak ada wanita yang benar-benar tulus selain ibunya. wanita sekarang hanya mengejar kekuasaan tahta dan harta semata membuat Arkana semakin muak akan hal itu.


Jika Arkana menyerah akan nasibnya maka berbeda dengan Johan yang terus mencari obat atau mencari dokter yang bisa menyembuhkan sahabatnya itu walau harus sembunyi-sembunyi dari Arkana namun sudah 4 tahun Johan berjuang namun belum mendapatkan obat apapun tapi tidak membuat Johan menyerah.


Di sisi lain Aruna baru saja sampai di unit apartemennya pada jam 3 dini hari. Aruna memasukan sandi hingga terdengar,


Ceklek


Aruna masuk dalam apartemen yang begitu sunyi karna Zelan dan Zilan pasti sudah tidur namun perkiraan Aruna salah saat tiba-tiba lampu menyalah.


Klik


"Princes kamu darimana?" tanya Zelan dengan datar.


"Dari luar" Jawab Aruna singkat.


"Lalu kena..... Princess kenapa tanganmu berdarah ha....? teriak Zelan berlari ke arah Aruna