Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Masa Lalu


Raja Arthur dan Ratu Sofia begitu bahagia menyambut kelahiran kedua Putri mereka namun kebahagiaan mereka harus pudar di saat tabib dan dokter istana mengatakan jika salah satu Putri mereka lemah dan memiliki penyakit aneh yang kapan saja bisa merenggut nyawanya.


walau begitu Raja Arthur dan Ratu Sofia tidak berputus asa berjuang untuk menyembuhkan salah satu Putri mereka. Raja Arthur dan Ratu Sofia sepakat memberi nama untuk putri sulung nama Arina Ases De Bora sedangkan si bungsu Aruna Ases De Bora.


hari-hari mereka lalui bersama terus merawat putri-putri mereka. namun karena kondisi Arina yang terbilang mudah terserang penyakit membuat mereka lebih mengutamakannya kejadian itu terus terjadi hingga semakin lama mereka semakin menjauh dari putri bungsu mereka.


Di umur Arina dan Aruna ke 5 tahun tak sengaja Arina dan Aruna terluka hingga tanpa sengaja dara Aruna menyatu dengan darah Arina menyebabkan kesehatan Arina sedikit membaik.


Tabib istana mengabarkan jika darah Aruna bisa menjadi obat untuk Arina sampai sembuh. sejak saat itu raja Arthur dan Ratu Sofia selalu mengambil darah Aruna lalu ditransferkan ke dalam tubuh Arina.


kejadian itu terus terulang berulang kali hingga umur mereka berdua 16 tahun yang beranjak dewasa. saat itu Arina dinyatakan sembuh dari penyakit aneh yang di deritanya dari kecil.


Arina yang memang dari kecil sudah mendapatkan kasih sayang lebih dari kedua orang tuanya membuat sifatnya sedikit memiliki rasa iri dan cemburu yang di mana Arina tidak ingin berbagi kasih sayang kepada Aruna.


Raja Arthur dan Ratu Sofia yang takut Arina akan kembali sakit hanya diam dan menuruti apa yang diinginkan Arina tanpa memikirkan jika Aruna juga membutuhkan kasih sayang mereka.


karena kecil tumbuh dalam keluarga utuh namun hampa akan kasih sayang. orang yang selalu ada untuknya hanya kakak kembarnya yaitu Zelan dan Zilan.


namun di saat umur mereka yang menginjak remaja jalan yang memiliki pemikiran dewasa memberi kasih sayang yang sama untuk kedua adiknya hanya saja lagi-lagi Arina ingin egois merampas kasih sayang hanya untuknya.


rona memiliki sifat periang ceria dan ramah dari kecil selalu menyukai pria tampan hingga tak heran banyak orang yang Bahkan dengan terang-terangan dia kejar hingga di umur 17 tahun dia mulai memahami apa arti cinta sesungguhnya cintanya berlabuh kepada seorang jenderal yang menjadi teman masa kecilnya juga yaitu jenderal Narendra namun sayang ternyata Arina juga menyukai sang Jendral.


Aruna yang tak ingin menyakiti perasaan saudarinya memilih mengalah dengan mulai berkeluaran dari istana walau begitu mereka hanya hanya mempunyai satu identitas yaitu Aruna namun hanya nama saja karena yang muncul di publik kebanyakan hanya Arina.


hingga di umurnya yang ke-19 tahun Aruna lagi-lagi harus di kecewakan saat ayahnya Raja Arthur dengan gampang akan mengangkatnya menjadi putri mahkota tanpa meminta pendapatnya sedangkan Aruna sendiri menginginkan sebuah kebebasan di mana dia hidup di luar sana tanpa adanya intrik dan konflik.


berawal dari sanalah pertemuan pertama antara aroma dan Arkana hingga membuat Aruna nekat keluar dari istana dan mengejar Cintanya walaupun berakhir dengan tragis.


"semua ini memang berasal dari salah kami sebagai orang tua hiks hiks"


Ratu Sofia menangis tersedu-sedu saat selesai menceritakan kehidupan masa lalu mereka.


bahkan Raja Arthur sendiri sudah terduduk di lantai sejak awal Ratu Sofia bercerita. Raja Arthur begitu terpukul saat mengingat tahun-tahun sebelumnya yang dia lalui.


mungkin sebagai seorang Raja, Raja Arthur berhasil menjadi raja yang bijaksana dan adil untuk rakyatnya namun Raja Arthur gagal dalam menjadi seorang Ayah.


seorang ayah yang Bahkan tegak terus memeras darah anaknya untuk Putri yang lainnya tanpa memikirkan putrinya yang dia peras darahnya.


Raja Arthur benar-benar menyesal akan sikapnya yang begitu tidak adil kepada kedua putrinya itu.


"Jika begitu setelah selesai perang ini maka aku akan membawanya keluar dari tempat terkutuk ini" ucap Arkana dengan suara rendah namun dia benar-benar menahan gejolak amarah dalam dirinya.


Jika bukan mengingat jika orang di depannya ini adalah orang tua dari gadis yang dia cintai sudah dia cincang-cincang menjadi daging-daging kecil.


"Bawalah. berikan dia kebahagiaan hingga ia lupa akan penderitaan yang dia alami selama 19 tahun disini" ungkap Ratu Sofia.


"ISTRIKU/IBUNDA" pekik Raja Arthur,Putri Arina, dan Pangeran Zelan yang kaget akan penuturan dari Sang Ratu.


"Aku juga akan hidup mandiri di luar sana" timpal Zilan yang membuat semua orang semakin kaget dan tak percaya apa yang di dengarnya.