
Setelah semua orang keluar , tinggallah Nayla yang masih duduk miring di pangkuan Rey menatap wajah pria dewasa itu begitu dekat .....
" ini beneran kamu kan Nay๐" suara lirih Rey memegang pinggang Nayla lalu menyandarkan kepala nya di bahu Nayla ...
" iya ,,,ini Nayla kak " jawab gadis kecil itu duduk miring sepenuh nya di pangkuan Rey lalu membawa kepala Rey bersandar ke dada nya bukan di bahu lagi ...
" tuhannnn,,,, ini seperti mimpi " Batin Rey merintih semakin mengeratkan pelukan nya saat merasakan kenyamanan yang selama ini sangat dia rindukan...
" kakakkkkk,,,, Nayla yang mau manja " rengek gadis kecil itu begitu jujur menyampaikan maksud nya datang setelah lebih dari 10 menit memeluk Rey yang malah bermanja pada nya.....
" jadi kamu datang kemari ingin bermanja?" tanya Rey memegang dagu gadis polos itu agar menatap nya ...
Nayla mengangguk dan sedikit bercerita dengan jujur pada Rey tentang apa yang baru saja dilihat nya dan Nayla ingin merasakan juga hal itu ....
Rey tersenyum lebar mendengar kejujuran dan kepolosan istri kecil nya , lalu dia melepas kancing jas nya ....
" sini " ramah serta tulus Rey merentangkan tangan nya membawa Nayla yang duduk miring itu masuk ke pelukan nya merasakan kehangatan dan aroma khas tubuh nya ....
" aaaaa,,,, boleh buka nggak " ingin Nayla memainkan dasi Rey dalam hangat nya pelukan pria dewasa itu
" boleh๐ " jawab Rey hangat melepas dasi nya yang di pegang Nayla ....
semakin Nayla menyusup keleher nya semakin Rey merasa sesak hasra* nya sebagai seorang laki-laki menjadi tak terbendung dan sulit di kendalikan....
Rey sadar sekaligus tau kalau Nayla begitu semata-mata hanya ingin bermanja pada nya tapi Leon merasa sangat sulit mengendalikan hasra* jadi nya
" Nay ,,,, kita ke sana yaa biar kamu lebih nyaman " kata Rey membawa Nayla masuk ke kamar di dalam ruang kerja nya ....
gadis polos yang merasa senang dan suka dengan kegiatan baru nya itu hanya mengikuti Rey tanpa membantah ....
" kakak capek ya?" tanya Nayla menatap ranjang tempat Rey yang tengah berbaring itu ...
" iya ,,,, aku sangat lelah ,,,,temani aku istirahat sebentar ya" pinta Rey memegang tangan Nayla yang masih berdiri itu ....
selama menikah Rey selalu berusaha menahan keinginan nya agar tidak kembali menyakiti Nayla apalagi lagi melakukan kesalahan yang sama ....
demi apapun Rey tak ingin hal itu terjadi lagi ....
" iya ,,, lepas jas dulu kak nanti tidur nya nggak nyaman "kata Nayla yang sudah ikutan duduk di ranjang itu ...
Rey kembali duduk melepas jas lalu melepas beberapa kancing kemeja nya karna merasa begitu panas ,suhu tubuh nya tak normal saat ini ....
setelah nya mereka berbaring telentang tapi beberapa saat kemudian Nayla malah berbaring menghadap Rey yang masih mencoba mengatur nafas itu ...
" kakak sesak ?" tanya Nayla yang menatap Rey seperti begitu tak tenang bahkan kacau serta keringat membasahi tubuh nya ...
detik itu juga Rey merangkul lalu memeluk Nayla " aku tersiksa Nay ,,,, aku tak sanggup lagi menahan nya ๐" jujur Rey yang sudah begitu lama menahan hasra* nya .....
tapi kali ini setelah perlakuan Nayla tadi entah mengapa walaupun sudah mencoba berkali-kali Rey tak bisa menahan hasra* nya
" jadi kakak ?"
" aku ,,,,aku ,,,pergi lah ๐" mata sayu Rey menatap Nayla hampa , sekali lagi rasa sayang dan cinta dalam diri Rey mengalah logika nya .....
tubuh Rey memang meminta Nayla tapi jauh di dasar haticnya dia tak ingin menyakiti Nayla apalagi sampai membuat Nayla kembali pada trauma yang sama ...
" Nayla tau kak ,,, lakukan saja " jawab Nayla singkat , padat dan Jelas ....
sebenarnya sudah sejak beberapa waktu yang lalu Nayla tau ,,, Rey selalu menahan keinginan kelakian nya agar tak kembali menyakiti Nayla...
tapi perlahan Nayla sadar bahwa Rey itu suami nya , Dia punya hak atas itu , Nayla juga merasa iba melihat Rey harus menahan keinginan yang sebenarnya sangat tak tertahankan...
dan yaa Rey sudah sangat tersiksa selama ini ....