
"Aku akan membantu" ucap Arkana lantang.
sontak kemunculan Arkana yang tiba-tiba membuat semua orang kaget karena mereka semua tidak menyadari kehadiran Arkana.
"Sejak kapan kamu disitu" Raja Arthur bertanya dengan datar.
"Sejak tadi" jawab Arkana santai bahkan tanpa di suruh dia langsung duduk di kursi kosong.
"Apa kamu tidak tau jika menguping itu perbuatan tidak sopan" sentak Zilan menatap tajam Arkana.
"Aku tau. tapi aku juga heran kepada mu calon kakak ipar aku perhatikan dari awal kita bertemu kamu selalu mencari-cari kesalahanku selain itu dari awal tes Calon selir kalian semua selalu menjadikan aku target kalian. benar begitu bukan Yang Mulia Raja Arthur?" kata Arkana melirik Raja Arthur.
"Aku akui kamu cukup pintar. ternyata menyadari juga jika kamu di jadikan target" balas Zilan yang nampak santai sedangkan yang lain hanya bisa memijit kepala mereka tentang apa yang di katakan oleh Zilan.
Memang dari awal mereka sudah menargetkan Arkana hingga selalu mendapat lawan yang kuat apalagi waktu uji kekuatan bahkan tanpa tanggung-tanggung mereka memberi lawan Arkana 3 orang pria Kaku dan juga seorang petarung memang.
Dan semua itu ide dari Zilan dengan alibi membalas dendam kan sakit hati Aruna tentang apa yang di lakukan oleh Arkana dulu.
"Dasar Calon Kakak ipar durhaka jika saja dia bukan calon kakak ipar ku sudah aku buang ke sungai amazing" umpat Arkana dalam hati menatap sengit ke arah Zilan.
"Apa bahkan aku tak segan-segan untuk memporak-porandakan markas mafia yang aku banggakan itu" kata Zilan menatap balik Arkana.
"Silahkan jika mampu" balas Arkana yang malah mengejek Zilan.
Akhirnya terjadilah perdebatan yang dimana di dalamnya hanya berupa ada ancaman-ancaman membuat Semua orang memijit kepalanya.
Termasuk Raja Arthur antar tak percaya dan pusing akan sifat Zilan yang baru dia ketahui. Menurut Raja Arthur Zilan yang dia kenal selama ini adalah Zilan yang dingin datar dan tak suka berdebat tapi sekarang kenapa mereka berdebat karna hal sepele pikir Raja Arthur.
"Sejak kapan Kak Zilan hebat dalam berdebat" Aruna yang sudah pusing mendengar ocehan kedua bebek di depannya segera mengeluarkan suara penuh akan aura intimidasi.
Arkana dan Zilan yang mendengar suara itu langsung menutup mulut mereka rapat-rapat apalagi Zilan ia bahkan memukul kepalanya sendiri kenapa dia harus membalas ucapan Arkana bahkan meladeninya untuk berdebat hal yang tidak ada manfaatnya.
Bukannya takut Arkana malah membalas tatapan tajam Zilan secara terang-terangan bahkan dengan santai menggerakkan bibirnya.
"Apa kau burung beo"
Melihat arti kata gerakkan bibir Arkana membuat Zilan kembali meradang namun belum sempat bertindak suara Raja Arthur lebih dulu mengingatkan mereka.
"Berhenti berdebat kita dalam keadaan sulit sekarang" ucap Raja Arthur menatap tajam Pangeran Zilan.
"Apa kamu benar-benar ingin membantu? ini bukan negara mu" kata Raja Arthur yang mempertanyakan keputusan ulang dari Arkana.
"Ini bukan Negara ku nun Negara dan tanah kelahiran dari wanita yang aku cintai. maka aku akan siap mati demi itu" jawab Arkana datar dan tegas.
"Dengan cara apa kamu membantu kami?" tanya Raja Arthur.
"Dengan anggota Mafia milikku" jawab Arkana santai.
uhukk uhukk
Lagi lagi semua orang harus tersedak dengan ludah sendiri saat mendengar jawaban Arkana yang begitu santai hanya Raja Arthur yan berwajah datar tapi sangat terlihat jika dia juga tertekan.
"Dengan Mafia" beo Raja Arthur.
"Yah dengan Mafia. oleh karna itu aku meminta izin untuk tempat di bagian Utara untuk di jadikan tempat peristirahatan anggota ku nanti" terang Arkana.
"Kenapa tidak langsung ke istana? jika hanya 500 orang istana bisa menampungnya" kata Raja Arthur dengan sedikit binar senang karna mendapat tambahan anggota.
"Tapi sayangnya anggota ku bukan 500 orang tapi 5.000 sedang menuju ke negara M dan akan tiba 3 hari lagi di hutan bagian Utara"
Uhukk