Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
69. Ezra, Adly


Dia terbang di atas mereka semua menembakkan banyak sekali anak panah, hanya saja dia mulai turun kembali dan menghantam tanah dengan kuat. Menghasilkan getaran seperti gempa bumi kecil, beberapa robot yang mulai kehilangan keseimbangan runtuh. Adly melemparkan beberapa bom meledakan banyak sekali musuh.


Serpihan-serpihan kecil mesin terlihat, banyak juga oli yang berceceran dimana-mana seperti darah. Lelaki itu terengah-engah capek, namun tidak membiarkannya berhenti semua robot mulai terdiam membuat Adly merasa heran.


Mereka bukan terdiam, tapi kepala mereka lepas dari tubuh dan mulai bergabung membentuk 5 robot yang sangat kuat tampaknya. Ada empat robot seperti cumi-cumi dan mereka memiliki tujuh tangan yang memutari tubuh, Adly menghela napas dan mengambil perisai atau tameng.


Frame tiga memiliki kemampuan yang sama seperti frame level sebelumnya, juga perlengkapan yang ada seperti senjata di abad pertengahan. Adly mengetahui ini akan sangat sulit, tanpa membiarkannya berpikir robot cumi itu melemparkan bola api dari mulutnya. Giginya berputar seperti blender.


Adly menahan bola api dengan tameng, dia berlari mendekatinya dan membawa pedang memotong satu tangannya. Tiga tangan menangkap Adly, dia segera memutar badannya melepaskan diri dan menebas ketiganya. Tinggal tiga lagi.. saat mendekati ketiga tangan itu memutari tubuhnya dan Adly tidak mempunyai pilihan lain selain bertahan dengan tamengnya.


Adly semakin tidak kuat lagi, mengikis tamengnya hingga habis terbelah dua membuatnya melemparkan pedang dan meledakannya ke mulut robot cumi. Pedang itu bisa diledakkan, hanya saja untuk membuatnya lagi dia membutuhkan beberapa menit.


"Astaga mereka banyak! Ada tiga robot lagi dan apaan itu ?!" Adly berteriak melihat robot yang satunya. Seekor naga keluar dari sana, naga robot itu besar sekali memiliki dua sayap dan dia mengaum menyemburkan api.


"Adly! Aku akan membantumu!"


"Ah ?! Maaf.. Ezra, kau lawan cumi yang itu dan aku yang ini!" Ucap Adly sambil menunjukkan mana sasarannya.


"Baiklah!"


"Di mana Zaky ?!"


"Dia akan menyusul!" Ezra memukul robot cumi. Dia datang di waktu yang tepat. Melompat ke atas, dia langsung menggunakan kekuatan penuh dan memukul robot cumi itu dengan pukulan apinya. Api biru dan merah tercampur, membuat cumi itu jadi robot cumi goreng.


Tubuhnya hancur berkeping-keping, meninggalkan oli dan minyak..


Ezra menatap ke robot cumi, dia lihat kalau naga itu terdiam seperti melakukan sesuatu. Saat dia sadar kalau ada empat bola melayang di atasnya, memberikan sinar pada kepala naga itu membuatnya bertambah kuat. Ezra sadar kalau ini sangatlah gawat, jika bola kristal itu tidak sampai dihancurkan sampai kapanpun naga itu takkan hancur.


Mengalihkan perhatiannya pada robot cumi, mereka berdua tidak seperti yang sebelumnya yang memiliki tujuh tangan. Mereka hanya punya tiga tangan.. namun tidak bisa diremehkan, tangan mereka memiliki gerigi di setiap ujungnya.


Mereka memukul tanah menghancurkannya, mengambil bongkahan tanah melemparkannya ke pada mereka berdua. Adly menghindarinya sedangkan Ezra meninjunya balik dan bongkahan batu besar itu menjadi kecil-kecil. Berbalik terlempar pada kedua robot cumi, saat itu Adly melemparkan dua bom asap.


Menembak mulut mereka dengan senapan serbu dan bukan seperti senapan biasa, peluru yang tertembak sama sekali tidak sedikit. Langsung ratusan peluru yang keluar, setiap detiknya sekeliling Adly dipenuhi dengan wadah peluru kosong.


Ezra menatapnya dengan tatapan mata kaget, "Adly! Jangan memaksakan diri!"


"Tidak! Mereka akan hancur sebentar lagi!"


"Tapi...!"


