
Fauzan menghela napas dia teringat dulu saat kecil Adly sangat takut dengan belalang sembah sampai sekarang, melihat bentuk zombi yang terlihat seperti ini dia sudah bisa menebak. Kalau Adly pingsan karena takut dengan wujud serangga itu, lalu Ezra ingin menyelamatkannya tetapi karena dia terluka dan keduanya malah dibawa musuh.
Dia menatap ke DyntalGear yang berdiri tegak di hadapannya, seperti melihat film yang menjadi kenyataan dia lihat robot sebesar 15meter berdiri di hadapannya. Tidak lama kemudian, asap keluar dari punggungnya dan kokpit terbuka memperlihatkan pilot yang berada di dalamnya.
Mereka turun ke bawah, lalu Surya dengan panik datang ke Fauzan yang sedang terdiam. Membicarakan soal Adly yang dibawa musuh memang itu benar adanya, tetapi dia tahu kalau Adly takkan mungkin kalah dengan zombi semacam itu. Tetapi, dia tahu kalau ini pasti bukan karena serangga walaupun ketakutannya itu lebih besar dari takut pada orang tuanya.
"Kalau dipikir baik-baik tempat penyerangan ada di dekat dengan rumahnya yang terdapat istri dan anak-anaknya, pasti adky akan menahan ketakutannya dan melawannya sampai titik darah penghabisan. Namun, dia sampai kalah ? Sulit dipercaya!"
"Tapi, itu kenyataanya," jawab Surya dengan ekspresi cemas. Keduanya tidak memahami keadaan ini, lalu mereka mendengar suara yang aneh di layar televisi dan audio.
Seseorang mendeham dalam radio maupun televisi, "ehem! Baiklah, saatnya pengumuman wahai wargaku yang tercinta!"
"Suara siapa itu ?"
"Kami telah mengungkap ketua Adly dari Belati Putih dengan ketua padukan Ezra, dan selanjutnya adalah semua anggota Belati Putih! Ahahaha! Jika kalian menuruti kami, maka pasti akan kami lindungi!"
"Sial, dia ternyata Dya!" Surya mengepalkan tangannya.
"Dia ? Dya sama aja.."
"Dieeyaa.. bagus tuh!" Ucap Fauzan sembari tertawa. Tidak lama suara itu menghilang, dan Fauzan tidak mengejek lagi. Pikirnya kalau dia bisa melakukan itu pasti bisa juga menyimpan alat penyadap di sini, tetapi dia tidak langsung membentak ketika dia mengejeknya seperti itu.
Beberapa saat kemudian Fauzan tahu kalau ini gawat dan memerintahkan kepada seluruh anggota Belati Putih berkumpul, mereka yang masih baru akan di biarkan tetap melakukan tugasnya. Tetapi, bagi veteran dan anggota lama yang sudah berpengalaman diminta untuk menyiapkan pasukan mereka. Semuanya mendengar dari Earbuds pada telinga mereka.
Semua yang mendengarkan tersenyum, mereka yang didiamkan di rumah mereka yang libur juga tersenyum. Bagi prajurit veteran perang adalah hiburan sana seperti Adly, kelakukan mereka sama seperti pemimpin mereka. Apalagi para unit Pembantai yang selalu bicara dengan lelucon buruk mereka, dan terdengar sadis.
Setelah tiga jam Zaky dan Fauzan berdiri depan pasukan mereka yang terkumpul, walaupun dibilang pasukan ini hanya kelompok besar saja. Ada total 97 orang beserta 4 DyntalGear berada di belakang mereka, juga robot manusia ada jumlah 50 robot.
"Totalnya ada 117 ya ? Tidak termasuk pilot DyntalGear tapi, kuharap ini cukup!" Fauzan berkata dalam hatinya.
Dengan jumlah segini mungkin mereka bisa menghancurkan seluruh zombi, tetapi Fauzan saat ini bertujuan hanya untuk merebut kembali Adly dan Ezra yang masih ada di sana. Dia tahu kalau ini takkan mudah tapi sebaiknya mereka langsung berangkat saja.
Semuanya berjalan, dengan kelompok yang besar itu mereka terlihat seperti mau perang...
Sedangkan Ryan sendiri bersama Vina dan yang lainnya dalam gedung, dia tahu kalau ini takkan cocok untuk orang baru seperti dirinya. Tidak lama dia melihat anak kecil yang ikut naik di atas DyntalGear dan terlihat senang, rambutnya putih serta penampilannya sama seperti Adly.
