Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Jawab Arkana


"Beraninya dia mengatakan ingin mencari wanita lain. memang siapa dirinya? hanya seorang anak Mentri berani sekali berpikir menjadi seorang raja hanya karna pertanyaan Kak Zilan. sepertinya bermain dengan nyawa dia sedikit menyenangkan" kata Aruna dalam hati tersenyum licik.


"Hm terima kasih jawaban mu yang Sangat memuaskan Itu" ucap Raja Arthur dengan menekan sangat memuaskan.


"Sekarang giliran mu" Ucap Raja Arthur yang beralih menatap ke arah Arkana.


Mendengar itu sontak semua orang langsung menatap Arkana dengan tajam seakan mereka semua siap menyantapnya apalagi Zilan dia sudah sangat menatap Arkana sebagai target.


"Aku tidak akan mencari wanita lain hanya dengan alasan konyol karna sebuah memperluas kekuasaan. jika menginginkan kekuasaan yasudah tinggal berperang saja taklukan mereka" jawab Arkana yang terdengar enteng namun penuh akan ketegasan dan akan kesungguhan.


"Apa kamu pikir sebuah negara atau wilayah itu tempat permainan main perang saja" ucap Naren tiba-tiba yang mewakili semuanya karna jujur jawaban Arkana sangat jauh dari ekspetasi mereka semua terutama Raja Arthur.


"Menurut mu kamu seperti itu namun sayangnya saya bukan orang bijak. jika di ambil secara baik-baik tidak bisa maka yasudah rebut saja secara paksa bukankah sistem kerajaan sama seperti Cara Mafia yang menyerang kelompok lain untuk memperkuat dan meluaskan wilayah kekuasaan kelompok mereka" balas Arkana dengan santai.


Uhukk uhukk


Raja Arthur bahkan tersedak air liurnya sendiri saat mendengar balasan dari Arkana yang benar-benar di luar jangkauan pikirannya.


"Kedua" kata Arkana dengan lantang.


"Jika saya menjadi Raja rakyat ku tidak akan krisis ekonomi karna aku kaya raya bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan rakyat ku" jawab Arkana santai.


Uhukk uhukk


Zilan yang sedang minum langsung tersedak dan terbatuk-batuk karna mendengar jawaban Arkana yang begitu sombong


"Apa-apaan itu kenapa jawabanya malah seperti ini" kata Zilan yang malah ikut jadi bodoh.


"Ketiga" ujar Arkana menjeda kalimatnya.


"Aku tidak sanggup membagi milik ku dengan siapa pun namun jika hanya mencari yang kedua agar aku bisa memilikinya maka akan aku lakukan mungkin juga aku akan membunuh suami pertamanya agar bisa memiliki seutuhnya" kata Arkana datar


Uhuuk Uhukk


Kali ini bukan lagi satu orang yang tersedak tapi semua bahkan jendral Naren yang sedang menggigit apel pun langsung tersedak mendengar jawaban Arkana yang malah melemparkan bendera perang secara terang-terangan.


"Apa semua Mafia memiliki sifat dan pemikiran sepertinya yang dengan enteng membunuh orang. bagaimana bisa jika dia yang menjadi Raja nanti bisa di babat habis semuanya." kata Raja Arthur dalam hati yang langsung memijit keningnya.


"Dasar Mafia tengik main bunuh saja dia" batin Aruna yang menatap Arkana dengan kesal.


"Apa semua Mafia memiliki prinsip seperti kamu itu yang dengan enteng main bunuh saja" kata Raja Arthur datar jangan lupa dengan wajah tertekan.


"Sebenarnya aku ini sedang mencarikan suami putri ku atau malah mencarikan bodyguard untuk putri ku" kata Raja Arthur dalam hati.


"Bahkan ada beberapa kelompok Mafia yang lebih keji dari ku bukan soal kejam namun mereka memperdagangkan manusia seperti wanita muda, anak-anak bahkan organ tubuh manusia juga. seperti Raja yang mempertahankan tahtanya dengan memperluas kekuasaannya maka begitu pula saya yang memperluas kekuasaan saya demi membuat orang semakin segan. kelompok ku tidak akan bergerak jika tidak di usik." jawab Arkana tenang.


"Keempat" ucap Arkana lantang.


Semua orang langsung menatap ke arahnya yang akan menjawab pertanyaan terakhir dari sang Raja.


"Awas saja jika dia menjawab sama seperti si Arjun akan aku porak-porandakan organisasi yang dia bangga-banggakan itu" batin Zilan yang menatap Arkana dengan tatapan laser.


"Aku........