Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 94 : Kematian Adly


Ryan sedang diperiksa keadaannya oleh Zaky untuk mendapatkan penyembuhan, nampaknya dia terkena dampak karena terlalu banyak menggunakan kekuatan Elentry miliknya. Karena kekuatan itu dipaksakan masuk ke dalam tubuhnya, tubuhnya bisa bertahan tanpa obat karena dia setengah zombi saat ini. Begitu juga sama halnya dengan anaknya Adly itu.


Dia menatap Alia yang sedang berbaring di ranjangnya dengan handphone yang dipegangnya, dilihat Zaky kalau anak ini sama seperti Ryan dan kelihatan wajah mereka mirip. Menyampingkan itu dia mengambil dua pil kecil, memberikannya pada mereka berdua dengan senyuman kecil.


Ryan meminumnya tanpa ragu, sedangkan Alia cemberut dan mendatangi Zaky.


"Sirup.."


"Huh ? Alia, tidak ada obat sirup di sini.. kan kamu sudah besar."


"Gak mau!" Tolaknya. Zaky memejamkan matanya, dia memikirkan bagaimana cara untuk membujuknya tetapi dia tidak menemukannya walaupun sudah memutar otaknya sekalipun.


"Ini anak kepintarannya seperti anak SMA dan selalu peringkat pertama di kelasnya, tetapi masih anak-anak sih, tapi bagaimana ? Aku tidak punya obat dalam bentuk lain selain pil.. paksa ?" Zaky berkata dalam hatinya.


Dia membuka matanya melihat kalau anak itu sudah menghilang dari hadapannya begitu juga dengan pil yang dibiarkan tergeletak di lantai, menghembuskan napas dia mengambil yang baru. Memakai frame kedua segera melesat keluar dan menarik kerah Alia, anak ini membalas dengan menendang kakinya.


Hendak dia hampir jatuh tapi berhasil menyeimbangkan tubuhnya, tetapi Alia meloncat ke atasnya dan kakinya terlihat mau melayang ke wajahnya. Refleks Zaky menahan tendangannya itu dengan kedua tangannya, anak itu cemberut lalu pergi dengan cepat.


"Itu anak mau membunuhku apa ?" Tanya dia sembari menatap anak perempuan itu pergi. Berniat untuk memberikan obatnya pada orang tuanya saja dia berjalan keluar dengan santai menuju rumah temannya, di tangannya ada kantung plastik berisi obat-obatan. Berjalan dijalanan orang-orang terlihat sangat cemas dengan kedatangan mayat hidup.


Semuanya memakai masker karena disepanjang jalan tercium bau darah, mereka yang tidak terbiasa memakai masker agar tidak mencium bau tersebut. Baginya ini cukup aneh karena dilihat dari manapun seminggu yang lalu, telah terjadi hal aneh ketika zombi belalang itu mati. Semua mahkluk itu seperti berpecah belah.


Setelah menerima laporan dari Ezra serta yang lainnya ada kemungkinan kalau sebagian besar dari zombi bisa berubah kembali menjadi manusia, tetapi mereka akan sama seperti Alia dan Ryan memiliki kekuatan yang besar. Pasti itu akan bisa mengubah dunia ini.


"Manusia yang punya kekuatan diluar nalar akan berkeliaran di seluruh dunia, kah ?" Tanyanya dalam hati. Sedikit tersenyum kecil dia melihat seorang pasangan yang sedang bercumbu rayu, membuatnya teringat dengan Adly yang sudah tidak bisa bertarung lagi. Masa kejayaannya sudah berakhir menyisakan dirinya Fauzan dan Ezra saja.


Kekuatannya telah berkurang sebanyak 65% jadi kemungkinan besar dia takkan bisa melawan lagi, melindungi keluarganya saja dia akan kesusahan. Merasa kalau lelaki itu sudah tidak mampu lagi Zaky berpikir untuk memberhentikannya saja, tetapi mengusulkan ini pada Fauzan nampaknya akan sulit.


Karena dia juga tidak bisa menerima kalau Adly sampai keluar dari Belati Putih, memberikan biaya pensiun juga tidak bisa. Karena pasti orang-orang akan merasa keberatan untuk memberikan uang mereka pada prajurit yang sudah tidak berdaya.


