Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 102 : Zombi Perempuan Dan Ryan


Ryan melompat ke sebuah dahan pohon dan menerjang tengkorak menghancurkan tubuhnya dengan pedang yang dimilikinya, tidak lama dua lagi datang dengan berlari cepat. Menembak salah satu kakinya dia roboh dan menabrak temannya, mengambil kesempatan itu Ryan melemparkan granat pada mereka berdua.


Ledakan terjadi menghancurkan tubuh mereka berkeping-keping, melihat kemampuan satu dari anggota Belati Putih membuat mereka takjub. Dia sama sekali tidak gentar dan punya kecepatan yang luar biasa, seperti bukan manusia biasa.


Menghembuskan napas Ryan mengambil teropong dan melihat kota tujuan mereka sudah dekat, dia memikirkan kalau ini agak aneh karena menurut informasi yang didapatkannya tengkorak sering berkelompok dan jarang ada yang berpecah belah seperti sekarang.


"Kita istirahat dulu," ujarnya sembari berbalik badan. Melihat sebuah batang pohon tumbang dia mendudukinya dan mengambil botol minum pada tasnya, meneguknya beberapa tegukan dia menghembuskan napasnya setelah meminum air dan saat melihat rekannya sedang minum juga mereka keliatan cemas.


Beberapa saat kemudian dia melihat ke atasnya kalau ada helikopter yang menurunkan beberapa orang, Ryan tersenyum masam karena yang turun adalah bawahannya sekaligus tangan kanannya. Dia berdiri melihat Kein bersama Jack kemari menemuinya.


Ryan tersenyum, "kubilang jangan kemari.. bukan ?"


"Kami cemas padamu."


"Hahh.. sudahlah jangan mencemaskan ku malah aku yang cemas pada kalian," ujarnya menjawab. Beberapa saat kemudian mereka berdua kelihatan bingung dan mengeluarkan Drone dari tas mereka menerbangkannya menuju kota, bingung dengan apa yang dilakukannya Ryan melihat kalau Drone itu tidak punya senjata apapun.


Mengistirahatkan diri dulu dia menyender pada pohon dan meneguk air kembali, merasakan tenggorokannya kering dia ingin segera pulang. Beberapa menit kemudian, dia melihat kalau Drone itu sudah kembali dari kota menuju kemari membawa sebuah kertas.


Dia ternyata punya tangan seperti kepiting untuk mengambil batang, menurunkan kertas itu ditelapak tangan Jack Drone itu tidur setelahnya. Membuka kertas tersebut ada sebuah gambar gadis yang dicari Ryan bersama 14 orang yang bersamanya.


Kein mendekati Ryan, "ada perintah dari ketua Adly."


"Apa itu ?"


"Maafkan saya, ketua."


"Hah ?.. duh.. aduh.. ah! Apa yang kau lakukan ?!" Tanya Ryan membentak. Kein memukul kepalanya tiga kali membuatnya kesal, perintah dari Adly ? Apa maksudnya itu kata Ryan dalam hatinya.


Menjelaskan apa yang terjadi semuanya terdiam, istri mereka tidaklah diculik namun memakai pengubah suara penjahat itu telah menipu mereka. Istri mereka tidaklah berada di tempatnya namun ada dirumahnya, membuat Ryan kaget setengah mati mendengar perkataan Kein yang terlihat memasang wajah yang mengatakan 'kasihan sekali" padanya.


Ditambah Jack menjelaskan kalau ini adalah pertama kalinya anggota Belati Putih ditipu seseorang, belum pernah ada yang tertipu selain Ryan sendiri. Sebagai ketua dia merasa malu, menghembuskan napasnya dia menoleh ke belakang kalau orang-orang ini merasa lega.


Ryan sekarang tersenyum mendapatkan berita bahagia ini, namun tetap saja para zombi dan tengkorak itu tidak boleh dibiarkan berkeliaran di kota itu mereka perlu membasminya. Memikirkan cara melakukannya dilihatnya sekarang mereka punya satu helikopter dan tiga anggota Belati Putih bersama 14 orang yang tidak berpengalaman dengan para zombie.


"Apa kita punya senjata penjaga ?"


"Ya punya kita punya 4 SentryGun di dalam helikopter," jawab Jack. Ryan meminta kepada mereka untuk memasangnya di tempat ini kalau ada segerombolan zombi yang datang kemari, jikalau ada tengkorak akan diurus oleh Kein dan Jack maka takkan ada masalah karena mereka sudah hebat.


