
"Apa Bos sedang jatuh Cinta dan Cintanya di tolak? tapi siapa wanita itu?" guman Johan yang menerka-nerka sosok yang membuatnya Bosnya itu kembali jatuh cinta.
"Atau Bos menyesal karna memberikan Nona Aruna padaku dan membuat Nona Aruna pergi meninggalkannya" Guman Johan dengan pikirannya sendiri.
"Tapi aku tidak menyentuh Nona Aruna bahkan aku di hajar habis-habisan sama penyihir itu" gerutu Johan yang mengingat bagaimana Delyana menghajarnya tanpa ampun.
"Sebenarnya aku ingin berbicara jujur kepada Bos tapi aku tidak tau racun apa atau api apa yang di berikan penyihir itu hingga setiap kali ingin memberi tahu Bos malah seluruh tubuhku sakit" kata Johan pelan.
Johan memang menyebut Delyana sosok penyihir karna bisa mengeluarkan api dari tangannya. bahkan api itu di masukan ke dalam mulutnya katanya jika membuka mulut tentangnya atau tentang Aruna maka akan merasakan sakit.
"Aaaaa kenapa Bos harus seperti ini semua orang kena dan aku yang paling sengsara hiks hiks"
Lagi lagi johan hanya bisa menangis dalam hati Merutuki keanehan bosnya itu yang menurutnya sudah aneh binti gila.
Di tempat lain di ruangan rahasia kerajaan Blue kini Raja Arthur bersama Ratu Sofia dengan ketiga Putra putrinya serta Delyana duduk melingkar di sebuah meja.
"Sebenarnya ada apa Ayah mengumpulkan kita semua disini bahkan ruangan ini khusus untuk anggota kerajaan tapi kenapa gadis itu harus juga duduk disini" kata Zelan menunjuk Delyana yang nampaknya duduk tenang.
"Ayahanda mengumpulkan kalian semua disini karna ada suatu hal yang harus Ayahanda katakan sedangkan gadis itu..... lebih baik anda memperkenalkan nama anda Nona" kata Raja Arthur dingin.
Delyana hanya diam menatap Aruna lalu berdiri menatap semua orang secara bergantian.
"Perkenalkan nama saya Delyana, Delyana Delra keturunan terakhir sekaligus sang pelindung keturunan terpilih" ucap Delyana singkat.
"DELRA....." teriak Raja Arthur menatap tak percaya.
"Bukankah Marga itu telah musnah bahkan semua keturunannya tewas di bunuh kelompok musuh."
Kata Raja Arthur yang masih dengan raut terkejut sedangkan yang lain hanya diam tanpa tau apa-apa.
"Tidak. Kakek berhasil membawa Saya kabur hingga saya dan Kakek hidup di hutan belantara itulah mengapa pertemuan pertama saya dan Princess berada di hutan karna waktu itu saya sedang berburu." terang Delyana tenang.
"Bukankah yang harusnya menjadi sang pelindung itu laki-laki tapi kamu perempuan" kata Raja Arthur yang tak mengerti dengan ini.
Raja Arthur memang mengetahui selak beluk sang pelindung tapi biasanya sang pelindung adalah laki-laki bukan perempuan.
"Lalu dimana Kakek mu?" tanya Raja Arthur lagi.
Diam? Delyana langsung diam saat dimana Kakeknya entah kenapa dari tadi perasaannya tidak tenang dan selalu terpikirkan Kakeknya.
"Kakek masih ada di tempat itu, aku tidak tahu apa sekarang Kakek masih hidup atau tidak tidak" jawab Delyana yang menundukan kepalanya menyembunyikan matanya yang memerah karna menahan air mata.
"Kakek... jika engkau memang sudah pergi ku harap Kakek tenang di alam sana. doakan Delyana agar segera kuat mendampingi sang Putri" doa Delyana dalam hati.
Entah kenapa Delyana sejak sehari sebelum pergi Delyana sudah merasakan bahaya yang mendekat tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentang keinginan Kakeknya. Delyana tahu Kakeknya sengaja tetap tinggal karna untuk menahan mereka disana agar tidak mengejarnya.
"Kenapa kamu tidak membawa Kakek mu bagaimana pun kalian sangat berjasa untuk kami" kata Raja Arthur.
"Aku tidak tahu apa Kakek masih hidup atau tidak tapi.... sehari sebelum aku pergi aku merasakan bahaya mendekat dan Kakek sengaja menyuruhku pergi dan dia akan menahan mereka" balas Delyana dengan kepala tertunduk dan suara yang parau.
"Jadi mereka masih ada?" tanya Raja Arthur yang semakin kaget dengan kenyataan.
"Mereka selalu ada Yang Mulia, bahkan kini mereka mulai mengincar keturunan terpilih" terang Delyana.
Deg
"Bagaimana ini aku benar-benar tidak menduga jika mereka masih ada padahal dulu Ayahanda mengatakan mereka sudah lama menghilang" batin Raja Arthur yang menatap Ragu Sofia sedang menatapnya balik.
"Sebenarnya apa yang Ayahanda bahas? Sang pelindung? keturunan terpilih? semua itu apa maksudnya aku benar-benar tidak mengerti." timpal Zelan yang dari tadi mendengarkan.
"Aku juga" sahut Zilan dan Aruna kompak.
"Bukankah Ayahanda pernah bercerita tentang silsilah kerajaan kita" tanya Raja Arthur.
"Lalu apa masalahnya?" Zelan balik tanya.
"Tahta atau penguasa kerajaan Blue ini tidak di tentukan baik itu putra atau putri. Di antara kalian bertiga Zelan sebagai putra Mahkota, Zilan dan kamu princess sebagai putri mahkota. di antara kalian bertiga belum tentu siapa yang akan menjadi Raja atau Ratu dari kerajaan ini" terang Raja Arthur dalam 1 kali tarikan napas.