Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia
Pelantikan dan Pertunangan


"MALAM INI AKU RAJA ARTHUR MELANTIK DAN MERESMIKAN PUTRI ARUNA ASES DE BORA MENDUDUKI KURSI PUTRI MAHKOTA DAN MENGUMUMKAN JIKA PUTRI MAHKOTA AKAN MENJADI CALON PEWARIS SAH YANG SESUNGGUHNYA DENGAN KATA LAIN PUTRI ARUNA AKAN MENJADI PEMIMPIN ISTANA BLUE DAN SELURUH RAKYAT NEGARA M" ucap Raja Arthur lantang.


Semua orang diam mendengar penuturan Raja Arthur yang sedang berpidato di depan sana.


"Malam ini saya RAJA ARTHUR MENGANGKAT PUTRI ARUNA ASES DE BORA UNTUK MENJADI PUTRI MAHKOTA NEGARA M"


Selesai berucap seperti itu tiba-tiba muncul Delyana yang membawa nampan yang di atasnya ada sebuah mahkota.


Sampai di depan Raja Arthur dan Putri Ases Delyana memberi hormat dengan menundukan kepalanya lalu membungkuk sedikit.


Tangan Raja Arthur terulur mengambil mahkota itu lalu meletakkannya di atas kepala Aruna.


"Dengan ini Putri Ases resmi menjadi Putri Mahkota" ucap Raja Arthur lantang.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan terdengar riuh di dalam aula besar istana Blue. semua rakyat Negara M bersorak ramai saat menyaksikan Putri yang mereka kenal jahil dan usil itu kini telah menjadi Putri mahkota yang sah.


Rakyat Negara M begitu bahagia menyambut terangkatnya Putri Ases menjadi Putri Mahkota namun ada sebagian yang merasa Terancam karna Raja Arthur telah mengumumkan jika yang akan menjadi pemimpin selanjutnya adalah Putri Ases yang notabenenya adalah seorang wanita.


Para reporter dan wartawan yang di undang dalam acara itu berbondong-bondong untuk memotret atau mengvideo dari awal jalannya kegiatan acara hingga sekarang.


Arkana di sudut ruangan hanya bisa berdiri mematung menatap Aruna yang begitu memukau dan bercahaya layaknya bulan. satu namun di kelilingi banyak bintang dan Arkana paham kini dirinya hanya bintang kecil yang bersinar di ribuan bintang lain yang mengelilingi Aruna.


"DAN MALAM INI JUGA ADALAH MALAM PERTUNANGAN PUTRI MAKHMOTA DENGAN JENDRAL NARENDRA YANG AKAN DI LAKUKAN SECARA TERBUKA" ucap lagi Raja Arthur.


Prok prok prok


Sekali lagi suara tepuk tangan menggema dan saling bersahut-sahutan di dalam ruangan itu. bahkan banyak dari rakyat Negara M yang menyoraki kedua pasangan itu.


Jendral Narendra yang sedang duduk pun berdiri lalu berjalan dengan tegas ke arah Raja Arthur dan Putri Mahkota sampai di depan keduanya Jendral Naren langsung memberi hormat kepada Raja Arthur.


"Salam Yang Mulia Raja" ucap lantang Sang Jendral yang menghadap Sang Raja lalu membungkuk.


"Salam Yang Mulia Putri Mahkota" ucap Jendral Naren lantang dan tegas namun tidak membungkuk hanya menundukan kepala saja.


Kenapa Narendra harus memberi salah kepada Aruna? karna bagaimana pun Aruna adalah Putri Mahkota sedangkan dia hanya seorang Jendral bahkan status mereka pun belum menikah di tambah lagi mereka sekarang berada di muka umum.


"Salam mu ku terima Jendral" Balas Aruna tersenyum kecil.


"Silahkan pasangkan Cincin kalian masing-masing" titah Sang Raja Arthur.


Lagi lagi Delyana maju ke hadapan Sang Raja lalu menghadap Jendral dan Putri Mahkota.


Jendral Naren mengambil cincin di kotak itu lalu mengambil tangan kiri Aruna dan menyematkan cincin itu di jari manis Aruna yang begitu pas.


Setelah selesai kini giliran Sang Putri Mahkota yang memasangkan cincin di tangan Sang Jendral.


Putri Mahkota terdiam sebentar menarik napas lalu mengeluarkannya secara pelan menyematkan cincin itu di jari manis Sang Jendral


"Selamat kini kalian telah resmi menjadi Tunangan" ucap Raja Arthur lantang.


Prok


prok


prok


"SELAMAT YANG MULIA PUTRI MAHKOTA DAN JENDRAL NAREN" teriak para tamu undangan yang rata-rata dari Negara M sendiri.


Deg


"Kini kamu telah di ikat oelh pria lain baby"