"Hyahhh!!!" Teriaknya. Seketika kedua tangannya hancur, mata kirinya juga sama meledak buyar langsung terbaring di sana. Ezra mengigit bibirnya mengusap sedikit darahnya, tangannya mengeluarkan asap dan dia mengarahkan jari ke tempatnya mereka berdua. cumi.


Dia terengah-engah merasakan capek tenaganya habis, jangkauan serangannya cukup jauh membuatkan lelah. Saat lihat naga itu, dia langsung berlari pada Adly dan mengambilnya pergi mundur dulu. Tidak ada artinya jika mereka tetap bertarung dengan keadaan seperti ini.


Mereka naik ke atas bangunan. Ezra membaringkan Adly yang pingsan tidak sadarkan diri, dia melihat matanya mulai mengeluarkan darah yang menjadi daging dan membentuk tubuhnya yang hilang.


Ezra duduk di depannya, "hey.. apa kau tidak merasa sakit ? Sejak dulu, sejak kita bersama ataupun bertemu.. diantara kita semua kau yang paling lemah, hanya saja sedikit demi sedikit kau menjadi yang teratas tentu dengan luka di sampingmu.."


"..."


"Jujur... Jika aku jadi dirimu, aku sudah tidak bisa lagi memakai regenerasi itu lagi.. apalagi ingat dulu ? Saat kita bertiga menjalankan misi ? Bersama Fauzan dan diriku, kau menjadi umpan dan tubuhmu hancur setengah ? Kami ketakutan!"


"..."


"Mata kami mengeluarkan air mata, menangisi dirimu tapi.. saat ingin mengangkat kamu.. aku kaget karena tubuhmu itu tumbuh lagi, aku sangat kaget!"


"..."


"Hey.. apa kau tidak merasakan sakit ? Ayolah jawab aku janga--"


"Tentu saja... Kau pikir digigit raksasa dan tubuhmu hancur setengah ? Apa kau pikir enek ? Maksudku enak ?.. ah, ya anggap saja semangka yang dibelah dua."


"Kau ini ya ? Candaan itu bikin orang lain ngeri!" Ezra tersenyum. Melihat tubuh temannya mulai sembuh seperti biasanya, dia menghela napas dan berdiri dari tempat duduknya. Memberikan tangannya pada Adly, dia menerimanya dan bangun dengan bantuannya.


Ezra berjongkok dan memukul atap gedung, api muncul dan berubah menjadi lahar panas membentuk sebuah senjata. Kapak itu diambil olehnya, dia menatap naga robot itu cukup kesal karena tambah lama dia tambah kuat.


Melihat bola kristal yang mengapung di atasnya Adly tahu juga soal ini, memang ada teknologi semacam itu di perusahan robotika. Dia membuat tombak dan melemparkannya ke kristal, naga itu langsung mempedulikan serangan Adly dan melindungi bola.


Ezra menunjuk naga dengan jari ibu, "Prioritas kita menghancurkan bola kristal itu. Namun, saat kita muncul di hadapannya dia akan menyerang."


"Baiklah... Aku akan menembak salah satu kristalnya, saat hendak dia ingin menyelamatkan kristal itu kau serang dia!" Adly turun dari atas gedung. Mereka berdua turun, lelaki itu menembak ke salah satu bola kristal yang berwarna merah. Naga mulai ingin melompat melindungi kristal, namun Ezra menerjang maju dan memukul kepalanya menggunakan kapak.


Adly menembak. Panah itu menghancurkan bola kristal, naga itu mengamuk dan mencoba menyerang Ezra dengan ekornya. Tanpa tinggal diam, Ezra menghindarinya dan memakai pelindung bertahan.


Saat pandangan naga itu teralihkan pada Ezra, Adly menembak bola kristal yang biru dan sekarang tinggal yang hijau dan kuning saja. Ezra menyerang menembakan api dari telapak tangannya, keluar api yang bercampur dengan api biru dan api biasa.


Itu membakar kakinya, teman Ezra tidak tinggal diam. Dia berlari ke kakinya menebas kedua kakinya dengan dua pedang sekaligus, naga itu berbalik dan melihat Adly segera ingin melahapnya. Adly menusukkan pedangnya ke lehernya, naga mulai mengaum menyemburkan api lagi.


Adly cepat-cepat melompat ke atas kepalanya, dia menusuk kepalanya dengan satu pedang tersisa. Saat melihat ke atasnya, dia menembak dua bola kristal dan keduanya hancur. Naga ini kini bisa dikalahkan.