
KnightGear menusuk zombi seterusnya hingga tubuhnya terpotong, sebuah tembakan misil mengenai tubuh zombi dari belakang menghasilkan ledakan yang cukup kuat. Zombi raksasa berhasil dilumpuhkan, mereka kini pergi ke lokasi berikutnya diarahkan menuju keluar dari kota.
Di tengah jalan KnightGear bertemu dengan dua ArctalGear yang sedang menuju lokasi berikutnya juga, mereka berlari menuju tempat tujuan. Suara besi dan mesin yang berisik terdengar bergemuruh, cukup untuk menarik perhatian para zombi manusia berdatangan. Akan tetapi mereka sama sekali tidak memperdulikan mereka dan masih tetap berlari.
Sedangkan di dalam kota Zaky keluar dari tempat persembunyiannya, ia menembak ke arah ayahnya namun sebuah benda seperti dinding pelindung melindungi dirinya dari setiap serangan. Beberapa saat kemudian, Ryan turun dari pesawat memberikan sapaan kejutan dari atas.
"Apa ?!" Kaget Zyred melihat pengeboman masal dari atas. Melihat ke tempat anaknya bersembunyi, Zaky melemparkan lubang hitam ke arah ayahnya sambil mengharapkan kalau dia tidak mati terkena serangannya. Cukup melukainya hingga tidak bisa bergerak saja. Dinding pelindung hancur, dan Zyred kehilangan keseimbangannya laku terjatuh ke bawah dari atas gedung.
Tetap bom mengejarnya hingga bawah, kalaupun Zyred berhasil turun sampai ke tanah bom itu akan terus berjatuhan. Pesawat yang mengangkut ratusan bom pasti takkan bisa dihancurkan dengan mudah, dengan informasi yang dikumpulkan olehnya ia paham kalau melawan Belati Putih yang sudah punya rencana tidaklah mudah.
"Astaga,.. kalian benar-benar hebat sekali."
"Sebaiknya kau tidak meremehkanku."
"Hee.. padahal aku ingin menghadapi anakku bukan dirimu, tapi yah sudahlah.."
"Mati kau!"
Ryan menendangnya ke jalanan, menghancurkan jalanan dengan tubuhnya. Zyred berdiri dari tempatnya seolah-olah tidak menerima kerusakan apapun pada tubuhnya. Ryan langsung berdecak kagum. Sepatunya berhenti mengeluarkan angin, dan dia turun ke bawah dengan perlahan.
Tanpa disadari Zyred, Ryan sudah berada di belakangnya melayangkan tendangan cukup keras sampai Zyred kehilangan keseimbangannya. Hampir ia terjatuh, tetapi dia melompat ke atas menembakkan peluru hitam pada Ryan yang tengah tidak bisa bergerak.
Ryan menerima tembakan tepat di dadanya, kedua kakinya diikat oleh rantai hitam seperti milik Adly namun agak lemah bisa dihancurkan olehnya dengan mudah..
"Meniru tekniknya benar-benar merepotkan, bukan ?" Tanya Ryan sambil tersenyum sinis. Zyred menatap senyuman lawannya, tak lama ia melemparkan bom asap ke sekitarnya lalu memegang kedua senapan di kedua tangannya. Mau kanan atau kirinya, ada banyak peluru yang melayang di sekitarnya siap melesat ke arah musuhnya.
Melihat hal tersebut untungnya Ryan memakai kacamata yang bisa melihat tembus ke dalam asap, dari perkataan Zaky sebelumnya Adly meniru teknik ayahnya. Yaitu masuk ke tengah-tengah musuh dan menembaki mereka dengan senapan tanpa henti, walau menguras banyak peluru tapi itu efektif untuk membunuh musuh dengan jumlah banyak.
Seperti SentryGun yang menembak terus-menerus sambil berputar, beberapa orang menyebutnya tembakan berputar akan tetapi Ryan berpikir kalau serangannya itu blak-blakan.
"Tapi,... Mengapa dia menggunakan itu ? Lawannya hanya aku saja, bukan ?" Tanyanya dalam hati. Ryan menyiapkan pelindung berlapis-lapis, perasaannya tidak enak ketika peluru-peluru mulai terkumpul dalam angin itu. Tak lama beberapa detik setelahnya para peluru gencar melesat, puluhan bahkan ratusan lebih menembaki dinding pelindung tebal milik Ryan dengan cepat.
