
" jangan seperti itu nak, walau bagaimanapun kau dan bagas tidak pernah bercerai. "
" Ayah selalu menyuruhku bersama dengannya apakah ayah tau aku bahagia atau tidak ?"
" ayah paham tapi anakmu ? kau tidak lihat matanya yang menatap bagas seperti tidak ingin berpisah "
" Maaf aku tidak bisa membahas itu sekarang. "
shandrianna lekas pergi dari sana, saat itu tara lewat dihadapannya tapi dia hanya melewatinya saja sepertinya shandrianna memang tidak menganggapnya kakak lagi pikir tara.
" Ailleen sayang " panggil shandrianna.
" mommy "
shandrianna mendekati ailleen lalu memeriksa suhu tubuh ailleen.
" Ada apa sayang ? apa anak kita sakit ?" tanya bagas.
" no daddy... mommy memang selalu begitu setiap hari mengecek suhu tubuh ailleen "
" Mom grandma masih tidur ?" tanyanya.
" iya sayang, nanti malam kita lihat grandma lagi. "
" daddy bilang akan menginap disini, aku ingin tidur dengan daddy bolehkan mom ?"
" hmm tidurlah "
shandrianna melembut dia tidak akan bertengkar dengan bagaskara lagi dihadapan aileen dia takut aileen akan melihat mereka tidak akur.
" Bersama kau juga sayang " ucap bagaskara.
" Hmm "
bagaskara tersenyum merasa menang, akhirnya dia akan dekat dengan shandrianna lagi ailleen pun terlihat senang. lalu mereka berdua naik keatas kamae shandrianna, aileen menatap kamar itu.
" ini kamar mom ?" tanyanya.
" iya sayang dulu mommy tidur disini tapi setelah menikah dengan daddy, mommy ikut daddy "
" memamg rumah daddy dimana ?".
" aileen ingin tahu ?"
" tentu. "
" besok kita akan kesana mau kan ? kita ajak mommy ya, mommy punya banyak tanaman yang cantik sama cantiknya seperti mommy. "
" dirumah sana juga mommy merawat tanaman, ailleen selau membantunya. "
ceklek
keduanya yang sedang mengobrol itupun menoleh
" sayang ini bajumu, mandilah disana mom akan pesan makanan. "
" bisakah pinjamkan baju ayah untukku ?" tanya bagaskara.
shandrianna ingin menolaknya tapi disini ada ailleen
" baiklah "
bagaskara tersenyum senang lalu dia membuka jasnya, dia mengajak aileen untuk kekamar mandi. dikamar mandi itu mereka berdua melepaskan pakaian masing-masing.
" sayang sini daddy sabunkan "
" daddy gosok giginya mana ?"
" ah iya , sayang " teriak bagaskara dari luar
shandrianna yang baru membawakannya baju itu segera menuju kekamar mandi, dia pikir bagas hanya memandikan ailleen jadi dia kesana tapi kenyataannya bagaskara juga mandi dan membuka pakainnya.
dia melototkan matanya dan langsung berbalik badan " Ada apa ?" tanyanya.
" dimana gosok giginya ? "
" tunggu sebentar " shandrianna bergegas keluar membuka kopernya dan mengambil dua gosok gigi satu untuk ailleen dan yang satunya untuk bagas.
shandrianna hanya menjulurkan tanganya " aileen sayang ini sikat giginya "
bagaskara menoleh lalu dia mengambilnya tapi dia menyenderkan kepalanya di dekat pintu, shandrianna masih berdiri disamping pintu itu.
" Terima kasih sayang " ucap bagaskara
shandrianna terkejut dan segera melepaskan sikat gigi itu dia langsung pergi dari sana dan keluar dari kamar.
***
didalam kamar itu bagas memakaikan pakaian untuk aileen ini dia moment yang dia tunggu dia dan anaknya mengalami hal yang seperti ini sambil tertawa dan bermain msreka memakai pakaian masing-masing.
malam harinya
setelah semua orang tertidur kecuali kamar mereka yang masih menyala karena ailleen baru sajs tertidur di pelukan shandrianna.
bagaskara akan naik keranjang tapi shandrianna langsung bangun. " mau kemana ?"
