
"Widya! Widya! Kamu dimana ?!" Teriak seorang perempuan yang tengah menaiki tangga menuju lantai atas. Adly yang kesakitan segera pergi meninggalkan tempat itu, sesampainya di lantai paling atas perempuan yang datang melihat Widya temannya sedang seperti kebingungan. Dia duduk di lantai melihat sana sini seolah-olah mencari sesuatu.
Vina mendekat padanya dan berjongkok sambil tersenyum kecil, ia membelai rambut temannya kemudian menarik tangannya membawanya pergi dari gedung ini. Mereka turun ke bawah lewat tangga, sambil merasa heran Vina menoleh sesekali ke belakang memastikan Widya masih mengikutinya.
Keduanya keluar dari gedung yang hampir roboh ini dan pergi berjalan-jalan kembali, ia melihat antrian panjang mengantri untuk mengambil makanan.
"Kerusakan kota benar-benar luar biasa, sampai memerlukan ratusan pekerja bangunan sekaligus." Tatapannya mengarah pada Ryan yang sedang melayani mereka, dan ekspresi parahnya membuat Vina sedikit tertawa ketika melihatnya. Selang beberapa lama kemudian, Alia datang bersama adiknya menghampiri mereka berdua.
Fidya berjalan dengan kaki kecilnya, diumur 5 tahun nampak ia masih terlihat unik dari anak-anak yang seumuran dengannya. Contohnya ia bisa menulis serta menuruti perkataan dari kakak ataupun ibunya, bisa memahami apa yang terjadi di sekitarnya membuatnya agak kaget.
"Yah.. andaikan Fira juga begitu," ujarnya pelan.
***
Markas yang dibangun di pulau kecil terlihat kosong dikarenakan semua hewan sudah dikumpulkan oleh Belati Putih, mereka dikirim ke salah satu hutan yang telah dipastikan tidak ada zombi dan diawasi kamera. Sekumpulan zombi mendekat, namun bukan zombi biasa melainkan hewan-hewan yang menjadi zombi bertambah besar.
Jika diumpamakan DyntalGear adalah manusia dewasa, zombi ini memiliki ukuran sama seperti harimau dan manusia seperti tikus kecil. DyntalGear menembakkan sinyal ke atasnya, semua robot yang ada di pulau menerima sinyal tersebut dan datang ke lokasinya.
Seekor zombi harimau melompat menerkam DyntalGear dan mengigit kepalanya, robot yang digigitnya membantingnya ke tanah. Setelahnya menembakinya dengan tembakan beruntun. Tak lama harimau pun tidak bergerak lagi karena sudah mati.
Yang lainnya mulai berlari menuju DyntalGear, tapi KnightGear datang dari belakang melompati rekannya dan menebas tiga harimau sekaligus. Dari kejauhan nampak ArctalGear mulai membidik, walau banyak daun dan pohon yang menghalangi penglihatannya tetap bagi pilotnya yang seorang penembak jitu ini hanyalah hal kecil baginya.
Satu tembakkan mengenai zombi lain, dua tembakan meleset mengenai pohon. Pilot di dalam kokpit berdecak kesal, ia menghubungi pilot DyntalGear di tengah pertarungan dan melaporkan apa yang dilihatnya barusan. Pilot yang dihubunginya terdiam, dia tidak lama meminta semuanya untuk mundur ke markas untuk mengambil senjata lengkap.
"Semuanya mundur! Tandai tempat ini juga dan bawa satu mayat untuk sampel!" Teriak pilot DyntalGear. Mereka semua mundur, kecuali KnightGear yang membawa bangkai zombi harimau bersamanya berlari dengan sangat lambat tidak seperti biasanya dan zombi di belakangnya sama sekali tidak mengejar dan hanya meraung keras.
Sepanjang jalan terdengar suara Injakan kaki robot raksasa, semua burung yang berjejer di ranting segera mengepakkan sayapnya berterbangan. Belati Putih tidak membawa serangga, burung, ataupun mahkluk yang bisa terbang dan melarikan diri karena itu hanya akan membuang-buang waktu saja bagi mereka. Lagipula, buat apa mengurusi binatang yang bisa kabur sendiri.
Beberapa menit berlalu, mereka keluar dari hutan melihat Ezra yang sedang memakai peralatannya dan mereka keluar dari robot mereka. Kokpit di dada mereka terbuka memperlihatkan pilot robot. semuanya melompat keluar dari tumpangan mereka dan ketua mereka mendekati Ezra lalu berkata, "pak! Kami melihat ular itu."
"Jadi, dia menampakkan diri ya ? Yah.. bukannya kita tidak ingin melihat ular zaman purba hidup lagi tapi mahkluk seperti itu harus dibunuh segera!"
