
Di mobil menuju perjalanan pulang Nayla menangis terisak bersandar pada Rey....
" Nayla nggak ,hiks,nyangka
Dion begitu kak " tangis Nayla sedih ternyata Dion tak sebaik yang Nayla fikirkan....
sabar
begitulah Rey, bahkan saat istri nya sendiri menangis untuk pria yang dia cintai Rey masih meminjamkan bahu nya dengan ikhlas.....
semoga saja suatu saat Nayla melihat dan merasakan betapa pilu hati Rey yang selalu dia sembunyikan dibalik sebuah senyuman....
" udah ,,, sekarang kamu udah tau kan Dion asli nya gimana ... jadi cukup kali ini dan untuk terakhir kali kamu menangis untuk nya " kata Rey menasehati Nayla ....
" jadi kakak selama ini tau Dion itu seperti ini😓" tanya Nayla menghapus air mata saat Rey mengangguk ...
" itulah alasan mengapa Daddy dan Mommy melarang hubungan kalian " jawab Rey dengan datar ...
" lalu kenapa kakak tidak 🤔" satu pertanyaan yang terfikir oleh Nayla , karna sedari dulu Rey tak pernah melarang bahkan mendukung Nayla dalam hal apapun termasuk cinta nya pada Dion ...
" karna kamu mencintai Dion ,,, kakak tidak ingin kamu tersakiti hanya karna dipaksa melupakan orang yang kamu cintai " jawab Rey tulus ,,, mungkin Nayla tidak tau kalau Rey mencintai nya selama ini ...
" tapi jujur saja hati kakak juga sakit Nayla menyaksikan kamu mencintai pria lain " hanyut Rey yang tanpa sadar mengatakan perasaan nya....
" jadi kakak juga mencintai Nayla😳" kesimpulan Nayla yang sangat sulit diterima akal sehat nya....
Nayla memang merasakan kasih sayang yang sangat utuh dari Rey selama ini tapi Nayla fikir itu hanya sebatas kasih sayang Kakak untuk adik nya....
" jawab kak " desak Nayla , membuat Rey yang baru saja keceplosan itu gelagapan ...
drett
drett
..........
" baiklah aku segera kembali ke perusahaan" jawab Rey setelah sekretaris nya mengabarkan ada sedikit masalah di perusahaan nya .....
" Nay ,,, kamu pulang kerumah aja dulu yaa,,, aku harus kembali kekantor " kata Rey menatap jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore ....
" tapi ,,,"
next .....
terlalu banyak peristiwa yang terjadi hari ini , yang membuat perasaan Nayla jauh berubah ....
" kak Rey kok pulang nya lama benget yaa😑" cemas Nayla , sudah hampir jam 9 malam tapi Rey belum juga pulang ....
entah lah Nayla sekarang jadi merasa gelisah jika tidak ada Rey...
tok
tok
" ini obat yang harus nyonya minum sebelum tidur " kata pelayan itu meletakkan nya di atas nakas lalu pelayan yang satu lagi tengah merapikan sofa tempat biasa nya Rey tidur ...
" bawa pergi semua peralatan tidur itu " kata Nayla melihat pelayan yang tengah menaruh selimut dan bantal di sofa
" baa,,, baik nyonya " kata pelayan itu lalu mereka segera keluar dan menutup pintu kembali ...
ceklek
" kamu belum tidur ?" tanya Rey langsung begitu masuk kamar melihat Nayla yang masih duduk bersandar di atas ranjang.....
" Nay ,,,la ,,tunggu kakak,, pulang " jawab Nayla dengan suara kecil menghampiri Rey yang masih berdiri di dekat pintu itu ...
" maaaf yaa,,, kakak pulang nya lama " kata Rey tersenyum lalu duduk disofa melepas jas dan sepatu nya.....
Rey yang duduk melepas sepatu itu mendongak begitu Nayla berdiri tepat di hadapan nya ...
" kakak capek ?" tanya Nayla singkat dan Rey pun mengangguk ...
tanpa banyak bicara Nayla berdiri di antara kedua kaki Rey yang terbuka lalu merapat sehingga tersandar lah kepala Rey antara perut dan Dada nya.....
" Nay ,,," rintih Rey keenakan saat Nayla mengelus dan memijit kepala nya , semakin erat pelukan Rey di pinggang nya semakin lembut pijitan Nayla .....
" apa lagi yang capek ?" tanya Nayla mata polos itu menatap Rey iba karna sangat kelelahan...
" leher " jawab Rey spontan tapi saat Nayla memegang Leher nya Rey malah langsung bergejolak jadi nya