
Suasana sepi mendadak....
Kraukkk.....!!
Mama kaget karena gigitan krupuk udangnya membuat semua mata beralih memandangnya...
Apaa....apaa....apa dosanya menggigit kerupuk....!!
Nina dan Rara membetulkan posisi duduknya...
"Untuk mas Indra dan mas Bagas....kami minta agar apapun jawaban kami nanti....tidak merubah sikap ataupun persahabatan kita selama ini...."
Rara memulai jawaban.
Apaaa......??
persahabatan....??...
Kami setengah mati mengharap cinta kalian....
Berusaha menunjukkan cinta kami....
Tapi kalian bilang selama ini hanya persahabatan....??
Kompak lagi ngedumel dalam hati....
Makin saling menggenggam tangan erat
Masih tanpa sadar..
"Ayolaahh.... cepetan jawabnya...kami sudah gak sabar dengernya
Sudah deg deg an ini...!!"
Bagas protes...
Yang sebelahnya mengangguk angguk kan kepala
"Apa sih susahnya bilang 'iya' ..!!"
Ucapnya
Indra mulai mengeluarkan jurus andalannya
"Diterima....
diterimaa....
diterimaa..!!
Terus merapal mantra dalam hati
"Hiishh...sabar dikit kenapa sih..."
Ayah melotot...ke arah Bagas dan Indra
Meskipun dalam hati ayah juga berpikir.....'kenapa sihh lama amat'
Hening lagi sesaat....
Kraaauukk.....krraauukk.....!!
Dua kali kunyahan mama langsung berhenti lagi
Kenapaaa ..kenapaaaaa..
Salah lagi ya...
Padahal biasanya kalian yang minta gorengan kerupuknya yang renyah kan....
Ini sudah renyaaaahh....
Kenapa malah pada melotot...!!
Mama putus asa memandang satu toples kerupuk udang di depannya..
Mulut Nina bergerak akan membuka suara
"Eehhmmm.!!....
Nunggu.....!".
Nina langsung mingkem saat yg lain kompak bilang...
"nggak lucuuu...."
"Namanya juga usaha...."
"Maaf ya...
Baiklah......
Kami akan menjawabnya bersama sama!
satu....
dua....
ti.....
"stoooppp"......mama berdiri
Semua menatap mama lagi
"Maaf ...mama kebelet pipis"
Tidak bisa dibayangkan perasaan Indra dan Bagas....
Geregetan setengah mati
"Aaaaaa...mamaaa...."
Kraaauukk....krauukk....kraaukk....!!
Berdua mengambil kerupuk udang
Mengunyahnya dengan sekuat tenaga....
Begitu mama kembali..suasana kembali hening menunggu jawaban
"ayolah cepetan jawabnya...."
"Mama yg hitung....dalam hitungan ketiga harus menjawab
Satuuu
Duuaaa...
tigaa....!!"
"Iyaa.."Rara
"Tidak .." Nina
Bagas seketika melompat lompat kegirangan....
Berlari menuju Rara dan memeluk pundaknya dari belakang
mencium pucuk kepala Rara
" terima kasih sayang...terima kasih"
Akan halnya Indra....
Wajahnya pucat...
Di letakkannya sendok garpu ke atas piring
Ingin menangis tapi malu...
Hatinya benar2 patah dan sakit.
Semua diam sambil menatap iba....
Bagas pun memberinya minum
Menepuk nepuk punggungnya untuk menguatkan
"Kenapa nin.....apa ada yang mencintaimu melebihi cintanya mas"
Nina menggeleng sambil menundukkan kepala..
"Atau ada laki laki yang lebih kau cintai melebihi cintamu pada mas.."
Indra nelangsa dan mengiba.....
Kembali Nina menggeleng sambil menundukkan kepala lebih dalam
"Lalu kenapa kau bilang tidak....kalau kau belum siap...mas mau menunggumu sampai kamu siap"
Indra benar benar sedih
Sampai ada cairan bening di sudut matanya...
"Tidak...."keukeuh jawaban Nina
Dan cairan bening di sudut mata Indra benar benar luruh....menangis sedih
Hancur lebur hatinya....
"Tidak menolak ..itu maksud nin.."tersenyum puas sudah ngerjain Indra
Indra segera menoleh dan menatap mata Nina...
Terbengong sejenak
Lalu berdiri
Dan berlari ke arah Nina....
Menariknya berdiri...
Lalu memeluknya erat sambil menangis berdua...
"Kamu nakal sayang ....hampir copot jantung mas"
Indra menciumi seluruh wajah Nina dengan sayang.....
"Stoooppp...stoooppp....stoooppp..!!
Andika berteriak teriak heboh....
"Banyak yang dibawah umur eeuyyy........"!
Akhirnya makan malam penuh drama
berlanjut
Berganti dengan suasana ceria......
Semua ikut bahagia menyambut pasangan baru itu..
Mama paling terharu dibanding semuanya
Akhirnya semua berebutan kerupuk udang renyah hasil gorengan mama
Malamnya Rara pulang diantar Bagas dengan mobil Rara
Sementara ada pak Rudi,sopir keluarga yang mengiringi dari belakang
Yang nanti akan membawa Bagas pulang dari rumah Rara...
Sesampai di rumah Rara...
Sebelum turun mobil...
Bagas menggenggam lembut tangan Rara..
"Sayang...terima kasih sudah menerima cintaku...
Aku berjanji akan menjagamu....
Menemani suka dan dukamu...
Tolong kau jaga cintamu untukku
Karena aku juga akan selalu menjaga cintaku untukmu"
Kalimat itu terdengar indah di telinga Rara...