Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
79. Zaky


Widya memperhatikan dalam lemari baju di kamarnya dengan tatapan tajam, selepas membersihkan kamar ini dia masih ingin membuang pisau ini. Sama sekali bukan contoh yang baik sebagai ayah yang dipikirnya itu, hanya saja semua pisau ini dari negara lain. Memang mengoleksi benda dari berbagai tempat mengoleksi.


Namun, yang anehnya itu adalah pisau kenapa ? Suaminya entah kenapa menyukai hal semacam ini, dan kemarin. Kenapa dia sampai menjelaskan soal kebohongan kalau istrinya itu istri impian.


"Kalau aku begitu, mungkin saja dia sudah aku siksa setiap malam... Heh ? Dia itu suka rasa sakit, kah ?" Ucap Widya dalam hatinya.


Mendengar suara langkah kaki dia segera menutupnya dengan papan dan menutup pintu lemari, kalaupun disembunyikan sekalipun akan tetap ketahuan. Beberapa saat kemudian Adly membuka pintu melihat Widya sedang memegang sapu, melihat ini dia mengambil sapu itu dan membakarnya.


Keluar api merah gelap dari tangannya membakar sapu itu, gadis ini sekarang tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa. Bagaimanapun juga dia tahu kalau Adly cemas padanya, tapi dia tidak bisa diam di rumah dan malas-malasan saja..


Widya menghela napas, "ah.. dasar, aku bosan tau.. kamu larang buat keluar ataupun beresin rumah.."


"Yah.. ok ok kamu boleh main."


"Kita mau main !? Di hotel mana ?!" Tanya Widya dengan semangat dan senyum.


"Kenapa kamu mikir sampai ke sana ?! Tobat! Pikirkan anak yang ada dalam kandunganmu itu! Adiknya Alia pikirin!" Adly berkata sambil terlihat jengkel. Sedangkan gadis ini mendekat dan malah menggodanya.


Di sela-sela pintu seorang anak dengan rambut hitam turun ke bawah memakai baju sekolah SD dia mengintip ibu dan ayahnya, mereka seperti biasa kelihatan sedang bertengkar tapi nyatanya beda. Dan terlebih lagi mereka keliatan sedang berkelahi sungguhan.


***


Sedangkan di gedung Belati Putih ada banyak keributan pada rapat, saat ini semuanya membicarakan soal rencana Fauzan agar tidak ada perang dan jatuhnya korban jiwa. Hal ini disetujui oleh banyak orang, namun, mendengar membuat warga untuk membuat keributan juga agak buruk.


Tetapi dilihat dari situasi yang ada ini adalah pilihan yang tepat dan terlalu buruk untuk meninggalkannya, mereka juga akan punya kelebihan. Menghembuskan napas, Zaky tidak bisa fokus karena kejadian ini dan soal Rani yang semakin memburuk.


Jika dia sampai mencintai seseorang dari musuh yang memiliki niatan buruk itu sangatlah kacau, dia perempuan jika sampai hamil dan orang yang menjadi suaminya itu bisa mengendalikannya. Tentu itu akan buruk, sampai-sampai kalau ini terjadi tidak akan ada yang bisa melawannya sekalipun itu Fauzan anggota terkuat.


Yang paling buruk hanyalah gadis itu masih koma karena Ryan dan lelaki itu juga tidak ingin melepaskan pengaruh racun itu, sampai lima tahun dia akan terus begitu. Itu yang dilihat Adly dari masa depan, tetapi, hal itu juga bisa diubah olehnya.


"Zaky, Zaky, Zaky!" Panggil Fauzan. Seketika Zaky bangun dari lamunannya, dia melihat Fauzan yang sedang menatapnya keheranan dengan wajah yang kelihatan cemas. Segera Zaky tersenyum dan meminta maaf karena tidak mendengarkan.


Menghela napas, Fauzan melangkah menuju pintu dan mengajaknya untuk keluar dari ruangan..


Hanya saja.. hal yang buruk akan terjadi, kesalahan ini akan membuat hal yang sangat buruk dan kejadian yang tidak terduga. Seekor burung gagak keluar dari ruangan itu dari jendela, semenjak rapat dimulai burung itu sudah bersembunyi di bawah meja dan tidak disadari oleh satupun orang di sana.


