
Acara pernikahan berganti menjadi resepsi pernikahan tiga pasangan putra putri Negara M itu.
Jika pasangan Pangeran Zelan dan Delyana serta pasangan Putri Mahkota Arina dan Jendral Naren memasang wajah senyuman manis makan berbeda dengan pengantin kita yang fenomenal yaitu Arkana Zeus Albarack dan Putri Aruna De Bora yang ha ya memasang ekspresi datar sepanjang acara.
Arkana yang memang pada dasarnya memang jarang tersenyum bukan jarang tapi memang tidak pernah tersenyum pada orang asing kecuali wanita di sampingnya itu.
Sedangkan Aruna berekspresi datar karna gadis itu benar-benar dalam keadaan yang bad mood. Melihat kedua orang tuanya yang entah kenapa membuat ya muak.
"Sayang tersenyumlah." Bisik Arkana pada Aruna yang hanya diam berwajah datar sepertinya.
"Tersenyum? Berkacalah Tuan, bahkan ekspresi anda ke ih menyeramkan
Seakan-akan anda bukan datang untuk menikah tapi datang untuk membunuh." Bisik Aruna yang terdengar datar.
Arkana yang mendengar balasan pedas dari Aruna hanya bisa langsung bungkam. Semua kata-kata yang ingin di katakan Arkana langsung terkubur dan tertelan kembali saat mendapat balasan ucapan pedas dari wanita yang sekarang menjadi istrinya itu.
"Aku tidak akan tersenyum selain denganmu, karna mulai saat ini kamu adalah alasan aku tersenyum. Aku hanya akan tersenyum bila bersama mu saja."
Ingin sekali Arkana mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan hatinya. Namun, kenapa suaranya tidak mau keluar terutama mulutnya yang tidak mau terbuka.
"Sial! Kenapa sangat sulit hanya untuk mengungkapkan itu." Umpat Arkana dalam hati.
"Sebenarnya sampai acara membosankan ini selesai? Kakiku sudah sakit bahkan mungkin terluka gara-gara sendal sialan ini." Umpat Aruna dalam hati yang semakin mendinginkan ekspresi wajahnya membuat tamu yang ingin bersalaman dengannya langsung bergetar ketakutan.
Arkana yang berada di sampingnya hanya bisa tersenyum tipis saat merasakan aura dingin dari istrinya itu.
"Kakiku sakit!" Jawab Aruna ketus.
Arkana yang mendengar jawaban ketus dari sang istri hanya tersenyum. Namun, matanya langsung membulat saat sadar jika istrinya itu mengatakan jika kakinya sakit.
Srettt
Arkana langsung berjongkok menyibak sedikit unung gaun Aruna membuat semua orang memekik tertahan melihat apa yang di lakukan Arkana.
Para tamu undangan semakin memekik dengan mulut dan mata yang melotot saat melihat tindakan Arkana selanjutnya. Bagaimana tidak Arkana langsung memegang kaki Aruna melepas tali Hells yang di kenakan istrinya itu.
Mata Arkana langsung memerah dengan rahang yang mengeras melihat kedua tumit Aruna terluka karna tali Hells itu. Tanpa ba-bi-bu Arkana langsung melepas tali Hells yang di kenakan Aruna.
"Apa yang kamu lakukan?" Pekik Aruna yang kaget saat Arkana menyentuh bahkan memegang kakinya tanpa mengalami atau lapisan pelindung.
Raja Arthur dan Ratu Sofia tentu kaget dengan hal itu. Karna di negara M pantang seorang pria menyentuh kaki istrinya karna itu menunjukan jika dirinya akan tunduk pada istrinya dan si istri di anggap tak menghargai si suami.
"Putri Aruna kenapa kamu biarkan suami kamu untuk menyentuh kakimu?" Tanya Raja Arthur dengan suara yang menekan.
"Aku tidak menyuruhnya" balas Aruna datar dan dingin.
"Putri Aruna habisnya kamu sadar jika seorang suami di larang untuk tidak menyentuh kaki kalian para wanita karna itu menunjukan jika kalian menginjak-injak harga diri mereka." Terang Raja Arthur yang menatap tajam Putri Aruna.
"Berhenti memojokan istriku Raja Arthur?"