"Yah.. bukannya tidak berdaya, tetapi sudah menjadi rapuh.. banyak ulat yang sudah memakan daunnya," ucapnya sembari menunduk. Namun, saat memikirkan caranya sontak dia kaget ketika melihat ke jalanan.


Segerombolan zombi sedang memakan seseorang yang sangat dikenal olehnya, dan di belakangnya ada seorang gadis yang pingsan.


Tidak menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh, dan hanya memfokuskan pedangnya membasmi mereka semua tanpa henti. Setelah beberapa detik dia menoleh ke belakang setelah membasmi mereka, dilihatnya ada Adly yang sudah tiada. Jantungnya terlihat tapi tidak berdetak.


Organ tubuhnya hancur, sedangkan Widya masih tergeletak di jalanan tidak sadarkan diri. Dengan perasaan sedih Zaky mendekati Adly melihat kalau pedangnya bercahaya, dia telah menggunakan seluruh kekuatan Elentry miliknya. Hatiya dipenuhi dengan emosi yang kuat tetapi dia begitu tenang secara bersamaan, lelaki itu roboh dan terdiam depan mayat temannya.


"Andaikan waktu bisa terulang kemba---!"


Perkataanya terhenti dia teringat sesuatu tentang kekuatan yang dimiliki Adly yang diturunkan pada anaknya, dan bisa dia terselamatkan menggunakan kekuatan anaknya.


***


Mereka berdua keluar dari rumah dan Adly mengunci pintu rumah sebelum berangkat, dia merasa bingung karena salah mengira kalau Fidya adalah Widya karena dia meminta istrinya untuk membelikan makanan mie instan untuknya. Entah kenapa dia ingin sekali memakan itu.


Dan saat mendengar nama ibunya Fidya datang lalu Adly salah sangka, memintanya membelikan makanan tersebut tanpa uang. Menghembuskan napas Widya mengirim pesan pada Alia lewat ponselnya, memberitahukan untuk pergi ke gedung Belati Putih untuk mendapatkan perlindungan ketika mereka sedang tidak ada.


Adly bersama istrinya berjalan menyusuri jalan mencari warung yang diketahui oleh anaknya, dalam beberapa menit mereka sampai dan melihat kalau Fidya tidak ada di sana. Malahan yang membeli itu para ibu-ibu yang sedang berbincang-bincang.


"Itu anak kemana sih ?!"


"Widya, jangan marah-marah begitu.. dia masih anak-anak harusnya.. balita sih.."


"Hump! Diamlah, lagipula ini juga salahmu! Kenapa bisa namanya mirip denganku!' katanya dipenuhi amarahnya. Merasa bingung kenapa istrinya begini dia teringat kalau dari kemarin dia seperti ini, dan Adly tidak bisa apa-apa karena dia sedang datang bulan jadi wajar saja dia sering emosi.


Menghela napas Adly melihat sana sini sama sekali tidak bisa menemukan anaknya, segera dia hendak pergi tetapi mencium sesuatu bau seperti darah tetapi darah ini tercium menjijikan serentak dia kaget dan mengeluarkan pistolnya. Membidik dari kejauhan dia memakai kekuatan Elentry tetapi dia malah terjatuh.


Bertekuk lutut dia merasakan begitu sakit pada kepalanya dan seluruh kemampuannya seperti tersegel, tidak lama kemudian para mayat hidup itu menyadari keberadaan Adly dan mereka berlari padanya. Widya kaget dan mengambil pedangnya, tetapi dia malah pingsan ditempat membuat Adly juga kaget.


Dia melihat ke atas pohon kalau ada orang yang menembaknya dengan jarum beracun, dengan penuh amarah Adly berlari menuju para mayat hidup yang berdatangan. Dengan pistol biasa, beserta tubuh manusia biasa sama sekali tidak punya kekuatan dia menerjang mereka dengan tubuh penuh rasa sakit.


Mengunci pergerakan salah satu dari mereka, Adly menembak mereka beberapa tetapi mereka masih bisa bergerak. Dan saat Earbuds dipasang oleh-nya keluar sebuah warna merah hijau dan jingga, mereka semua memiliki suhu tubuh.


Sontak Adly kaget karena tidak boleh membunuh mereka, tetapi.. dia juga harus tetap hidup. Saat memikirkan itu satu zombi di belakangnya dan mengigit lehernya.. segera dia kehilangan kesadarannya dan napasnya terhenti..