Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Kejujuran


"Bisa aku berbicara sebagai sahabat kamu? aku hanya ingin jujur mengenai suatu hal yang benar-benar tulus aku rasakan dari hati aku yang paling dalam" kata Johan menatap dalam Arkana.


Arkana yang mendengar penuturan Johan langsung mengatur napasnya karna tak ingin menghajar sahabatnya itu disini.


"Bicaralah" kata Arkana yang sudah mulai tenang.


"Aku akan bicara tapi kamu jangan menyela ucapan ku" kata Johan yang tiba-tiba serius.


"Aku tidak akan menyala namun jika yang kamu bicarakan omong kosong aku akan menjahit mulutmu itu" kata Arkana penuh akan ancaman.


Johan hanya membalas ucapan Arkana dengan senyum tipis berjalan mendekati jendela hingga matanya menatap taman bunga di belakang sana.


"Aku jatuh cinta" ungkap Johan.


Arkana yang mendengar Johan mengeluarkan 3 kata itu langsung tertegun di tempat.selama ini Arkana memahami pasti sifat dan kelakuan Johan yang tidak bisa menetap pada satu wanita lalu bagaimana bisa dia mengatakan satu kata yang bahkan tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya itu.


"Aku tau kamu tidak percaya tapi itulah kenyataannya. aku jatuh cinta pada sosok gadis yang memiliki senyum paling tulus di muka bumi ini, sosok gadis yang bertubuh mungil dan berwajah manis, sosok yang dengan naifnya mengejar cinta orang yang jelas-jelas tidak mencintainya, sosok yang berjuang keras mendapatkan orang yang dia cintai tapi malah di tolak mentah-mentah, sosok yang tak pernah meneteskan air matanya saat dia di hina, di caci dan di katakan murahan, sosok gadis yang memiliki pendirian tinggi." terang Johan yang berbalik menatap Arkana.


"Kamu tau siapa sosok gadis itu?" tanya Johan yang menatap Arkana dengan pandangan Errrrr tak dapat di artikan.


"Aruna Ases atau Putri Aruna Ases De Bora sosok itu adalah dia. sosok yang kamu juga cintai" ungkap Johan.


"JANGAN BERBICARA OMONG KOSONG JOHAN" bentak Arkana yang benar-benar marah.


Bahkan Arkana langsung tertegun mendengar bentakan Johan selama ini apapun kesalahan Arkana tak pernah satu kalipun Johan membentak dan meneriakinya.


"Kamu tau di saat malam kamu melemparnya di atas ranjang milik ku malam itu aku sudah bertekad untuk menjadikannya milik ku, aku akan membuat dia melupakan lalu berbalik mencintai ku, tapi semua gagal saat sosok bertudung itu datang tiba-tiba dan menghajar ku." kata Johan yang menarik napas lalu membuangnya lagi.


"Dari sana aku sudah bisa menebak jika identitas Aruna tidak sembarang namun sosok itu memasukan sesuatu di depan mulutku yang setiap kali akan berbicara ini kepada kamu selalu sakit dan rasanya terbakar" ungkap Johan.


"Kamu tau...? saat kamu memberi kata-kata pedas dan ucapan mu yang murahan itu menghina Aruna aku ingin sekali memukul mulut mu namun aku tidak bisa berbuat apa-apa karna dia mencintai kamu" kata Johan dengan menunjuk-nunjuk wajah Arkana dengan jari telunjuknya.


"Awalnya aku senang saat mendengar dia akan menyerah mengejar mu disana aku berfikir itu adalah kesempatan aku untuk mendekatinya tapi apa....? dia pergi menghilang begitu saja dan semua itu karna kamu" teriak Johan lagi dengan napas yang memburu menandakan sedang menahan emosi.


"Aku mencintainya, aku memberi perhatian padanya tapi dia hanya melihat ke arah mu tanpa melihat ke arah ku tapi aku tidak membenci mu namun aku kecewa saat kamu menyakiti perasaan tulusnya" ucap Johan dengan suara rendah.


Mendengar itu Arkana hanya bisa terdiam berdiri seperti patung di depan Johan. kenyataan yang baru saja dia dengan benar-benar membuat Arkana sulit untuk percaya.


Arkana benar-benar tidak menduga jika Asisten sekaligus sahabatnya yang paling playboy cap kadal itu ternyata bisa mencintai juga dan gadis itu adalah Aruna.


Ingatan Arkana kembali pada 1 tahun lalu dimana waktu itu Arkana sering melihat. Johan memberi perhatian rutin kepada Aruna tapi waktu itu Arkana hanya beranggapan jika Johan hanya menganggap Aruna sebagai adiknya atau hanya tertarik pada tubuhnya tidak tahunya Johan benar-benar telah mencintainya.


"Hahaha ternyata selama ini aku menyembunyikannya dengan sangat rapat ya...?