
" shandrianna " batinnya
" Good evening Miss Shandrianna, have you seen Mr Salem? "
seorang perempuan mendekati nya dan bertanya keberadaan seseorang padanya.
" aku tidak salah dengar dia memanggilnya shandrianna " ujar bagas.
" Miss Tugce, Mr. Salem, was inside at table number 14 "
" oh thank you so much miss shandrianna "
wanita itu tersenyum lalu segera pergi dari sana, bagas berusaha mendekatinya tapi sebelum itu shandrianna keburu menoleh.
seperti perjalanan lintas waktu keduanya terdiam dan saling menatap, bagaskara menatap dalam wanita itu.
" Shandrianna ? " kata bagas.
shandrianna merasa sesak saat ini, dia tidak menjawabnya tapi matanya menatap nanar bagaskara. secepatnya shandrianna pergi dari sana dia berlarian menuju keseorang pria , bagas menyusulnya dengan cepat.
" An "
seorang pria menoleh dan saat melihatnya tersenyum " andrew " ujar shandrianna.
" ada apa an ? sudah selesai bicara pada tuan salem ?" tanya andrew.
bagaskara tersentak ketika melihat shandrianna bersama teman lamanya , dia ingat pria itu bernama andrew. shandrianna melingkarkan tangannya ke tangan andrew membuat dia sakit hati.
" apa kita bisa pulang ?" tanya shandrianna.
" tapi an kita belum menemui tuan Melly tunggulah sebentar lagi oke "
" baiklah "
shandrianna terus merangkul tangan andrew pak nam yang melihat shandrianna masih hidup membuatnya melongo.
" pak bagas nona shandrianna ... "
" benar , dia masih hidup " ujar bagaskara.
bagaskara menjauh terlebih dia harus mengelabui shandrianna agar berpikir dia tidak melihatnya. dan benar saja ketika shandrianna menoleh dan tidak ada bagaskara lagi dia merasa lega.
" kamu kenapa an ? sakit ?" tanya andrew.
" tidak hanya lelah saja. kau mau makan ? kau belum makan dirumah kan "
" nanti saja "
" baiklah tapi kalau lapar bilang padaku aku akan mengambilkannya "
" hmm "
harinini shandrianna terlihat cantik dengan gaun panjang khas gaya eropa dengan rambut yang disanggul.
begitu juga dengan andrew yang sangat tampan dengan kemeja putih nya sebenarnya dia menggunakan jas tapi dia adalah tipikal orang santai.
bagaskara terus memperhatikan shandrianna dari luar, akhirnya dia menemukan kembali kekasih hatinya. tapi kenapa bisa bersama andrew pikirnya. apa yang terjadi semuanya sangatlah tidak bisa dia pikirkan.
senyuman shandrianna sangatlah khas sehingga mampu membuatnya kembali terpesona dia kembali keawal pertemuan dimana selalu jatuh cinta kepada shandrianna.
karena merasa bosan didalam itu, andrew juga sedang sibuk bicara dengan kolega bisnisnya jadi dia tidak mau mengganggunya.
karena berpikir bagaskara sudah tidak ada jadi dia menuju kebelakang kapal pesiar, cuaca nya sangat dingin dan dia hanya memakai gaun tanpa lengan membuatnya kedinginan.
" kau suka tubuhmu dilihat banyak orang ?" bagaskara muncul dari belakang dan menutupi tubuh shandrianna menggunakan jasnya.
shandrianna menoleh dan langsung melepaskan jas itu. " kenapa kau ada disini " tanya shandrianna tanpa menoleh.
" siapapun bisa ada disini, sayang ... aku merindukanmu " bagas langsung memeluk shandrianna begitu saja.
" lepaskan aku bagaskara ! " shandrianna berusaha memberontak tapi pelukan bagas sangatlah kuat.
" aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi , sangat sulit menemukanmu kali ini "
" lepaskan aku ! kau tidak berhak atas diriku " ujar shandrianna.
bagas tetap memeluknya tidak peduli kata apa yang dikeluarkan oleh shandrianna " katakan apapun , pukul aku tapi jangan pergi lagi dariku ! " tegas bagaskara.
" Shandrianna " suara andrew terdengar dari dalam , mendengar itu shandrianna berusaha melepaskan pelukan bagas tapi tidak bisa.
" lepas ! " tekan shandrianna.
" shandrianna " ujar andrew.
" andrew " gumam shandrianna.
bagas telah melepaskan pelukannya , andrew menatap bagas dalam dan mengambil tangan shandrianna tapi bagaskara juga mengambil tangan sebelah kiri shandrianna.
" dia milikku " ujar Andrew
" dia milikku " tekan bagaskara.
" Dia istriku ! " tekan bagaskara.
" Dia .. "
" dia siapa ? " tanya bagaskara.
" lepaskan tanganku ! " kata shandrianna pada bagaskara , dia lebih memilih tangan andrew.
" ayo kita pulang " ajak shandrianna.
" hmm " kata andrew.
" kalian Tinggal bersama ?"
