Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Menuju Negara M


1 Minggu berlalu


Hubungan Arkana dan Aruna yang semula mulai membaik kini mulai renggang kembali bagai orang asing. Mereka tinggal di atap yang sama saling melihat satu sama lain. Namun tak ada yang mengeluarkan sapa gura keduanya.


sejak kejadian 1 minggu yang lalu tentang Arkana yang menceritakan kisah masa lalu mereka. Aruna seakan menghindar darinya membuat Arkana Frutasi.


Arkana yang sedikit demi sedikit menjadi pribadi yang hangat dengan kehadiran Aruna kini kembali pada sifat awal. Arkana yang datar dan dingin yang berbicara seperlunya saja.


Jika ditanya apakah Arkana merindukan Aruna? maka jawabannya adalah sangat. Arkana sangat-sangat merindukan Aruna namun dia tidak cukup mempunyai nyali untuk datang di hadapan gadis itu.


untuk melampiaskan rasa frustasi dan mengalihkan pikirannya dari Aruna, Arkana melampiaskannya dengan cara bekerja di kantor dengan lembur tiap hari yang di mana dia akan pulang paling cepat jam 12.00 malam.


Arkana tak ingin menjauhi Aruna hanya saja dia memberi jeda waktu untuk gadis itu berpikir jernih. Arkana berharap dengan terbukanya kisah masa lalu mereka dan kejujuran dirinya membuat pintu hati Aruna sedikit terbuka untuknya.


karena dengan ego yang tinggi membuat keduanya semakin menjauh. Namun sepertinya kondisi sekarang tidak bisa mereka hindari karena adanya undangan pernikahan dari Arina yang merupakan kakak dari Aruna.


kini Arkana dan Aruna tengah duduk di dalam pesawat menuju negara m untuk menghadiri acara pernikahan Aruna dan jenderal Narendra.


Arkana yang tak merasakan pergerakan dari Aruna segera menoleh ke arah gadis itu.


"Tenyata dia tertidur" Guman Arkana yang melihat Aruna menutup Mata mungkin tertidur.


"Tidurlah yang lama. agar aku bisa menikmati sepuasnya wajah indahmu walau aku tak bisa memelukmu setidaknya dengan menatapmu akan mengurangi rasa rinduku yang menyisakan ini" kata Arkana dalam hati menatap Aruna penuh akan cinta dan kerinduan.


kangen Arkana terulur mengelus lembut pipi merah gadis pujaan. kedua mata Arkana memerah menahan air mata saat mengingat perlakuan Apa yang dia lakukan di masa lalu terhadap wanita di depannya itu.


"Aku memang egois. aku pernah kehilangan tapi aku tidak sehancur saat kehilanganmu. aku tak peduli bila kamu membenciku sekalipun, namun aku akan terus berada di sisimu. jika hanya maut yang dapat memisahkan Aku Dan Kamu maka, biarlah aku yang mati terlebih dahulu" batin Arkana.


jauh di dalam lubuk hati Arkana sangat ingin merengkuh tubuh mungil Aruna namun dia tidak cukup mempunyai keberanian akan hal itu.


Tapi Arkana bersyukur dengan terlelapnya Aruna dalam pesawat membuka peluang untuknya menatap wajah Aruna lebih lama. walau saat nanti terbangun mungkin mereka akan kembali seperti orang asing.


"Aku mencintaimu" bisik Arkana yang melayangkan ciuman yang begitu lama di kening Aruna.


setelah mengocok dalam kening Aruna, organel langsung menutup Mata untuk beristirahat sebentar. karena sesungguhnya selama 1 minggu terkena hanya bisa tertidur selama 2 jam setiap malamnya.


Baru beberapa menit Arkana menutup Mata tiba-tiba mata Aruna terbuka sempurna. Aruna yang membuka mata langsung disuguhkan dengan pemandangan full wajah Arkana. Aruna menatap dalam Wajah pria di depannya, jantungnya berdetak cepat bersamaan dengan rasa sesak yang mulai memasuki dadanya.


Ingin rasanya memeluk namun tangannya seakan tak bisa di gerakkan sehingga Aruna hanya bisa memandang wajah itu.


tatapan mata Aruna pada Arkana benar-benar tidak bisa di artikan tetapan Aruna pada Arkana terdapat tatapan Sendu dan terlihat jelas kekecewaan di dalamnya. bahkan raut wajah pun sangat sulit.


Tes


Aruna yang merasakan pipinya basah dengan refleks memegang pipinya yang ternyata tanpa di ketahui air matanya jatuh membanjiri pipinya. Tak ingin menangis karena segera menghapus air matanya dengan kasar lalu menutup mata.


"Jangan menangis lagi Aru?"