
"AKU TIDAK PEDULI HARI INI KAMU HARUS MATI DAN AKU AKAN MENJADI RAJA SETELAH ITU AKU BISA MEMILIKI SOFIA SEUTUHNYA MENJADI MILIKKU" teriak Aceng menatap taja Raja Arthur penuh kebencian.
Sontak Raja Arthur yang mendengar penuturan dari Aceng langsung terperanjat kaget. Raja Arthur menatap bingun ke arah Aceng karna dia benar-benar tidak mengerti kenapa nama Sofia istrinya di sangkut pautkan.
"Apa maksud mu kenapa kamu membawa-bawa nama istri ku?" Raja Arthur bertanya dengan nada datar dan menatap tajam Aceng.
"Berhenti memanggilnya dia istri mu harusnya dia menjadi milik ku bukan menjadi milikmu s*alan. kamu tidak ada bedanya dengan ibu mu yang j*l*Ng itu"
"BERHENTI MENGHINA IBUKU ACENG" teriak Raja Arthur marah karna ibunya lagi-lagi di hina.
"Kau marah....? TAPI ITU KENYATAANNYA IBU MU MENJEBAK AYAHANDA AGAR TIDUR DENGANNYA PADAHAL AYAHANDA SUDAH BERTUNANGAN DENGAN IBUKU"
"TIDAK MUNGKIN..!"
"TAPI ITU ADALAH KEBENARANNYA HARUSNYA KAMU BERTANYA PADA IBUMU OADA SAAT DIA MSIH HIDUP"
"LALU KENAPA KAMU YANG MENJADI KAKAK SEHARUSNYA AKU YANG MENJADI KAKAK BUKAN KAMU"
"KARNA AYAHANDA MEMANG TIDAK MENIDURI IBUMU NAMUN KARNA RENCANA LICIK DARI IBUMU ITU MEMBUAT AYAHANDA TERPAKSA MENIKAHI IBUMU DAN MENJADIKAN IBUKU SEBAGAI SELIR"
"Apa kamu pernah melihat tatapan cinta di mata Ayahanda saat melihat atau menatap ibumu? atau apa kamu pernah melihat Ayahanda memberi perhatian kepada ibumu? contoh kecil pernahkah kamu melihat Ayahanda memeluk Ibunda mu walau hanya di depan mu? Jawabannya tidak. karna Ayahanda hanya mencintai ibuku bukan ibumu" ucap Aceng penuh penekanan.
Deg
Raja Arthur benar-benar tertampar akan kenyataan saat mendengar penuturan dari saudara satu Ayahnya itu itu. ingatan Raja Arthur kembali ke masa lalu dimana dari kecil Ayahnya hanya memperhatikannya namun tidak pernah memerhatikan ibunya bahkan Ayahnya tak pernah memeluk Ibunya jika bukan dia yang meminta selain itu Ayahnya tak pernah tidur di ranjang yang sama dengan ibunya bahkan saat Ayahnya mati pun tak pernah dia melihat tatapan lembut yang di berikan untuk ibunya.
Ayahnya akan begitu marah jika selirnya terluka oleh karna itu tidak ada yang berani mengusir ibunda Aceng walau posisinya sebagai selir namun karna kekuasaan Ayahnya Selir itu seperti Ratu yang sesungguhnya.
Sejak saat itu Raja Arthur berjanji tidak akan mengangkat selir karena takut membuat Ratunya bersedih karna di duakan tapi hari ini Raja Arthur benar-benar hancur karna sesungguhnya bukan salah ibunda Aceng namun salah ibunya yang terlalu mencintai Ayahnya hingga membuatnya nekat melakukan hal gila.
"Dan kamu... kamu melakukan hal yang sama. aku rela meninggalkan tahta Raja karna aku ingin mengejar wanita yang ku cintai tapi kamu...kamu dengan entengnya melamar Sofia saat menjadi Raja tanpa bertanya apakah dia punya kekasih atau tidak. kami saling mencintai tapi karna titah mu sebagai Raja dia terpaksa menjadi Ratu mu dan meninggalkan aku" teriak Aceng dengan mata memerah menahan amarah.
Dhuaaar
Kamu ini Raja Arthur benar-benar terhuyung ke belakang saat mendengar kebenaran ini. ingatan Raja Arthur kembali berputar saat awal-awal menikah bahkan Ratu Sofia tak ingin di sentuh setiap malam dia akan selalu mengigau nama Indra ternyata itu nama panggilan untuk Aceng.
"Ternyata dari awal semua ini berawal dari Ibunda dan berlanjut kepada ku kenapa aku begitu egois? selama ini aku selalu beranggapan jika dia yang begitu terobsesi menjadi Raja tapi ternyata ini memang miliknya sedangkan Sofia jadi ini alasannya dia selalu mengatakan lebih baik dia hidup sederhana di banding dengan menjadi Ratu ternyata itu adalah keinginannya yang sebenarnya yang bahkan tak pernah aku tahu dan pahami walau sudah berulang kali aku mendengarnya" kata Raja Arthur dalam hati menatap kosong di depan sana.
"Dan ini juga alasan kenapa.... Ratu Sofia tak pernah mengatakan mencintaiku karna sampai sekarang dia masih mencintai Aceng" lanjut Raja Arthur yang semakin tertampar akan kenyataan.
Aceng yang melihat jika Raja Arthur lengah tak mensia-siakan kesempatan segera mengangkat pedangnya untuk menyerang Raja Arthur.
Sedangkan di sisi lain matanya menyipit saat melihat Ayahnya Raja Arthur hanya berdiri mematung hingga tiba-tiba mata Zilan membulat saat melihat Aceng yang sedang mengangkat pedangnya dengan tujuan menyerang Raja Arthur tanpa ba-bi-bu Zilan langsung berlari menuju Raja Arthur.
"AYAHANDA...!"
TRING ...