" apakah kau tidak punya pikiran ? apakah kita bisa tidur bersama seperti ini ? hanya karena aku mengiyakan permintaan anakku bukan berarti aku akan tidur dengannmu. "
" kita suami istri shandrianna "
" itu dulu "
" kau takut aku menyentuhmu karena menganggap kita tidak boleh saling menyentuh kalau begitu kita menikah lagi. "
" Aku tidak mau "
shandrianna mengambil selimut dari lemari lalu bagaskara menarik tali kimono shandrianna dari belakang dan membuatnya menghadapnya sehingga shandriana memeluknya.
" aku merindukanmu " ucap bagaskara.
deg...deg...deg
kembali jantung shandrianna berdetak setelah kian lamanya " tidak shandrianna kau tidak boleh " batinnya
" aku bisa mendengar suara detak jantungmu. "
" lepas ! "
shandrianna mendorong bagas lalu dia keluar dari kamar itu, dia memutuskan untuk tidur dibawah di sofa yang besar itu cukup untuknya tidur.
bagaskara membenarkan posisi selimut ailleen lalu mengecup keningnya, bagaimana carany membujuk shandrianna pikirnya.
***
shandrianna mulai menutup matanya, tapi seseorang menyentuh bahunya hingga membuatnya terbangun.
" sudah aku bilang aku tidak mau tidur denganmu " katanya.
" ini aku kak tara " shandrianna pun menoleh lalu dia terbangun.
" oh "
" kenapa kau tidur disini anna ? " tanyanya.
" tidak apa " jawabnya.
" tidurlah bersamaku didalam tubuhmu akan sakit nanti. "
" tidak masalah aku sudah biasa "
Tara pun duduk disebah shandriana keduanya sangatlah kaku. " Maaf " ucap tara menundukkan kepalanya.
" Kakak tau tidak cukup hanya dengan kata maaf tapi sungguh kakak menyesal "
" bukan maksudku untuk membela suamimu. tapi dia tidak salah, semuanya adalah rencana laura ... dulu aku dan dia bekerja sama untuk memisahkan mu dengannya, mereka berdua tidak pernah melakukan apapun itu hanya akal-akalan dari laura. "
" laura sudah meninggal sekarang karena melahirkan juga anaknya meninggal. "
" apa ? "
shandrianna terkejut mendengarnya dia pikir laura masih bersama bagaskara. " Hmm dia meninggal sudah hampir 6 tahun. sungguh Anna bagas sangat terpukul dia selalu percaya kalau kau masih hidup disaat kami yakin kalau kau sudah tiada. "
" tidurlah ini sudah malam, kita semua lelah seharian ini. " ujar shandrianna.
drrtt...drrttt
" Andrew Calling "
tara melihat nama diponsel itu tapi shandrianna langsung mengambilnya dan pergi dari sana
📱 " Shand kau sudah tidur ?"
" belum , kau sudah selesai bekerja ?"
📱 " sudah. tapi aku merindukan kalian berdua. kapan kau kembali ?"
" Sampai ibuku pulih, kenapa suaramu ? kau baik-baik saja ?" tanya shandrianna.
📱 " Tidak aku hanya flu saja, kau tau cuaca disini seperti apa. ailleen sedang tidur ya ?"
" iya "
" sayang " suara seseorang yang tak lain adalah bagaskara suara itu terdengar sampai ketelinga andrew.
" kenapa kau bangun ?"
" ailleen tadi ingin kekamar mandi jadi aku bangun, ayo masuk "
shandrianna takut andrew akan mendengarnya, bagaskara seakan sengaja melakukan ini.
" sedang bicara pada siapa ? ayo tidur sudah malam "
air mata andrew menetes dibalik telpon dio benar dugaannya shandrianna pasti kembali dengan bagaskara.
shandrianna mematikan ponselnya dahulu lalu dia menatap bagaskara.
" kau sengaja kan ? "
" apanya ?"
" aku benci padamu " tatap shandrianna dengan tajam dan segera berlalu dari sana.
" tunggu ! " bagaskara menggendong shandrianna lalu mendudukkannya di sofa dan dia kunci pintu keluar untuk shandrianna.
" kau sudah tidak waras ! " kata shandrianna.
