
"ini kantor bukan club Jika kamu ingin menjadi j*lang silakan ke klub malam perusahaanku mencari orang yang berpendidikan bukan yang berperilaku layaknya hewan seperti anjing yang tusuk sana tusuk sini mau-mau saja "kata Arkana pedas menatap sini suka ke sosok itu.
"Keluar dan panggilkan Johan menghadap ku sekarang" sentak Arkana
"Baik Tuan" jawab patuh sekretaris itu segera keluar dari ruangan Arkana dengan emangan kesal dan hati yang dongkol.
Beberapa menit kemudian terdengar ketokan pintu dan Arkana bisa menebak siapa itu hingga langsung menyuruhnya untuk masuk.
Ceklek
"Tuan memanggil Saya?" tanya Johan kepada Arkana.
"Kenapa kamu menerima ulat bulu itu untuk bekerja di perusahaan ku dan menjadi sekretaris ku?" Arkana bertanya dengan nada Datar.
"Karna cuma dia yang memumpuni lagi pula itu hanya sementara" balas Johan santai.
"Lalu bagaimana pencarian kamu tentang Aruna" tanya Arkana penuh harap
"Belum ada Bos jejaknya susah sekali di lacak" jawab Johan.
"Baiklah. terus cari" kata Arkana melambaikan tangannya tanda menyuruh Johan keluar dari ruangannya.
Setelah kepergian Johan dari ruangannya Arkana menutup mata lalu membukanya. Arkana mengedarkan pandangannya hingga tak terasa di mulai melihat bayang-bayang Aruna di segala sudut ruangan itu. Aruna yang tengah membaca di sofa, Aruna yang merayu, Aruna yang dengan berani duduk di pangkuannya hingga di hari terakhir di hari yang akan menjadi perpisahan mereka Aruna menciumnya tepat di bibirnya.
"Anggap saja aku memberikan first kiss ku padamu sebagai tanda cinta ku padamu oke"
Tanpa di sadari kedua mata Arkana memerah saat mengingat momen-momen indah yang dia laku bersama Aruna selama menjadi kekasihnya walau hanya 1 Minggu saja.
"Kamu menang baby, kamu menang, kamu sudah memenangkan hati ku bahkan seluruh ruang di hatiku telah kau isi tapi sayang aku terlambat menyadari akan itu" kata Arkana dalam hati meremas dadanya yang sesak.
Flashback end
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku tau apa yang aku lakukan dulu itu adalah kesalahan fatal tapi sekarang aku benar-benar menyesal." ungkap Arkana sedih.
"Ya kau harus membantu ku lagi pula kau juga bersalah karna menyentuhnya tapi tak apa aku akan tetap menikahinya jika pun dia punya anak bersama mu kau bisa menemuinya aku tidak akan memisahkan kalian tapi Aruna tetap akan menjadi milikku" kata Arkana tegas.
Arkana masih belum mengetahui jika malam itu Johan tidak jadi menyentuh Aruna karna Johan tidak menceritakannya padanya.
"Emmm Bos aku tidak pernah menyentuh Nona Aruna barang seujung rambut pun" terang Johan menatap Arkana dengan serius.
"Tapi bukannya malam itu dia ada di kamar kamu dan......"
Arkana tidak bisa menyelesaikan apa yang harus dia katakan. suaranya seperti tertelan kembali dan tenggorokannya seperti tercekat. walau di bibir dia mengatakan akan menerima Aruna apa adanya tapi jauh di lubuk hatinya Arkana merasa kecewa.
Kecewa? sungguh ia kecewa namun bukan kecewa kepada Aruna melainkan kecewa pada dirinya sendiri karna semua itu bermula dari dirinya.
"Nona Aruna memang berada di dalam kamar ku tapi aku tidak menyentuhnya karna ada seseorang yang masuk tiba-tiba langsung menyerang ku" terang Johan.
"Seseorang?" beo Arkana.
"Yah dan aku tidak tau siapa dia karna sosok itu memakai tudung" kata Johan.
"Walau pun aku tau aku tidak mungkin bisa mengatakannya padamu karna jika itu terjadi mungkin nyawa ku sudah melayang" lanjut Johan dalam hati.
"Aruna..... dimana pun kamu berada aku akan mencari mu dan mendapatkan kamu kembali." guman Arkana yang dapat di dengar oleh Johan.
"Mungkin aku sedikit menyukai Aruna namun aku akan mengalah untukmu asal kamu bisa membahagiakan dia" terang Johan terang-terangan.
Sontak ucapan Johan membuat Arkana tertegun. Arkana tau Johan bukan tipikal orang yang akan dengan mudah mengatakan menyukai seseorang jika orang itu benar-benar tidak di sukai tapi dia akan mengatakannya jika dia benar-benar menyukainya dan selama mengenal Johan, Arkana baru mendengar pengakuan Johan untuk pertama kalinya menyukai seseorang wanita.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" kata Arkana datar menatap tajam Johan.
Jauh di lubuk hatinya Arkana merasa tersaingi dengan Johan bukan karna Wajah dan harta tapi cara perlakuan mereka pasti berbeda. Johan yang terbiasa di kelilingi wanita tau bagaimana cara memanjakan dan memberi perhatian kepada wanita Sedangkan dirinya hanya pernah berpacaran 1 kali itu pun dia tidak pernah memanjakannya atau memberi perhatian selain memberi uang shoping untuk mantan kekasihnya.
"Lebih tepatnya aku tidak hanya menyukainya tapi aku benar-benar jatuh cinta padanya. aku jatuh cinta pada pandangan tulusnya, tatapan terlukanya,dan tatapan kekecewaan yang dia rasakan karna sebuah Penghianatan" kata Johan dalam hati.
"Aku tidak peduli jika bersatu dan memiliki mu harus menyebrangi tujuh lautan dan berjalan di atas bara api maka akan aku lakukan hanya untukmu Aruna Ases Albarack"