"Memang,.. kita bisa membuat rumah untuk mereka akan tetapi jangankan memelihara ular segede itu! Kita memelihara ular kecil saja susah!" Bentak Ezra sambil memukulnya dengan tangan berapi. Semuanya tersenyum masam, kemudian Ezra menghembuskan napasnya dan meminta mereka memasang perlengkapan yang ada.
Para pilot DyntalGear memasuki robot mereka kembali melepaskan pelindung yang terpasang ditubuh robot, setelahnya robot pengangkut barang datang menyimpan kotak kubus besar di hadapan mereka. Kotak tersebut terbuka, mengeluarkan pelindung baru mereka dan semua unit memakai pelindung baru.
Disebut sebagai armor kura-kura, daya tahannya begitu kuat namun memperlambat pergerakan robot dalam bergerak dan bertarung. Tipe bertarung jarak dekat cukup untuk mengulur waktu, sedangkan ArctalGear tidak mengganti apapun selain mengisi daya mereka dengan panel surya di punggung mereka untuk mengisi daya.
"KnightGear, gunakan pedang api dan jangan memakai perisai."
"Kita akan melakukan apa, pak ?"
"Lakukan saja, jangan banyak tanya.. persiapan kalian hanya 10 menit! Lakukan! Cepat-cepat!" Ezra mendesak mereka.
Sepuluh menit berlalu mereka siap dan tengah menuju lokasi ulat berada, sambil berjalan Ezra menjelaskan rencana yang akan dilakukannya dan segera bersiap-siap. Dengan sarung tangannya, keluar api biru ia bergegas pergi maju duluan memancing semua zombi harimau dan serigala untuk mengejarnya. Ezra yang menjadi umpan memancing mereka ke tepi pantai, dia tidak ingin membakar semua pohon yang ada di sini.
Dia melihat semua lawannya kalau terlihat sudah tidak bisa diselamatkan, harimau putih memandangnya tajam dan bergerak. Menunggu salah satu dari mereka bergerak Ezra tersenyum kecil, ia membuat cincin api di lengannya dan mencengkram harimau putih dengan cincin api. Membakarnya hidup-hidup.
Serigala berlari dengan cepat, di sampingnya ada tiga harimau bersamanya mereka mereka mengigit kaki Ezra dan Ezra hanya diam membiarkan mereka semua menerkamnya. Namun, tidak lama kemudian api menjalar dan membakar semua lawan Ezra dengan cepat menghanguskan musuh sangat cepat.
Ezra menendang bangkai hewan yang mengigitnya hingga hancur berkeping-keping, semua hewan buas yang jadi arang mengeluarkan bau busuk dan Ezra sudah terbiasa dengan baunya. Ia mendengar suara tembakkan proyektil dari tempat mereka berada, dia segera bergegas pergi untuk melihat bagaimana mereka menyelesaikan tugas tanpa dirinya.
Di tempat mereka DyntalGear dengan armor kura-kura mereka menahan ekor ular, dengan jumlah empat DyntalGear mereka kesusahan untuk menahan ekor ular yang tidak bisa diam. Sedangkan KnightGear juga sama, mereka mencoba memotong kepalanya dengan pedang berapi mereka. Begitu pula ArctalGear tengah menunggu kesempatan menembak. Cukup satu unit bisa meluncurkan puluhan misil sekaligus, namun kini ArctalGear yang berada di pertempuran ada 7 unit yang akan menembak.
Mereka sudah memperkirakan ketebalan ular akan tetapi tidak sesuai perkiraan, kulitnya sangat tebal dan kekuatannya sangat tidak main.
"Tim DyntalGear! Tarik ekornya dan KnightGear bersiap untuk memotong!" Teriak Ezra dari kejauhan. Mendengar teriakannya, robot yang berada di depan mereka dan dibelakang ular menarik ekornya sekuat tenaga lalu ular membuka mulutnya segera ArctalGear menembakkan semua peluru dan misil yang mereka punya ke dalam mulutnya.
Misil-misil masuk ke dalam mulutnya begitu juga tembakan mereka, tidak lama setelahnya kepalanya meledak dan terbakar dengan ukiran api cukup besar. Robot yang membawa pedang sedari tadi menunggu kini memotong tubuh ular di hadapan mereka, pedang yang sudah tajam ditambah dengan api yang membakar daging. Walau kepalanya sudah hancur, tetap saja ulat masih bisa mengamuk dan tugas KnightGear sekarang untuk memotong tubuh ular sampai mati. Dan mereka semua membutuhkan waktu yang sanhat lama sampai berhasil.