
Hoeek
Hoek
Hoeeek
Arkana yang tidak menemukan keberadaan Aruna di sampingnya langsung terbangun. Samar-samar Arkana mendengar suara orang muntah-muntah di dalam kamar mandi
Arkana yang yakin jika itu adalah istrinya langsung turun dari ranjang berjalan cepat menuju kamar mandi.
Ceklek
"Sayang kamu kenapa....?" Tanya Arkana dengan cemas mendekati Aruna yang terus mengeluarkan isi perutnya walaupun sudah tidak ada lagi.
"Sebenarnya ada apa dengan kamu sayang..? Kenapa kamu sampai seperti ini...?" Arkana benar-benar khawatir dengan keadaan Aruna yang sudah beberapa hari ini terus muntah dan merasa pusing.
"Aku tidak tahu. Aku mual dan kepala ku terasa pusing..." Ucap Aruna dengan lemah.
"Sudah...?"
Aruna yang sudah lemas hanya bisa menganggukan kepala samar. Arkana yang melihat itu segera menggendong sang istri dengan model bridal style.
Sampai di kamar Arkana langsung merebahkan Aruna dengan lembut di atas ranjang. Arkana dengan penuh perhatian menuangkan air untuk Aruna.
"Minum dulu..." Aruna dengan lemas meminum air yang di sodorkan Arkana.
Arkana dengan penuh perhatian memijit tengkuk dan kepala sang istri hingga beberapa menit kemudian Aruna tertidur kembali. Arkana yang melihat Aruna yang tertidur menghela napas berat.
"Sebenarnya ada apa dengan kamu sayang...? Kenapa kamu bisa seperti ini?" Guman Arkana yang memperbaiki tidur Aruna.
"Lebih baik besok ku panggil dokter kesini dengan begitu aku bisa mengetahui ada apa dengan Aruna.." Guman Arkana yang berencana memanggil dokter nanti.
Sinar mentari pagi mulai memancarkan sinarnya membangunkan pasangan yang tengah tertidur sambil pelukan itu. Arkana membuka matanya saat cahaya mentari memasuki kamar mereka.
Tak lama Arkana terbangun Aruna juga terlihat menggerakkan kelopak matanya. Hingga kelopak mata itu sedikit demi sedikit mulai terbuka sampai sempurna.
Cup
"Selamat pagi istriku..." Arkana mengecup singkat bibir Aruna yang sudah menjadi kebiasaan dan candu bagi Arkana yang harus melakukan itu di pagi hari saat mereka bangun tidur.
"Aku ingin makan mangga...." Ucap Aruna yang membuat Arkana membulatkan matanya.
Apa istrinya itu gila tau bodoh bagaimana bisa pagi-pagi buta yang ingin ia makan adalah mangga yang benar saja pikir Arkana.
"Sayang ini masih pagi... Bagaimana kamu makan yang bukan makan sehat." Ucap Arkana yang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi menurut kamu mangga itu tidak sehat..?" Tanya Aruna yang menatap kesal Arkana.
"Itu memang tidak sehat sayang..." Balas Arkana dengan lembut.
Bugh
Baru juga selesai mukanya langsung di hantam bantal. Pelaku? Sudah jelas istri tercintanya siapa lagi di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua.
"Sayang kok aku di lempar...?" Arkana melempar wajah cemberut kepada Aruna.
"Dasar suami tidak peka.... Sudah tidak peka, pemalas juga." Ucap Aruna yang turun dari ranjang berjalan masuk ke kamar mandi meninggalkan Arkana yang masih terbaring di atas lantai.
Arkana yang melihat Aruna yang cuek saja bahkan terkesan ngambek hanya bisa melototkan matanya.
"Dia tidak membujukku?" Guman Arkana yang menunjuk diri sendiri.
"Sial." Umpat Arkana yang berdiri langsung berlari ke kamar mandi.
Arkana baru sadar jika ekspresi dari istrinya itu tadi sudah seperti singa yang kepalaran dapat di pastikan Aruna sekarang lagi mengambek kepadanya.
Klik
Klik
"Huuuh sudah ku duga." Guman Arkana yang menghela napas kasar saat pintu kamar mandi di kunci dari dalam.
Tok
Tok
"Sayang... Buka donk pintunya... Aku mau masuk sayang...."
"Sayang....."
"Sayang aku mau mandi...."
Arkana menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar mandi tak punya pilihan lagi. Istrinya itu tidak akan berbaik hati mau membukakan pintu untuknya.
"Bisa-bisa jika aku membuatnya marah nanti aku tidak akan di izinkan masuk ke dalam kamar ini." Batin Arkana yang bergidik ngeri membayangkan dirinya di suruh tidur depan kamar.
Klik
Ceklek
"Sayang kamu....."
"Aku tidak.mau berbicara padamu...!" Potong Aruna dengan suara ketus dan menatap ke arah lain.
"Baiklah..." Arkana hanya bisa menyingkir menarik handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Aruna yang melihat itu hanya biasa saja berjalan ke arah walk to in close mencari pakaian yang cocok untuk dia kenakan.
Setelah berpakaian cukup rapi Aruna keluar dari kamar mereka berjalan menuju lantai bawah. Sedangkan di kamar mandi Arkana tidak tahu apa-apa jika istrinya telah keluar meninggalkannya.
Beberapa menit kemudian terlihat pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan wajah tampan dan otot perut Arkana.
"Sayang..... Aku di tinggalkan?" Arkana yang tersadar jika Aruna tidak ada di kamar langsung berlari ke arah walk in close memilih pakaian secara acak.
Setelah memakai pakaian Arkana langsung berlari keluar menuju lantai bawah. Di lantai bawah di anak terakhir tangga Arkana membulatkan mata saat melihat apa yang istri tercintanya itu lakukan.
"SAYANG......!"