
Setelah perdebatan panjang lebar akhirnya Aruna keluar bersama Calista. Bukannya menuju mall atau tokoh perhiasan atau barang branded Aruna justru menuju taman hiburan yang banyak permainannya.
"Gadis kecil apa yang kita lakukan di tempat ini?" Tanya Calista yang menatap keadaan sekitar.
"Bermain apalagi!" Jawab Aruna enteng yang mulai mencari permainan yang dia inginkan untuk bermain.
Sedangkan Calista hanya bisa geleng-geleng kepala akan tingkah Aruna yang benar-benar di luar ekspektasi Calista.
Tak punya pilihan lain Calista segera berlari kecil mengejar Aruna yang sudah berjalan jauh di depan sana.
"Kamu ingin main apa gadis kecil?" Tanya Calista setelah sampai dan sejajar dengan Aruna.
"Itu dulu." Balas Aruna yang menunjuk Roller coaster.
"I......itu?" Tunjuk Calista yang melihat apa yang di tunjuk oleh Aruna.
"Iya, ayo!" Aruna langsung menarik Calista untuk mengikutinya.
"Gadis kecil aku....."
"Tenang saja semua akan baik-baik saja. Ini sangat menyenangkan, percaya padaku." Kata Aruna yang mencoba menyakinkan Calista jika semua akan baik-baik saja.
Mendengar perkataan Aruna rasa gugup Calista perlahan-lahan mulai hilang. Sebenarnya dari kecil Calista tidak pernah merasakan naik permainan seperti ini. Jangan merasakan bahkan mengunjungi saja Calista tidak pernah mengunjunginya. Waktu kecilnya di habiskan untuk bermain kesana kemari atau tidak bersenang-senang dengan menghamburkan uang milik Ayahnya.
Ahhhhh!
Calista berteriak histeris karna takut tapi di menit berikutnya berikutnya Calista sudah mulai menikmati permainan. Hingga Calista dan Aruna tertawa lepas tanpa ada beban sama sekali. Suara tawa mereka sangat terdengar lepas.
Calista yang merasa ketagihan dengan permainan itu turun dari roller coaster langsung menarik Aruna untuk mencoba wahana permainan yang lainnya.
Aruna dan Calista terus mencoba permainan atau wahana yang berada di taman itu hingga tak menyadari jika hari sudah sore. Tidak jauh dari jarak keduanya berdiri sosok yang terus mengawasi pergerakan kedua gadis itu. Kedua sosok itu tak lain dan tak bukan adaah Arkana dan Johan.
Arkana yang tidak percaya pada siapa pun langsung menyelesaikan pekerjaannya . Setelah pekerjaannya selesai Arkan segera menyusul Aruna di temani dengan Johan.
"Apa kamu benar-benar hidup menderita di istana sayang? Hingga kamu bisa sangat bahagia hanya karna kecil dan sesederhana seperti ini? Aku berpikir kamu meminta uang untuk belanja barang-barang branded tapi ternyata kamu hanya kesini." Kata Arkana dalam hati menatap penuh cinta pada Aruna yang berada tidak jauh dari jarak mereka berdiri saat ini.
Tadinya Arkana berharap istri kecilnya itu pergi ke mall membeli barang branded atau lainnya seperti perhiasan akan tetapi sudah 30 menit belum ada juga notif pengeluaran membuat Arkana bingun. Arkana yang heran apa yang di lakukan istrinya itu segera melacak keberadaannya yang sedang berada di taman.
"Kita cari makan dulu, aku lapar." Kata Aruna setelah turun dari permainan Komedi putar yang merupakan permainan terakhir yang mereka mainkan.
"Baiklah...... Dan ingat jangan banyak tanya apalagi komplain.
"Iya tenang saja>" Balas Calista yang tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Arkana yang sudah tidak tahan langsung menghampiri Aruna yang tengah makan di pinggir jalan.
"Mau kemana Bos?" Tanya Johan dengan ekspresi bodoh.
"Apalagi kamu tidak lihat! Istriku di lirik oleh para pria mata keranjang." Ucap Arkana yang bernada ketus.
Dengan langkah lebar Arkana berjalan tergesa-gesa menuju Aruna yang sedang makan bersama Calista. Kedua gadis itu sesekali akan tertawa seperti idak ada orang di sana selain mereka berdua.
"Sayang....!" Panggil Arkana yang sengaja membesarkan suaranya agar orang-orang yang berada disana dapat mendengar jika wanita yang mereka tatap itu adalah miiliknya.
'Loh...! Kamu kok disini?" Aruna menatap heran Arkana yang berdiri di depannya dengan berkacak pinggang.
"Aku menyusul mu sayang." Jawab Arkana lembut.
"Menyusulku? Tapi......"
"ARKANA......!''
Kalimat Aruna langsung terputus saat ada seseorang yang memanggil Arkana sang suami dengan suara keras. Sedangkan Arkana yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke arah asal suara.
Deg
Arkana membulatkan mata saat melihat sosok di depannya itu. Tubuhnya terdiam kaku melihat wanita yang sudah sangat lama tidak ia temui itu.
"Amanda..." Guman Arkana yang masih di dengar oleh orang di sekitarnya yang tak terkecuali Aruna.
"Akhirnya aku menemukan mu Arkana. Aku sangat merindukan kamu, aku sudah kembali aku tidak akan meninggalkan kamu lagi. Jadi, mari kita wujudkan keinginan kita 7 tahun lalu." Ucap wanita seksi itu yang langsung memeluk Arkana. Arkana yang masih kaget tidak sempat menahan atau mengelak dari pelukan wanita itu jadi hanya bisa pasrah.
Srettt
Prang......