Namun Ryan masih heran dengan apa yang terjadi saat ini dikarenakan gadis yang dicari orang itu kenapa bisa ada di kota itu, dan apa dia masih selamat ? Itu yang membuatnya terus bertanya pada dirinya sendiri. Mengambil senapan dia mengisinya lalu 14 orang mengikutinya. Tujuannya adalah kota tempat harus itu berada.


"Kami akan ikut denganmu mencari gadis itu."


"Soal itu.. apa kalian tahu itu siapa ?"


"Dia adalah calon istri orang yang kau temui saat berada di pemukiman, karena tidak ingin menikah dengannya gadis itu kabur ke kota ini... Memakai kamera dari Drone dia masih hidup sampai sekarang."


"Masih hidup ?! Dengan segerombolan zombi sebanyak itu ?!" Tanya Ryan kaget. Mereka mengangguk dengan wajah tidak percaya, menghembuskan napas dia melihat kalau ada sesuatu yang membuatnya bingung adalah tempat mereka saat ini sepi sekali tidak ada suara apapun bahkan zombi saja tidak ada.


Mereka sudah memasuki kota tempat para zombie itu berada karena jaraknya dengan tempat Kein dan Jack dekat mereka bisa memanggil bantuan kapan saja, namun tempat ini begitu senyap tidak ada tanda-tanda zombi sedikitpun. Namun beberapa saat kemudian Ryan kaget dan membidik mereka yang mulai bermunculan.


Peringatan dari Earbuds terdengar kalau ada banyak yang sedang kemari..


"20.. 98.. 125.. 134.. 16 Tengkorak.."


"Apa tengko--!"


"Arrgghh!"


"Semuanya mundur!" Teriak Ryan dengan keras. Namun terlambat, 16 Tengkorak menerjang mereka semua mencakari sampai menggigit mereka dengan gigi yang tajam. Delapan orang berhasil kabur dari 14 orang yang bersama Ryan, Ryan sendiri kaki serta tangan kanannya terluka dan dia hanya bisa melihat kalau selain dirinya yang masih ada di tempat ini sudah tercabik-cabik oleh tengkorak.


Saat ini dia masih diabaikan, melihat mereka sudah mati tidak tertolong lagi dia melihat sebuah mobil dan merangkak ke sana. Memasuki mobil dia terengah-engah merasakan sakit, mengambil perban dia membungkus kaki serta tangannya yang terluka.


Namun dia sadar kalau satu zombi menemukannya, dia lihat kalau zombi yang lain tidak melihatnya dan dia meraba-raba pinggangnya mencari pisau yang tergantung.. tetapi, dia terhenti ketika zombi ini mengelus rambutnya dan pipinya..


"Grrr.."


"Ap---"


perkataannya terhenti sendirinya, dia melihat kalau zombi ini mengelus dada serta beberapa bagian tubuhnya melumurinya dengan darah. Tangannya ditarik olehnya keluar dari mobil, dan diluar dia lihat kalau zombi sudah pergi melewatinya mengabaikannya begitu saja.


Dibawa oleh zombi ini Ryan hanya pasrah mau dibawa kemana, dia perlu mencari gadis itu lalu pergi dengannya. Soal senjata dia bisa mengambil senjata yang tergeletak pada tempatnya diserbu tengkorak sebelumnya, hanya saja dia bingung kenapa zombi ini tidak menyerangnya dan membawanya ke suatu tempat.


Di hadapannya terdapat bangunan tua terlihat seperti gudang, tangan zombi membuka pegangan pintu seperti manusia normal dan Ryan ditarik lagi masuk ke dalam. Zombi menutup pintu lalu dia duduk pada sebuah kursi membuat Ryan begitu heran dengannya, mendekat padanya tetap saja dia tidak melakukan apapun padanya.


Menatapnya dengan durasi yang lama dia melihat dan menyadari kalau dia perempuan, terlihat jelas dari rambutnya yang panjang. Acak-acakan serta tubuhnya sudah membusuk, sedikit merasa jijik harus bersamanya dia perlu melakukan ini agar dia bisa menyelesaikan misinya ini.


Namun, zombi perempuan ini terlihat tertarik padanya menurut Ryan karena awalnya dia adalah manusia yang jadi zombi terus jadi manusia lagi. Menghembuskan napas dia kebingungan siapa dirinya sendiri.