Burung gagak itu keluar dan terbang menuju tempat tuannya, dengan cepat mengepakkan sayapnya terlihat seperti burung biasa. Namun, apakah burung memiliki mata yang bersinar alias terbuat dari lampu ? Mungkin saja.


"Tidak sama sekali, dan terimakasih telah mengeluarkan suamiku dari penjara.. kini dia berada di kamar Rani."


"Yah sama-sama Tante, tapi.. saat ini keadaan begitu gawat dan jika ada yang melihat paman entah dari rekanku ataupun yang lain akan gawat."


"Baik, aku takkan mengeluarkan dia dari rumah ini apapun yang terjadi!" Ucapnya menyakinkan Zaky yang tengah berdiri di depannya. Namun, dia sedikit kecewa karena harus dia yang menggantikan suaminya untuk bekerja. Yah tidak ada pilihan lain juga itulah yang dipikirkannya.


Beberapa saat kemudian orang yang dibicarakan datang keluar dari kamar anaknya, dia melihat Zaky yang sedang berdiri depan pintu. Zaky melihatnya juga dan masuk ke dalam bersama ibunya Rani, dia diminta untuk duduk.


Zaky tersenyum masam, "ahaha.. yah aku ingin melihat keadaan Rani saja."


"Yah.. mendengar kalau kamu sering menemui dia.. apa kamu menyukainya ?"


"Hah ?!" Ucap Zaky kaget. Dia sama sekali tidak menyangka ayah Rani bisa mengatakan itu dengan senyum manis dan tanpa ragu, sedikit merasa kesal Zaky hanya menggelengkan kepalanya saja dan sekarang dia melihat ke depan kamar Rani.


Dia berpikir tentang gadis itu sekarang ini sembari memikirkan juga tentang kekuatannya yang gila itu, sama sekali tidak terpikirkan olehnya.


Ayah Rani memperbolehkannya untuk menemui Rani walaupun dia masih belum bangun dari komanya, tetap saja Zaky merasa ingin menemuinya. Beberapa hal membuatnya tahu kalau dia sedikit tertarik pada Rani, gadis itu begitu sebegitunya pada Ryan yang padahal sudah mencintai orang lain.


Dariawal harusnya dia tahu kalau mendapatkan Ryan itu sebagai kekasih juga begitu sulit, namun mungkin saja itu tidaklah mustahil...


Zaky berdiri dan langsung pergi masuk ke kamar. Setelah pintu terbuka, dia lihat kalau seorang gadis cantik berambut ungu cerah dengan pita yang mengikat rambutnya itu terlihat cantik. Menatapnya agak lama, dia tidak kunjung masuk dan hanya terdiam di pintu.


Rambutnya diikat bagai ekor kuda. Entah berapa dia pikir kalau lebih dari penasaran, pada gadis ini dia ingin mengenalnya lebih.


"Mungkin, mungkin saja ini rasa suka.. tapi ya mana mungkin sih ya.. soalnya aku sudah tidak punya hati lagi.." ucapnya lirih pelan. Melepaskan kacamatanya dia memasuki ruangan, dengan penuh rasa penasaran dan sangat ingin tahu soal Rani ini. Tentang semuanya.


Perasaan ini muncul tiba-tiba dan tanpa sadar Zaky mulai seperti ini, walupun dia banyak memacari gadis yang lebih cantik darinya tetap saja. Rasanya seperti ada yang kurang dan entah kenapa saat-saat bersama Rani itu menjengkelkan baginya. Ketika dia marah-marah tidak jelas, ataupun suka menyalahkan dirinya atas kesalahannya.


Baginya dia ingin cepat-cepat agar Rani bisa pergi dari Belati Putih hanya saja sekarang.. bahkan dia ingin selalu di sampingnya sebagai wakilnya, sedikit merasa cemas dia mendekat ke wajahnya sedikit. Dia menatap matanya yang masih terpejam itu.


Beberapa saat kemudian tujuan matanya mengarah pada bibirnya, beberapa saat kemudian dia menghembuskan napasnya.


"Wahh.. si gagak sudah sampai!" Ucap seorang pria dengan baju ilmuannya. Gagak itu turun dan hinggap di pundaknya, burung membuka mulutnya mengeluarkan sebuah kotak kecil sebesar penghapus dan si pria ini mengambilnya. Menekan sebuah tombol keluar kartu memori.


Kotak itu terbuka dan mengeluarkan banyak sekali kartu memori.. segera dia menyeringai dan menciptakan rencana buruk di kepalanya...