" bukan urusanmu kami akan tinggal bersama atau tidak " jawab andrew.
Andrew menarik tangan shandrianna kedalam lalu dia membawa shandrianna menuju keluar kapal pesiar. bagas yang tidak ingin melihat itu ingin mengejarnya.
bersama pak nam dia mengikuti mobil andrew dan shandrianna , sepertinya kedua orang itu tidak sadar jika bagaskara mengikutinya.
dalam waktu 1 jam mobil itu berhenti disebuah rumah yang memiliki halaman luas , bagaskara memberhentikan mobilnya tidak jauh dari rumah itu.
keduanya turun dari dalam mobil lalu andrew memeluk shandrianna , bagas merasa kesal dan ingin menarik shandrianna saat itu juga.
" ayo "
shandrianna masuk kedalam rumah bersama andrew dia segera menuju kekamarnya lalu dia menangis di atas kasur itu.
tok
tok
tok
shandrianna menghapus air matanya , pintu kamarnya terbuka andrew pun masuk kedalam " Kau baik-baik saja ? "
" andrew aku ingin istirahat sekarang besok kita harus menjemput nya . "
" baiklah istirahatlah aku masih harus bekerja dulu.
" iya "
" selamat malam "
" selamat malam " balas shandrianna.
***
bagaskara masih berada didepan rumah itu lalu melihat lampu yang mati dia pikir mungkin shandrianna sudah beristirahat tapi kenapa mobil andrew masih disana apa hubungan mereka sekarang.
" apa nona shandrianna sudah menikah dengan pria itu ?" tanya pak nam
" aku tidak akan membiarkannya, jikalau pun mereka menikah itu tidak akan sah "
" sebaiknya kita kembali pak "
bagaskara melewati rumah itu dia sudah tenang dan bahagia setelah mengetahui shandrianna masih hidup hanya saja dia harus bicara pada shandrianna nanti.
pagi harinya
shandrianna terlihat cantik dengan setelan berwarna pink dia akan berangkat bekerja tapi sepertinya dia akan izin sebentar.
andrew baru saja bangun dia melihat shandrianna yang sudah rapi dan cantik.
" kita menjemputmu bersama saja "
" Aku izin tidak ke kantor ya hari ini aku ingin menjemputnya. takutnya nanti anak-anak lain dijemput orang tuanya. "
" apa aku bukan orang tuanya ?"
shandrianna tersenyum " Yasudah aku akan menunggumu."
" tapi sepertinya nanti siang aku langsung kekantor nanti bawalah mobil dan ajaklah dia ke suatu tempat. "
" iya "
****
Shandrianna dan andrew pergi bersama mereka terlihat sangat senang dan antusias hingga mobilnya berhenti tepat di depan sebuah sekolah untuk anak
Safir internasional school, Bagcilar.
" kita sudah sampai "
shandrianna lekas turun begitupun dengan shandrianna dia berdiri didepan mobilnya , lalu anak-anak kecil yang lucu keluar dari pintu sekolah dan berlarin mencari orang tua masing- masing.
shandrianna tersenyum ketika melihat seorang anak laki-laki yang sangat tampan berjalan paling akhir dengan jaket tebal.
" Mommy " panggilnya.
shandrianna mendekatinya lalu anak itu memeluknya.
" mom , i miss you so much "
" is it true that mommy's boy is handsome" jawab shandrianna ketika anak itu memeluknya.
" what about papa? do not miss? " saut andrew.
anak laki-laki itu bergantian memeluk andrew
" miss " jawabnya.
" baby let's take papa to work after that we go to the place you like the most "
" oke mom "
andrew membukakan pintu mobil belakang untuk anak laki-laki itu lalu membukakan pintu untuk shandrianna.
anak itu terlihat tampan, dia terus tersenyum dan selalu diam saja.
" apa menyenangkan sayang ? " tanya shandrianna.
" yes mommy there I was taught how to ride a good horse "
" Really ? ah pasti menyenangkan lalu kapan akan lomba ? oh ya mom sudah membuat jadwal latihan berkuda bersama pak sam. "
" I don't know yet but the teacher will tell Mommy over the phone. thank you mommy "
" ok mommy can't wait for it "
tak butuh waktu lama mobil itu berhenti disebuah perusahaan fashion, sebelum pergi andrew melirik anak laki-laki.
" Ailen sayang titip mommy oke ?"
" oke papa "
shandrianna tersenyum mendengarnya lalu dia mencium keninga anak laki-laki itu.
" mom tidak dicium ?" tanyanya.
" ha anak papa hanya tau kata cium "
anak itu akan tertawa lalu andrew menatap shandrianna sebentar dan mencium kening shandrianna.
" Aku akan menjemputmu nanti " ujar shandrianna.
" tidak usah aku akan pulang dengan mobil lain. "
" baiklah selamat bekerja "
" good job papa " ucap anak laki-laki itu.
" thank you boy "
lantas shandrianna turun dari kursi mobilnya dan berpindah ketempat andrew sebelumnya. dia mulai berjalan meninggalkan tempat andrew.