Ledakan Jantung

Ledakan Jantung
Episode 88 : Zombi Yang Bernapas Dan Mengeluarkan Suhu tubuh Seperti Manusia...


"seperti yang kalian tahu, kalau saat ini seluruh dunia sedang mengalami kejadian seperti ini, bukan ?" Tanya Fauzan menatap mereka semua yang hadir dalam rapat ini. Dia memulai pembicaraan tentang keadaan dari dulu sampai sekarang, karena pemimpin Belati Putih yang pertama telah merencanakan ini mereka tidak bisa mengendalikan situasi saat ini.


Pembicaraan dan semuanya diketahui olehnya harusnya, bahkan kelemahan dari semua anggotanya tetapi yang pasti hanyalah...


"Soal mengapa dia menerapkan sistem intimidasi pada Humanoid pada kita semua."


"Itu karena... Dia mungkin ingin kita ketakutan pada Humanoid nampaknya."


"Untuk berperang sepertinya, agar kita tidak ikut campur atau sesuatu, walaupun aku agak ragu tapi sepertinya begitu."


"Fauzan, bagaimana soal peperangan saat ini ?" Tanya Adly mengalihkan pembicaraan sembari menikmati kopinya. Semuanya terdiam, pertanyaan itu telah menjadi topik utama dan Fauzan juga tidak bisa menjawab dengan jawaban yang memuaskan mereka semua. Saat ini walaupun anggota Belati Putih cukup baik dalam pertempuran, tetap saja luka dan nyawa mereka jadi taruhannya.


Tidak boleh terus seperti itu Fauzan tahu kalau ini harus dihentikan secepatnya dan juga zombi jenis batu, dengan sebutan Tengkorak itu begitu cepat dan sungguh sulit untuk di habisi. Tulang mereka keras, kecepatannya seperti motor, dan sangat kuat.


Menghela napas, dia mengambil sebuah gambar dan menyimpannya di atas meja..


Tiga robot yang telah diselesaikan perusahaan robotika sudah cukup untuk melawan mereka semua, jenis pertama dan paling kuat bernama Dyntal Gear dibuat untuk melawan zombi dengan ukuran super besar, dan janis robot kedua adalah robot seukuran manusia.


Mereka bisa bergerak cepat layaknya manusia biasa, dengan kemampuan untuk melawan mereka semua dan mereka begitu lincah. Tetapi, ada banyak kekurangan seperti terkadang daya tahannya tidak kuat dan bisa langsung hancur bila dikeroyok warga para zombi itu.


Sedangkan yang ketiga adalah Robot Drone yang membawa senjata, tidak seperti robot manusia yang bisa bergerak sendiri. Ini membutuhkan pilot seperti Dyntal Gear sebelumnya, tetapi bukan pilot yang ikut bersamanya melainkan akan menggunakan kamera dan remote control seperti Drone pada umumnya.


"Tetapi, jumlahnya begitu banyak dan kami tidak bisa mengontrol mereka bersamaan," ujar Surya sembari tersenyum masam.


Semuanya terdiam, tetapi terdengar suara teriakan yang membuat mereka kaget dan segera keluar melihat keadaan. Merasakan cemas Adly memanggil Widya memakai Earbuds dan tidak dijawab, terpaksa menyambungkannya Adly mendengar suara tebasan pedang dan suara zombi menggeram.


Tanpa disuruh Adly melompat ke jendela dan turun dari lantai paling atas, melihat ke lantai 3 keberadaan istrinya. Dia mengeluarkan Grappling hook dan menembakkan kabel ke ruangan itu, melompat dia menerjang jendela masuk ke dalamnya.


Dia mendapati Alia menggendong Fidya membopongnya di kedua tangannya, melihat gadis yang sedang kesusahan menahan serangan zombi Adly mengeluarkan pedangnya. Dua pedang menebas lehernya dan kepalanya tergeletak, satu datang dari belakang lelaki itu berbalik badan dan menusuknya.


Melihat zombi dengan tangan belalang dan kepala yang setengah membuat Adly sedikit mual, padahal dia sedang lapar dan mau makan siang. Menembakan kabel ke kepalanya.. Adly menariknya ke hadapannya dan memotong kedua tangannya, melihatnya mau menggigitnya. Dia menunduk dan menusuk dadanya.


Tetapi, dia masih bergerak dan belum mati seketika tubuhnya bercahaya serta tubuhnya mengembung mau meledak..