Sedangkan di lantai bawah, Widya kebingungan mencari Fidya yang menghilang begitu juga dengan Alia yang masih tidur di sofa dan kehilangan Fidya yang berjalan-jalan.
***
Singkatnya mereka sampai di tempat tujuan yang banyak sekali zombi yang berdatangan, tetapi para veteran langsung melepaskan kawat grappling hook dan naik ke gedung. Mereka melompat dan menerjang setiap zombi yang ada, bahkan zombi raksasa sekalipun.
Fauzan hanya bisa tersenyum masam melihat kebarbaran orang-orang ini, padahal mereka sudah berumur hampir 30 tahun-an. Tidak lama ada yang benar-benar raksasa, DyntalGear maju dengan pedang lasernya. Menginjak zombi yang ada di jalanan, dia menebas kedua tangannya terlebih dahulu dan terlihat meriam di bahunya mengeluarkan misil. Menghancurkan kepalanya.
"Hmm.. Apa itu ?"
"K-kapten, ada anak kecil naik di atas kepala robot."
"Apa ?!"
"Kami bahkan tidak menyadarinya, maaf..'
"Tidak, akupun tidak sadar tapi kenapa ?!" Ucap Surya panik. Melihat kondisi ini dia tidak bisa keluar ataupun diam dulu, karena robot ini masih menghunuskan pedangnya dan menembaki para zombi yang berdatangan. Walaupun seperti itu akan sangat berbahaya tidak menyelamatkannya.
Namun, seseorang dari Belati Putih datang dan kail menancap ke kepala DyntalGear dia mengambil anak itu dan segera pergi. Para pilot bernapas lega, tidak pernah terpikirkan kalau akan ada anak kecil yang bisa naik ke sana pikirnya.
Kembali serius ada raksasa lagi datang berlari membawa tiang listrik, menyiapkan pedang laser mereka berlari dan memotong senjatanya. Tetapi zombi ini memegang tangan robot lalu mereka tidak bisa menembakan misil dari arah sedekat ini, walaupun seperti itu Surya masih bisa tenang.
Di lutut robot keluar senapan kecil dan menembaki zombi, zombi mulai kesakitan lalu melepaskannya. Mengambil kesempatan ini DyntalGear membelahnya menjadi dua, dan kemudian ada banyak lagi yang datang.
Di bawah ada padukan yang menghabisi zombi dengan ganas, menjadi terbalik bukanya zombi yang membiru manusia. Malah sebaliknya...
"Cih! Mereka lemah sekali, sekali tebas, sekali tembak mati!"
"Ahaha! Ini akan mudah dan uang akan terkumpul banyak!"
"Benar sekali! Wah, ada banyak yang datang! Ayo buruan kita bawa mata mereka ke rumah!"
"Hey hey jangan terbawa suasana dan jangan tiru Adly!" Ucap Zaky di atas gedung memperhatikan pertarungan dan mendengarkan pembicaraan pada pasukannya, dia tidak tahu kenapa mereka semua seperti psikopat dan begitu kejam. Sama seperti Adly sebelas duabelas lah.
Hanya saja saat peperangan terjadi Adly bersama Ezra terlihat dibawa oleh salah satu zombi dengan akar hidup itu, bukan tetapi tentakel. Mereka dibawa dengan tentakel yang banyak lalu keduanya seperti tidak sadarkan diri, Zaky melihatnya dan ingin langsung menyerang. Tetapi, dia seperti melihat sesuatu yang tidak asing.
Salah satu prajuritnya membawa seorang anak dengan rambut putih platinum, mata merah, dan wajah cantik. Sontak dia kaget..
"Fidya!?"
"Ada apa ? Kenapa kamu menyebut nama anak Adly ?'
"Tidak, lihat baik-baik!" Kata Zaky sambil menekan tombol pada Earbuds miliknya. Menghela napas Fauzan memperhatikan prajurit yang ditandai Zaky pada peta, Fauzan melihat keadaan dari jauh menggunakan Drone di atas langit dan dia mendapati hal yang langka bahkan unik. Seorang anak kecil ada dalam pertempuran.
Dia sedang dibawa oleh salah satu prajuritnya, kakakku itu hanya tersenyum masam. Bukan mirip lagi tapi itu memang anaknya...
"Sebodoh apapun dia jangan mengajarkan anaknya bertarung di usia 2 bulan lebih!" Kata Fauzan dalam hatinya.