Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Aceng yang menolak menyerah


"KALIAN HABISI MEREKA" teriak Sosok bertudung dengan menahan amarah.


Hiyaaaaa


BOOMMMM


Namun sayang sekali, sekali lagi anggota klan Merah tidak bisa maju karena baru saja melangkah kaki lima langkah tiba-tiba saja mereka dilempari bom dan dihujani peluru dari atas.


Bommm


Dor Dor Dor


"WOY KITA PESTA BRO...." teriak seorang pria yang memiliki warna rambut kuning yang sedang bergelantung di helikopter dengan memuntahkan peluru ke arah anggota Klan Merah.


"SIAPA LAGI MEREKA" terbaik Klan Merah.


"KALIAN CEPAT TEMBAK HELIKOPTER ITU JIKA TIDAK KITA AKAN BINASA" teriak Aceng panik.


Dor


Dor


Dor


Aksi baku tembak pun terjadi antara dua kubu yaitu Kubu Klan Merah dengan orang-orang yang berada di udara sana.


Sedangkan di sisi Raja Arthur dan yang lainnya mereka mengernyitkan alis menatap bingung helikopter yang berada di udara sana. Zilan lihat itu segera keluar dari barisan lalu berjalan ke arah belakang yang ternyata pergi menghampiri Arkana.


Sedangkan Arkana juga sedang menonton bingung ke arah helikopter di atas yang terus menyerang Clan merah sedangkan kelompoknya Malang berdiam diri karena tak ada perintah darinya. Arkana yang sedang fokus melihat helikopter di udara dikagetkan dengan Zilan yang menepuk bahunya.


"Apa mereka juga Anggota mu?" Zilan bertanya kepada Arkana dengan menunjuk helikopter di udara.


"Bukan" jawab Arkana datar.


"Lalu siapa?" beo Zilan yang menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Lebih baik kamu kembali pada posisi mu kita akan menyerang setelah aksi tembakan ini selesai" kata Arkana yang terdengar seperti perintah.


Zilan yang mendengar itu sebenarnya ingin menolak akan tetapi dia memilih menahannya karena sebenci apapun pria di depannya ini namun pria ini juga yang bersedia membantu mereka jika tidak mungkin saat ini mereka sudah dalam keadaan terdesak melihat jumlah anggota musuh saja membuat jalan-jalan kepala karena dibandingkan dengan pasukan mereka sangatlah berbeda jauh.


"Darimana kamu Pangeran Zilan?" Raja Abdul bertanya saat silat telah kembali pada bersama yang berada di belakangnya.


"Bertanya tentang pasukan itu" jawab Pangeran Zilan yang melirik helikopter yang masih terus berputar-putar di atas.


"Dia bilang mereka bukan anggotanya"


"Lalu siapa mereka?"


"Itu tidak penting yang penting mereka sudah mau membantu kita"


"KALIAN BENAR-BENAR MEMBUAT KU MARAH KALIAN HARUS MERASAKAN KEMARAHAN KU..." teriak sosok bertudung Merah yang tiba-tiba matanya berubah menjadi merah darah lalu tangannya tiba-tiba terangkat ke udara.


Bersamaan dengan terangkatnya tangan sosok bertudung Merah ke udara tiba-tiba saja beberapa helikopter bergerak tak terkendali hingga saling menabrak satu sama lain mengakibatkan terjadinya ledakan di udara.


"MAX .....!" teriak orang yang sedang bersembunyi di dahan pohon saat melihat jika Helikopter yang di gunakan pria yang bergelantung itu meledak.


"Dasar k*par*t beraninya kalian....." teriak seorang pria yang memakai pakaian serba putih.


"Serang mereka" titah pria itu yang ternyata James


"SERANG....!" teriak Raja Arthur dan Arkana secara serentak.


Hiyaaaa


Tranng


Bugh


Akhirnya beberapa kubu itu saling menyerang namun yang sebenarnya terjadi yang baku serang hanya dua kubu saja karna kubu misterius itu membantu kubu Raja Arthur.


Slasshh


"Manusia lemah seperti kalian tidak pantas menjadi lawan ku hahaha" Sosok bertudung tertawa jahat dengan terus memenggal kepala orang yang menyerangnya.


Btw mereka tidak menggunakan senjata lain selain senjata pedang/katana dan belati karna itu adalah cara perang mereka. senjata lain seperti pistol atau granat senapan bisa mereka gunakan tapi hanya awal bukan saat saling menyerang secara langsung.


Keadaan semakin memanas saat Raja Arthur bertemu dengan Aceng saudaranya sendiri. kedua saudara itu saling menatap dengan tatapan tajam.


Aceng yang menatap tajam Raja Arthur penuhi kan kebencian karna hadirnya sosok di depannya ini membuatnya tidak bisa memiliki apa yang dia inginkan sedangkan Raja Arthur menatap tajam Aceng yang benar-benar tidak berubah sehingga seperti janjinya pada seseorang kali ini mau atau tidak mau dia harus membunuh saudara beda ibu itu.


"AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUH MU ARTHUR K*P4R*T" teriak Aceng yang menyodongkan pedang ke arah Raja Arthur.


"Menyerahkan Aceng dan serahkan dirimu secara baik-baik musuh kamu sebenarnya adalah Klan merah kamu keturunan Klan Biru" ucap Raja Arthur yang masih berusaha menyadarkan Aceng untuk menyerah namun sepertinya sia-sia.


"AKU TIDAK PEDULI HARI INI KAMU HARUS MATI DAN AKU AKAN MENJADI RAJA SETELAH ITU AKU BISA MEMILIKI SOFIA SEUTUHNYA MENJADI MILIKKU"