
Di tengah malam yang sunyi waktu yang biasa di gunakan untuk orang istrahat namun tidak dengan ketiga pria dan di temani satu orang wanita yang tengah mengatur ratusan anak buah mereka.
"Semua sudah siap Wakil" lapor ketiva orang yang tak lain adalah Anton,Max,Arabella, yang sedang memberi laporan kepada James yang merupakan Wakil ketua mereka.
"Cepat keluarkan pesawat tempur" perintah James datar.
"Baik Wakil" balas ketiganya kompak lalu berbalik ke anggota masing-masing.
Hingga beberapa saat kemudian sebuah tembok menara tinggi terbuka yang ternyata isinya adalah pesawat tempur yang lengkap dengan keamanan yang cukup bagus.
Beberapa orang maju lalu masuk dalam Helikopter atau pesawat tempur mereka mengeluarkannya di tengah lapangan hingga posisinya mereka siap terbang.
"CEPAT NAIK DAN BAWAH MASUK SENJATA DI HELIKOPTER" ucap Anton" Arabella dan Max secara bersamaan.
Para anggota yang di perintahkan ketiga orang itu langsung berlari teratur dengan mengangkat senjata membawanya di beberapa Helikopter yang sebagai penampung senjata.
Hingga beberapa menit kemudian Terlihat orang-orang itu kembali pada di barisan mereka dengan sedikit ngos-ngosan karna harus mondar mandir mengangkat senjata.
"Sekarang persiapkan diri kalian untuk masuk ke dalam Helikopter dan pesawat tempur" Ucap James lantang.
Keempat orang itu bekerja sama mengatur para anggota mereka yang sekitar 2.000 orang berjalan rapi dan teratur hingga satu persatu Helikopter segera terbang dan terakhir adalah keempat orang itu yang naik di helikopter dengan Max sebagai pilotnya.
Sedangkan di tempat lain lebih tepatnya di hutan belantara sinar mentari mulai terlihat di arah timur sana, suara burung saling saling bersahutan membangunkan orang-orang yang tidur di dalam tenda di dalam hutan itu.
Arkana yang sudah terbangun dari tadi hanya duduk diam dalam tenda entah apa yang di pikirkannya yang jelas Arkana hanya duduk termenung hingga di sadarkan dengan suara bising di luar karna Anggotanya sudah pada bangun semua.
Arkana yang mendengar suara segera bergegas keluar dari tenda.
"Bos"
"Bos" Edward berjalan mendekati Arkana dengan membawa beberapa ikan di tangannya di ikuti yang lain.
"Kalian dari mana?" Arkana bertanya dengan datar dan sedikit bingun karna pagi-pagi begitu.
"Dari memancing di situ Bos" jawab Edward.
Mendengar itu Arkana hanya ber-oh-ria lalu masuk kembali dalam tenda sedangkan Edward memerintahkan anak buahnya untuk segera membuat api dan mempersiapkan makanan.
setelah beberapa saat makanan dan lauk telah siap mereka semua berkumpul lalu duduk makan terkecuali Arkana yang makan di dalam tenda.
"Apa sudah selesai" ucapkan karena yang tiba-tiba muncul.
"Sudah Bos" jawab mereka serentak.
"Segera bersiap kita akan segera berangkat. kita akan ke istana dengan berjalan kaki" ucap Arcana lantang dengan nada datar dan dingin.
"Baik Bos"
semua anggota Arkana langsung menghambur mengambil senjata masing-masing dan membawa senjata persediaan.
beberapa menit kemudian semua anggota Arkana telah berkumpul kembali lengkap dengan senjata dan tas di punggung mereka yang isinya berupa peluru, granat dan lain-lain.
Mereka semua berangkat bersama-sama menuju Istana Blue dengan berjalan kaki.
Kenapa berjalan kaki karna jika mereka menggunakan kendaraan beroda maka itu akan beresiko karna Arkana yakin jika di istana ada penghianat.