" benar aku sudah tidak waras, dan akan lebih tidak waras dari dugaanmu ! "
cup
bagaskara mencium bibir shandrianna dan menekan kepala shandrianna tidak peduli seberapa besar usaha shandrianna untuk memberontak padahal.dia sudah dipukul oleh shandrianna tapi dia begitu merindukan shandrianna sampai-sampai dia sangat bernafsu seperti ini.
" Mommy ? daddy ?" suara ailleen yang terdengar dari atas sehingga membuat bagaskara tersadar dan melepaskan shandrianna.
" keterlaluan kamu " ucap shandrianna.
dia pun pergi dari sana dan menyusul aileen yang berada didalam kamarnya.
ceklek.
" sayang kenapa bangun ?" tanya shandrianna.
" mom and daddy kemana ?"
ceklek
" sayang, daddy tadi lapar jadi mommy membuatkan daddy makan. "
" tapi kenapa bibir mommy ?"
" ha ini ? Seekor serangga besar menggigitnya "
bagaskara teringat ketika bagaimana pertama kalinya dulu dia mencium shandrianna dan malah dia menjawab digigit seekor serangga besar.
" Sakit mom ?"
" no sayang mommy akan mengobatinya nanti, ayo tidur " ajaknya.
" Ayo , daddy ayo "
bagaskara tersenyum bahagia dia secepatnya naik keatas ranjang. aillen berada ditengah-tengah sedangkan mereka berdua di sisi kiri dan kanan.
shandrianna tetap tak bisa tidur dikala anaknya sudah tidur jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, begitupun dengan bagaskara yang hanya terus menatap shandrianna.
" sayang kau tidak tidur ?" tanya bagas.
" Diamlah aillen akan terganggu "
" Tapi tidurlah kau juga harus istirahat. "
" kau saja "
karena shandrianna yang menyuruhnya akhirnya bagaskara pun memejamkan matanya, saat seperti ini shandrianna tidak berpikir kalau mereka bertiga akan bisa seperti ini. tadinya dia selalu tidur bersama aillen tanpa sosok bagaskara.
****
keesokan paginya
shandrianna terbangun dari sofa itu, dia tidak tidur bersama bagaskara melainkan pindah ke sofa. tapi nyatanya anaknya dan bagaskara sudah tidak ada dikamar mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi membuatnya sadar pasti mereka sedang mandi.
ceklek
" Dingin sayang ? sini pakai handuk lagi " tawar bagaskara.
" hahaha daddy juga kedinginan. daddy dimana mainan yang tadi ? "
" ada didalam sayang sekarang pakai baju dulu nanti masuk angin. "
" mom !!! " ailleen berlarian menuju ke tempat duduk shandrianna, orang yang disebut pun hanya tersenyum kecil.
" mom kenapa tidur disini, nanti sakit. apa ada yang sakit tubuh mommy ?"
shandrianna menggelengkan kepalanya " mommy carikan baju dulu, sayang nanti siang mama akan keluar sebentar tidak apa kan dirumah ini sama grandpa dan granma ? "
" Mau kemana ? " tanya bagaskara.
shandrianna tidak menjawabnya karena dia pikir bagaskara tidak harus tau kemana dia pergi. dia membuka lemari yang sudah dia bereskan disana berisikan pakaiann aillen.
" Sini sayang "
" mom aillen akan pakai baju sama daddy "
" oh jadi mau sama daddy oke sini " bagaskara menggendong aillen dan mendudukkannya di ranjang.mereka berdua terus saja tertawa, bagaskara sepertinya lupa kalau dia hanya memakai handuk saja.
" sayang kau tidak mandi ?" tanya bagaskara.
" mommy akan mandi setelah aillen siap " jawab aillen.
" benarkah ? kalau begitu sekarang mommy juga akan mandi setelah daddy selesai. "
" Daddy mau kerja ya ?"
" iya sayang mau ikut ?".
" mom aillen boleh ikut dengan daddy ?"
shanddirianna menatap aillen " pakai dulu bajumu sayang, kau juga aku ingin bicara sebentar denganmu nanti. "
" baiklah "
shandrianna pun keluar setelah itu, dia mengetuk kekamar orang tuanya dimana ayahnya sedang menyisir rambut dini.
" sayang masuklah " kata handika.
" ibu sudah sarapan ?" tanyanya.
" belum kakakmu masih membuatkannya "
" biar aku saja " kata shandrianna , handika pun memberikannya lantas dia menyisir rambut dingin dengan lembut.