Adly melepaskan pedangnya dan ingin menghindarinya, "Cih! Kau bukan creepe--!"


Ledakan terjadi Adly terkena ledakan belum sempat menghindar tubuhnya terlempar ke dinding, dipenuhi darah dia tidak sadarkan diri. Widya berlari padanya melihat keadaannya, tangan yang hancur akibat ledakan mulai tubuh kembali. Dan luka-luka bakar terlihat mulai sembuh.


***


Disebuah rumah megah ada tiga zombi yang sedang memakan mayat yang tergeletak di depan mereka semua, semua anggota keluarga melihat usus dan daging itu dimakan. Namun, yang lainnya datang dengan jumlah yang sangat banyak dan begitu banyak sekali zombi yang berdatangan.


Satpam mengambil sebuah pemukul baseball dan memukul salah satunya, kepalanya langsung hancur dengan darah bercucuran. Tetapi, masih banyak sekali mayat hidup yang berdatangan dan sekarang satpam itu juga mulai ketakutan.


Saat berpikir kalau ini akhirnya, karena tidak ada tempat untuk lari karena semuanya sudah terkepung ada suara tentara. Tembakan senapan terdengar dan ada banyak orang dengan pakaian putih, dengan lambang Belati Putih di lengan baju mereka.


Semuanya bernapas lega. Ryan turun dari mobil dan mengeluarkan pistol, menembak beberapa zombi dan memancingnya menjauh dari rumah. Semua zombi yang mengelilingi rumah mengejar Ryan yang sedang berlari, dia melemparkan bom asap dan menaiki tangga menuju ke atap rumah.


"Mereka begitu banyak. Hmm.. Kein dan Jack bawa keluarga itu ke tempat yang aman, semuanya siapkan Sentry Gun dan kepung mereka semua! Jangan memakai senjata jarak dekat!" Perintah Ryan pada timnya. Semuanya menurut dan bersiap untuk menghabisi semua zombi sekaligus.


Mereka mengandalkan penciuman tapi dengan asap yang tebal tetap saja, mereka takkan bergerak jikalau asap belum menghilang. Beberapa saat kemudian, para pasukan sudah siap dengan Sentry Gun dan mereka mulai menjauh.


"Aktifkan!" Teriak Ryan. Mendengar itu mereka mengaktifkannya, kemudian senjata itu mulai hidup dan menembaki para zombi yang sedang berkumpul. Dibantu dengan Ryan menembaki mereka juga dari atap.


Tiba-tiba Earbuds di telinganya berbunyi, "ya ada apa ?"


"Kami sudah menaikan mereka ke mobil!"


"Jangan dulu kembali ke markas, mungkin saja masih ada warga yang berada di kota ini. Pakai alat pendeteksi suhu ke seluruh area kota."


"Apa tidak apa-apa ? Dayanya masih sedikit."


"Jangan menghemat! Pakai sesuai perintahnya saja!" Ezra datang. Semuanya menghela napas lega, bantuan datang dan dia turun dari pesawat tanpa memakai parasut. Melihat ini Ryan hanya menepuk jidatnya teringat kepanikan ketika Ezra tidak memakai parasut.


Tetapi seperti meteor dia menghantam bumi dan menghancurkan semua zombi sampai menjadi abu, sekarang juga sama. Suara dentuman besar dan besar terdengar ke seluruh kota, seperti kejatuhan batu yang amat besar.


Semuanya tersenyum masam, kemudian Sentry Gun tidak mendeteksi musuh lagi dan menonaktifkan dirinya sendiri...


Kein dan Jack menggunakan alat pendeteksi suhu panas. Mendapatkan banyak lokasi orang-orang yang sedang masih berada di kota ini, begitu juga dengan mahkluk lain seperti binatang. Tetapi ada yang aneh, mereka berdua bingung dan mengecek lagi ternyata benar.


Menggunakan Drone mereka melihat siapa yang bersama para zombi itu, di tengah-tengah gerombolan zombi ada orang yang terlihat seperti setengah zombi. Dia berjalan terhuyung-huyung seperti mayat hidup, tetapi dia mengeluarkan napas dan dia masih terlihat bernapas.


Sontak keduanya memanggil Ryan dan Ezra dengan penuh panik, serta bingung yang sangat melanda mereka berdua... Keduanya tidak paham dengan apa yang terjadi, tetapi semua manusia yang mereka temukan itu bukan sepenuhnya manusia...