Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Acara 2


"Mungkin untuk Sang Putri" jawab si B


"Kamu lupa yah kalau Putri Mahkota kan sedang menjalani pelatihan tertutup ini sudah 1 tahun tapi dia belum kembali dari pelatihannya"


"Siapa tau jika dia sudah kembali lagi pula kata Ayahku pesta ini untuk pelantikan Putri Mahkota secara resmi dan terbuka"


"Wah benarkah?"


"Ya selain itu Ayah ku berkata jika pesta ini juga adalah pesta pertunangan Putri Aruna"


"Jangan becanda"


"Aku tidak becanda. Ayah ku adalah salah satu Mentri yang dekat dengan Sang Raja" jawab gadis si B yang ternyata adalah anak dari Mentri kerajaan sehingga ia mengetahui banyak.


Johan dan Arkana yang tidak jauh dari posisi kedua gadis itu memasang telinga dengan tajam hingga mereka dapat mendengar bisikan-bisikan itu dengan jelas.


"Hey kalian....." panggil Johan kepada kedua gadis itu.


"Kami" kedua gadis itu menunjuk diri sendiri yang di balas anggukan kepala oleh Johan.


"Iya kalian berdua. kemarilah" panggil Johan pelan.


Kedua gadis itu saling pandang lalu mengangguk samar berjalan ke arah Johan dan Arkana.


"Ada apa Tuan?" tanya anak sang Mentri.


"Apa kalian penduduk asli kota ini?" tanya Johan.


"Ya saya adalah anak dari Mentri keuangan" jawab gadis anak Mentri.


"Saya hanya anak dari pedagang di kota ini" jawab anak pedagang.


"Apa Putri mahkota akan benar-benar bertunangan" tanya Johan kepo sambil melirik Arkana.


"Kata Ayah ku Putri Mahkota Atau Putri Ases memang akan bertunangan malam ini namun para rakyat belum ada yang mengetahui itu karna ini bisa di katakan kejutan" ungkap anak Mentri.


"Tapi bukannya aku pernah membaca di surat kabar jika Putri Ases sering menyukai lelaki tampan?"


"Memang benar. Putri Ases memang sosok gadis yang blak-blakan dan apa adanya bahkan di kota ini waktu masih remaja Putri Ases beberapa kali melamar pria untuk ia jadikan kekasihnya"


Uhukk uhukk


Arkana yang mendengar penuturan gadis itu langsung terbatuk-batuk bagaimana bisa seorang gadis mengejar pria begitu terang-terangan.


"Apa anda tidak takut jika kepala anda di penggal karna membicarakan Sang Putri Mahkota" ucap Arkana datar.


Arkana benar-benar tidak suka mendengar saat Aruna ternyata sering mengejar pria lain sebelum dirinya.


"Setampan dan sekaya apa mereka hingga mampu menarik perhatian wanita ku" umpat Arkana dalam hati.


"Itu memang kenyataannya Tuan dan Sang Raja juga mengetahui akan hal itu"


"Lalu apa kamu mengetahui siapa yang menjadi Tunangan Sang Putri Mahkota" tanya Johan berbinar-binar.


"Tentu saja aku tau. malam ini akan menjadi malam patah hati para wanita dan Pria yang mengagumi Sang Putri dan Tunangannya."


"Memang siapa Pria yang menjadi Tunangan Sang Putri?"


"Itu Jendral Narendra Pria yang paling di gilai di Negara M. Selain itu Jendral Naren adalah Jendral terkuat di kerajaan ini"


"Bagaimana bisa Seorang Putri Mahkota mau bertunangan dengan seorang Jendral yang jelas-jelas kastanya lebih rendah dari Sang Putri."


