
Seseorang keluar dari tempat persembunyiannya yaitu ayahnya yang sedang memperhatikan Ryan dari kejauhan, lelaki itu menebas habis-habisan raksasa zombi dengan kecepatannya. Akan tetapi dari jauh juga Zaky paham kalau dia takkan bisa menerima beban dari kekuatan Elentry yang berlebihan, apalagi Ryan sama sekali belum menerima latihan khusus.
Melihat ayahnya yang sedang memperhatikannya dengan cepat Zaky menembaknya dengan pistol, tapi walaupun tubuhnya terkena tembakan tetap saja ia masih bisa berdiri.
"Dasar monster!" Keluhnya.
Zyred menghembuskan napasnya lalu turun dari gedung dan di tanah ia melepaskan sesuatu semacam robot kura-kura, tak lama sesudahnya kura-kura itu mengeluarkan suara seperti kaca pecah berulang-ulang kali. Zombi pun mulai berdatangan seperti dipanggil oleh suara itu.
Namun, bukan hanya satu buah melainkan ada banyak lagi alat semacam itu membuat Zaky tidak bisa pergi kemanapun dengan banyaknya zombi pemuntah yang melemparkan cairan-cairan mereka. Dan Zaky juga sudah mulai kehabisan nafas akibat mengeluarkan lubang hitam sebelumnya.
Walaupun ukurannya kecil tapi saat ini ia tidak sedang dalam keadaan prima, pusing terasa di kepalanya dan hal ini sudah terbiasa kalau pengguna Elentry sudah kelelahan.
"Aku akan membantu! Bertahanlah!" Panggilan dari Earbuds miliknya terdengar. Mendengar suara Aldy membuatnya lega, tak lama kemudian ia melihat petir-petir menyambar ke sekumpulan zombi dari atas langit. Dan beberapa DyntalGear terbang di atasnya.
Matanya mulai kehilangan cahaya dengan tatapan mata kosong sesaat setelahnya ia turun perlahan, sedangkan di atasnya ada salah satu pesawat pengangkut prajurit yang di dalamnya ada beberapa orang. melihat Zaky yang sedang terjatuh Sarah yang berada dalam pesawat memberi tahu Fauzan, Fauzan yang mendengarnya bergegas turun.
Di telapak kakinya angin terkumpul dan mendorongnya turun lebih cepat, akan terapi Zaky sangat cepat ditarik ke bawah. Dan saat yang tepat Ezra turun ke bawah mendahului Fauzan, walau tubuhnya dipenuhi api.
"Dia seperti meteor saja." Batin Fauzan sambil tersenyum masam.
Ezra berhasil menangkapnya dalam keadaan kelelahan, keringat di dahinya mulai bercucuran dan apinya mulai berkurang tidak seperti biasanya. Dan semua orang yang ada di sini tidak dalam keadaan prima, kecuali hanya Widya dan Adly yang ada di dalam KnightGear di tengah hutan bersama regu Pembantai.
***
"Bukannya terlalu berbahaya ? Semua orang Belati Putih akan menyerangku bersamaan ?"
"Tidak, pada tanggal 15 Oktober mereka pasti kelelahan."
"Kenapa kau bisa begitu yakin mereka akan kelelahan ?" Tanya Zyred tidak yakin. Menjelaskannya dari awal setiap anggota Belati Putih yang punya kekuatan Elentry akan merasa kelelahan pada hari itu karena Zyred memberikan kekuatan dari obat itu pada tanggal yang sama. Setiap tahun pasti mereka akan kelelahan.
Sedangkan Zyred memakan obat yang mengandung batu Elentry pada tanggal 01 Januari jadi takkan melemahkan dirinya, walaupun begitu Herry sama sekali tidak yakin dengan Ryan yang setengah zombi dan itu bukan masalah baginya. Cukup membuatnya kehilangan kesadaran serta kendali, biarkan anggota lain mengurusnya dan saat keadaan tidak terkendali mereka akan menculik Adly atau paling tidak mengambil kepalanya.
Istri serta regu Pembantai hanya masalah kecil masalahnya hanyalah KnightGear yang bersamanya, itu akan cukup menjadi masalah dan mengirim zombi raksasa juga percuma. Dikarenakan KnightGear dibuat khusus untuk menjadi pembunuh zombi raksasa, pergerakan serta kelincahannya tidak masuk akal untuk robot sebesarnya.