Melihat kalau pelindung takkan sanggup untuk menahan serangan lagi, dibuktikan dengan retakan disetiap sisi pelindung. Pelindung berbentuk persegi yang melindunginya pecah seperti kaca, namun tidak terdengar suara apapun saat pelindung pecah.
"Yah,.. mungkin saatnya bermimpi ?" Ujarnya pelan. Dia mengangkat tangannya ke atas sesudah memastikan tidak ada siapapun yang berada di kota ini, hanya ada mereka berdua saja di kota ini dan Ryan yakin kalau Zyred takkan keluar dari kota ini karena takkan mungkin dia bisa keluar dari kita dengan secepat ini.
Dia yakin kalau mereka tidak punya alat teleport ataupun benda lainnya yang bisa digunakan untuk kabur dengan cepat, ia mengangkat tangannya ke atas dan telapak tangannya mengeluarkan cahaya seperti suar menjulang tinggi ke langit. Dari kejauhan Zyred melihat cahaya itu, dan langsung kehilangan kesadarannya seperti pingsan. Dia terjatuh dari dahan pohon ke jalanan.
Sama seperti Ryan, Ryan juga pingsan di tempatnya berdiri sebelumnya memasuki dunia mimpi bersama musuhnya.
"Di mana ini ?" Zyred melihat sekeliling tidak menemukan apapun selain ruangan gelap warna biru tua. Hanya ada beberapa cahaya lampu yang menerangi tempatnya, dan tak lama seseorang muncul dari bayangan. Ruangannya mulai memudar digantikan oleh taman kecil penuh bunga warna-warni. Akan tetapi, dia berada di tengah-tengah kolam darah yang dipenuhi dengan potongan-potongan daging.
Ryan menampakkan dirinya dengan mata bercahaya merah terang, melihat matanya itu Zyred langsung tahu ia berada di mana dan mencoba untuk lepas dari ilusi yang dibuatnya.
"Yah,.. keluar dari mimpi mudah saja dan membunuhmu di sini cukup mudah jadi lebih baik dengarkan pertanyaannya dan jawab dengan jujur." Ancam Ryan dengan tatapan sinis mengarah padanya. Tidak lama kemudian, Zyred sadar kalau dirinya merasa kalau kakinya tidak menginjak apapun dan mengetahui kalau ancamannya bukan omong kosong belaka.
"Saat kita bermimpi jatuh ke dalam lubang, saat itu otak kita menyelamatkan nyawa.. namun, karena ini mimpimu kau bisa melakukan apapun ? Yah, benar-benar dunia impian."
"Itu kau tahu, makanya apa kau mau mendengarkan pernyataanku ?"
"Sekarang aku tahu apa yang dilihat oleh Rani selama lima tahun terakhir, pantas saja dia sudah bangun, iyakan Ryan ?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan,.. cepat jawab pertanyaanku!"
"Kau belum bertanya! Aku harus menjawab apa hah ?!" Bentak Zyred cukup keras. Ryan tersenyum masam, ia mengusap dadanya beberapa kali lalu bertanya soal kekuatan Elentry milik semua orang di Belati Putih dan Belati Hitam, Belati Hitam sama halnya dengan belati putih akan tetapi mereka hanya bertugas sebagai pengintai dan mata-mata di negeri tetangga atau negara lain.
Zyred hanya menghembuskan napas, lalu ia menjawab dengan kata-kata sederhana dan singkat menjelaskan kalau dia tidak tahu apapun. Mendengar jawabannya Ryan kesal, ia ingin membunuhnya sekarang namun Zaky tidak memerintahkannya untuk membunuhnya apapun yang terjadi.
Ryan menjentikkan jarinya, dan keluar dari dunia mimpinya. Ia kembali ke dunia nyata melihat langit sudah malam, ternyata waktu di dunia mimpi serta dunia nyata tidaklah sama terkadang lambat atau cepat tergantung imajinasinya.
"Susah juga mengendalikan kemampuan ini!" Keluhnya. Dia berjalan menuju tempat Zyred pingsan, memakai grappling hook ia melesat ke atas seperti seorang ninja. Dengan gesit ia melompati setiap bangunan, lalu menemukan Zyred terkapar di jalan raya untungnya tidak ada zombi di kota ini jadi aman-aman saja tubuhnya itu.
Cukup gawat kalau terjadi sesuatu padanya sebelum mereka mendapatkan informasi yang penting darinya...