"Husss pelankan suara kamu. Jendral Narendra memang lebih rendah dari Sang Putri tapi mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Jendral Naren dan Putri Ases telah berteman sejak kecil keduanya tumbuh dewasa bersama Jendral Naren juga selalu melindungi Putri Mahkota waktu kecil. Selain itu sebenarnya kata Ayah ku Jendral dan Sang Putri telah bertunangan dari 1 tahun yang lalu namun baru di publish sekarang"


Deg


"Apa Tuan juga menyukai sang Putri?" tanya anak sang Mentri kepada Johan.


Johan yang mendapat pertanyaan seperti itu tertegun dengan gugup melirik Arkana yang tengah menatapnya tajam.


"Mampus. tamat sudah riwayat ku" Guman Johan


"EHEM. aku tidak menyukainya hanya saja ada teman ku yang menyukai eh ralat sangat mencintainya" jawab Johan dengan gugup.


"Hentikan tatapan tajam mu itu Bos. aku tidak akan merebut Nona Aruna darimu Bos lagipula jika aku menyukainya itu juga salah kamu sendiri kenapa mengirimnya padaku malam itu" gerutu Johan dalam hati.


"Sayang sekali tapi jika dia mau dia bisa mendaftar menjadi Tunangan kedua dari Sang Putri" ucap Anak Mentri santai.


"APA..." teriak Johan dengan suara tertahan menatap soso di depannya dengan mata melotot.


"Apa maksudnya dengan maksudnya dengan menjadi Tunangan kedua" tanya Johan dengan suara tercekat.


"Kalian bukan warga Negara ini jadi paham sih kalian pasti belum tau namun Sang Putri telah di ramalkan akan memiliki 2 orang pria di sampingnya nanti"


"Maksud kamu Sang Putri akan memiliki suami lebih dari satu atau selir begitu" tanya Johan dengan wajah tak percaya.


"Iya menjadi selir" jawab gadis itu santai.


Sontak Johan langsung menelan ludah kasar dengan ekor mata yang melirik Arkana yang sepertinya sudah sangat emosi.


"Cih jika itu aku, aku tidak akan pernah mau menjadi yang kedua justru aku akan membuat Sang Putri hanya memilih ku" sahut Arkana yang ikut menimpali karna kupingnya sudah panas mendengar wanita yang dia cintai akan bertunangan dengan orang lain.


"Sayangnya itu tidak akan terjadi karna itu memang sudah di tulis dan di takdirkan kepada sang Putri kalian hanya orang luar jadi tidak akan mengetahui sejarah awal dari terbangunnya istana ini" ucap gadis itu santai.


"Emang gak bisa gitu Sang Putri hanya punya 1 suami?" tanya Johan yang tidak percaya akan hal yang baru saja di dengarnya.


"Tidak karna nenek moyang Sang Putri atau Ratu pertama pembangun kerajaan ini juga memiliki 2 orang suami bahkan nenek moyang itu telah mewasiatkan Sang Putri jika akan memiliki 2 orang Suami" terang Anak Mentri.


Deg


Mendengar itu Johan dan Arkana menegang terutama Arkana kini dia mengerti bagaimana pun kondisinya Aruna akan tetap memiliki 2 orang di sampingnya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" kata Arkana dalam hati penuh akan tanda tanya.


Lamunan Arkana Buyar saat mendengar suara sorak-sorai yang memuji orang yang baru saja masuk.


"Dia siapa?" tanya Johan melirik pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Oh dia Jendral Narendra Tunangan sang Putri"


"Pria itu..... jadi dia benar-benar kekasih Aruna" batin Arkana menatap tajam Narendra.


"Selamat malam semua" ucap Raja Arthur lantang.


"Terima kasih telah menghadiri undangan dari saya. malam ini saya sengaja mengadakan acara ini karna malam ini juga saya akan memperkenalkan kepada kalian semua bahkan seluruh dunia pada Putri Mahkota yang selama ini yang wajahnya selalu di tutup" ucap Raja Arthur.


Krek


Pintu kembali terbuka memperlihatkan gadis cantik dengan balutan dres yang begitu indah dan sebuah tudung di kepalanya hingga wajahnya tidak terlihat


Tak


Tak


Tak