Herry menghembuskan napas lalu dirinya sendiri akan mengurus mereka dan meminta Zyred untuk mengurus semua Belati Putih yang akan menjemput Ryan bersama tim-nya. Mendengarnya langsung dari mulutnya Zyred tahu, kalau ia sedang terburu-buru dan besok juga rencananya akan dimulai.
Sebagai ayah Zyred sangat ingin anaknya berpihak padanya tapi itu takkan mungkin apalagi setelah ia membuat anaknya sendiri membencinya, dan takkan mudah untuk mengambil hatinya begitu saja. Keberadaan teman-teman serta gadis yang dicintainya sudah bisa menggantikan ayahnya, sudah tidak ada harapan untuk dirinya kembali dipanggil ayah oleh anaknya.
"Zyred.."
"Ayah tetap ayah.. kau masih punya harapan untuk menjadi ayahnya, tapi.. setelah semua ini berakhir."
"Ya, mari kita lakukan! Dan kalau kau sampai mati semua penelitianmu akan aku katakan pada semua orang!"
"Jahat sekali kau!" Balasnya. Kemudian, merekapun bersalaman dengan senyum terukir di wajah mereka berdua. Mengharapkan masing-masing dari mereka bisa selamat serta membawa kemenangan.
***
"Serang!!" Teriak Fauzan yang masih bisa bertarung. Semua prajurit mengangkat senjata mereka dan berlari menerjang musuh, suara tembakan terdengar keras serta tidak berakhir membuat Fauzan tahu kalau perang ini pasti membuat mereka kelelahan dan musuh akan mengambil kesempatan ini.
Mereka sudah tahu tujuan mengapa mereka mengincar Adly karena kartu memori yang ada di kepalanya digunakan untuk menyimpan data pertarungan Adly, semua cara bertarung sampai ingatannya berada dalam kartu memori itu. Berbeda dengan Surya yang terinspirasi dari cara bertarung Adly dan Zaky, ia membuatnya manual tetapi musuh mereka tidak ingin repot dan ingin cepat.
Walaupun begitu memang itu benar dan tak mungkin salah, lagipula mengapa Adly sering diberikan misi yang sangat sulit semacam membantai musuh yang berjumlah puluhan sampai ratusan. Itulah mengapa ia disebut sebagai pembantai dan sering bercanda lawakan perut donat.
"Mungkin panggilan yang cocok adalah si pembuat donat darat ? Yah mengerikan sih."
"Bagaimana dengan keamanan Adly ?"
"Dia dilindungi lima KnightGear, 3 ArctalGear, 10 DyntalGear, 150 prajurit kita, dan tentu regunya. Mana mungkin mereka membiarkan ketua mereka mati."
"Baguslah kalau begitu.." Fauzan menunduk dan menatap layar monitor. "Nah! Kita tangkap mereka berdua dan ucapkan selamat tinggal pada kiamat zombi ini!" Ucapnya dengan semangat. Mereka yang berada di pesawat pengangkut mengangguk, tidak ada keraguan di mata mereka. Sekalipun mereka belum tahu akan mati atau tidak di pertempuran kali ini.
Zombi yang ada di kota ini tidak terhitung lagi jumlahnya, dalam satu Minggu sudah banyak sekali mayat hidup yang berdatangan dan pasti tidak aneh kalau Ryan jadi incaran mereka. Dengan dokumen penting di tangannya pasti akan menbuat mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya untuk merebut dokumen itu.
Pintu terbuka lalu semua prajurit turun satu persatu dari pesawat tanpa parasut, dan tentara yang ada dibawah melihat kalau prajurit Belati Putih turun dari pesawat tanpa parasut. Kemampuannya sudah bukan lagi di level manusia, tapi melebihi bagi orang biasa melihatnya.
"Inilah alasan mengapa kita tidak boleh mengacungkan senjata pada mereka."
"Ya kau benar.. kalau kita melakukannya pasti negara apapun juga akan kalah, apalagi dengan senjata mereka yang canggih."
"Tidak, mereka malah menggunakan senjata keluaran lama."
"Apa maksudmu ? Kulihat mereka menggunakan senjata yang sama seperti tentara kita."
"Ketua setiap pasukan memakai senjata keluaran tahun 1950, apa kau tahu itu ?"
"Hah ?!" Ucapnya kaget. Kabar yang beredar kalau ketua mereka selalu berada di depan pasukannya, mendengar ini semua pemimpin negara hanya bisa pasrah saja kalau mereka menyerang. Satu anggota sudah diperkirakan bisa menyamai 100 tentara mereka, apalagi dengan jumlah ribuan pasti takkan bisa tertolong.