
"Tes selanjutnya bukan menggunakan otot tapi menggunakan hati dan otak. Pangeran Zelan, Pangeran Zilan, dan Jendral Naren akan memberi pertanyaan kepada kalian berdua dan terakhir saya sendiri yang memberi pertanyaan sedangkan Putri Aruna akan menjadi penentu." terang Raja Arthur dengan jelas.
Arkana yang mendengar penuturan Raja Arthur langsung menyipitkan mata karna dia tidak menduga jika akan tes terakhir seperti ini padahal di tes sebelumnya mereka semua seakan hanya menargetkan dirinya untuk gugur.
"Pertama-tama perkenalkan diri kalian secara lengkap" kata Raja Arthur.
Raja Arthur bertanya seperti bukan tanpa alasan tapi dia cukup penasaran kepada pria yang bernama Arkana ini karna Raja Arthur tau kedua putra dan putrinya di tambah jendral Naren selalu menargetkan Arkana pada lawan yang sulit.
Selama ini Raja Arthur mencari tau tentang pria di depannya namun yang dia dapati hanya Arkana sebagai CEO dari perusahaan terbesar di dunia namun Raja Arthur bukan orang bodoh dia tau jika Arkana menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya. oleh karena itu, Raja Arthur menyuruh mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"Salam Yang Mulia nama Saya Arjun anak dari Mentri keuangan" ucap Arjun lantang.
Arkana kini maju selangkah namun belum membuka suara di kepalanya sekarang bingun antara membuka jati dirinya atau tidak namun jika ketahuan berbohong dia bisa di coret sedangkan jika dia jujur takutnya Raja Arthur tidak merestuinya.
"Aku harus bagaimana baby" kata Arkana dalam hati menutup mata hingga tiba-tiba wajah Aruna muncul memberi senyuman manis yang langsung membuat Arkana membuka mata.
Rasa bimbang dan gelisah tadi seakan hilang entah kemana setelah wajah Aruna hadir di pikirannya semuanya terasa tenang.
"Arkana Zeus Albarack pewaris Albarack Group sekaligus......... Ketua Mafia Black Diamond, kelompok yang di takuti di dunia bawah" ucap Arkana lantang dan tegas.
Semua orang langsung kaget mendengar penuturan Arkana bahkan Raja Arthur sampai berdiri dari kursinya. Semua orang menatap Arkana dengan mata melotot tidak percaya namun tidak dengan Zilan karna walau tidak menemukan secara lengkap identitas Arkana namun Zilan sudah bisa menebak jika Arkana punya identitas lain selain Ceo.
"Ya" jawab Arkana.
Mendengar itu Raja Arthur langsung terdiam cukup lama. jauh di lubuk hatinya dia benar-benar tidak menyetujui putrinya yang akan menikahi pria seperti Arkana tapi di satu sisi dia adalah pria pilihan.
"Apa yang harus aku lakukan sebagai seorang Ayah aku tak ingin Anakku menikahi pria yang berprofesi sepertinya tapi sebagai Ayah juga aku mendambakan kebahagiaan Anakku" kata Raja Arthur dalam hati yang di Landa kebingungan.
Di satu sisi Aruna menatap Arkana dengan pandangan yang sulit di artikan namun matanya tidak membohongi jika di dalam sana sekilas ada tatapan kemarahan dan kebencian yang di tunjukan kepada Arkana.
"Apa yang harus aku lakukan di satu sisi aku ingin menahannya namun di sisi lain aku tidak mencintainya" kata Aruna dalam hati yang terus menggenggam tangan Jendral Naren.
Jenderal Naren yang merasakan jika tangannya di genggam dengan kuat segera mengalihkan pandangannya ke arah Aruna. Naren yang melihat raut wajah Aruna langsung mengerti apa yang di rasakan gadis yang di cintainya itu.
"Sabarlah semua akan segera berakhir" bisik Aruna.
"Tapi sampai kapan kita harus berpura-pura seperti ini terus menerus aku takut menyakiti hati lebih banyak lagi salah satunya adalah kamu Nare. aku tak ingin membuat mu sakit dengan menahan Arkana disisi ku tapi aku juga tidak tau harus berbuat apa"
Ingin sekali Aruna mengeluarkan semua isi hatinya membaginya kepada seseorang agar ada yang memberinya solusi namun dia belum cukup mampu untuk mengungkapkan itu.