
" Tapi ... siapa anak laki-laki yang bersamanya ?" tanya Tara.
bagsskara tersenyum " Dia putraku dan shandrianna, kami memiliki anak berusia hampir 6 tahun namanya Ailleen August. " ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
" jadi waktu itu sebenarnya dia sedang mengandung " ujar tara.
" iya "
handika menunduk dan meneteskan air matanya, air mata kebahagiaan setelah sekian lama akhirnya dia mendapati putrinya masih hidup.
" sayang putri kita anna masih hidup " rangkul handika , dini langsung menangis tapi tidak berkata apapun.
" Tapi dimana dia kau tidak membawa nya pulang ? apakah dia baik-baik saja disana ?' tanya tara.
" Dia hidup dengan baik walau mungkin hatinya sangat hancur. ibu ... ( menatap wajah dini dengan sendu ) maukah membantuku sekali lagi agar shandrianna kembali pada kita ?" tanyanya pelan.
dini tidak merespon karena yang dia katakan selalu anna dan anna.
" Ayah ... aku tau seharusnya aku malu karena diriku dia pergi tapi aku akan membuang rasa maluku dihadapan kalian semua, bantulah aku agar istriku bisa kembali. dia tidak akan tahan melihat ibu sakit aku akan memberitahunya dan memperlihatkan kondisi ibu. "
" seperti dulu aku melamarnya lewat ayah maka aku meminta ayah untuk mengembalikannya kepadaku. " sambungnya.
ayahpun tidak tega tadinya memang dia sangat marah dengan bagaskara tapi setelah mengetahui kebenarannya akhirnya dia pun menolak, dia juga tidak bisa melupakan kebaikan bagaskara yang selama ini telah membanntu kelangsungan hidupnya terutama istrinya yang selalu diobati oleh bagaskara.
" Apa yang bisa ayah lakukan ? ayah juga ingin melihatnya kembali. "
bagaskara tersenyum mendengarnya, sebentar lagi dia akan bersama shandriana lagi pikirnya.
***
Ankara , Turkey
didalam sebuah kamar hotel andrew sedang tidur bersama Ailleen diranjang itu sedangkan shandrianna dia menatap ailleen yang sedang kecapaian.
" andrew kau kelelahan setelah bekerja langsung kesini. aku pesan satu kamar lagi agar kalian berdua bisa tidur bersama disini. " ucap shandrianna.
" semua kamar sudah penuh " ucap andrew dengan mata tertutup.
" kalau begitu aku akan tidur disofa saja. " ucapnya mengalah mendengar itu andrew langsung terbangun dan mencium kening ailleen.
" Tidurlah bersama ailleen, aku sudah biasa tidur di sofa. besok kita akan kembali sebaiknya jangan membuat ailleen merasa tertekan. "
" hmm kau benar "
shandrianna pun naik ke atas ranjang lalu andrew turun dan beralih ke sofa panjang. lampu kamar dimatikan tapi hanya tersisa lampu tidur.
shandrianna mengelus rambut putranya itu dan menatapnya yang sedang tertidur. " sangat tampan " batinnya.
ketika melihat wajah anaknya dia teringat saat-saat dimana dia tau kalau dia sedang mengandung, waktu itu dia sedang bersama andrew membantu andrew menyiapkan perusahaan yang tengah dirintisnya.
namun tiba-tiba dia jatuh pingsan karena kelelahan andrew sangat khawatir dan langsung membawanya kerumah sakit.
disana dia baru tau kalau dia sudah mengandung ailleen selama 2 bulan, dia senang sekaligus sedih tapi andrew selalu memberikannya semangat setiap hari andrew selalu membantunya, melarangnya bekerja bahkan setiap hari selalu mengurusnya.
setiap bulan andrew selalu mengantarnya memeriksakan kandungannya sampai suatu hari dimana dia melahirkan ailleen, andrewlah yang setia menemaninya didalam ruang persalinan itu.
bahkan ketika bayinya lahir andrew yang pertama kali menggendongnya karena dia tidak sadarkan diri. saat dia terbangun dia melihat andrew yang sedang menggendong ailleen.
" andrew "
andrew pun tersenyum dan mengelus rambut shandrianna " kau bangun ? lihat anakmu terlihat sangat tampan " puji andrew
shandrianna tersenyum tubuhnya masih lemas karena persalinan normal.
" Dokter bertanya kepadaku apakah aku suamimu lalu aku menjawabnya iya kau tidak masalahkan ? "
" hmm "
andrew terlihat sangat menyayangi ailleen tapi kenapa dia tidak bisa jatuh cinta kepada andrew, karena hatinya yang membeku atau karena dia takut jika dia mencintai lagi maka dia akan kehilangan orang itu.
akhirnya shandrianna pun tertidur berbeda denvan andrew dia masih belum tidur dia hanya berpura-pura tidur. dia bangkit dari sofa itu dan duduk di sebelah ranjang shandrianna.
wajah cantik shandrianna selali dilihatnya ketika tidur dia membenarkan posisi selimut shandrianna. dia mencintai shandrianna sejak dulu jika dia ingin menikahi shandrianna inilah kesempatannya tapi dia tidak bisa memaksa shandrianna atau shandrianna akan terluka.
melihat bibir pink tanpa polesan itu membuatnya tergoda. lantas dia memejamkan kedua matanya dan mulai mendekati wajah shandrianna.
sampai akhirnya dia berani menempelkan bibirnya ke bibir shandrianna , jantungnya langsung terasa berdetak cepat berpacu dengan kuatnya.
tapi dia tidak ingin melakukan hal lebih segera dia bangun dari tubuh shandrianna dan lekas keluar dari dalam hotel menuju ke balkon hotel.
dia juga pria normal walaupun begitu dia tetap menahan hasratnya ketika bersama shandrianna. dia menenangkan diri di balkon itu menatap langit tanpa bulan dan bintang.
" maaf " gumamnya.
***
satu bulan kemudian
shandrianna keluar dari perusahaannya tapi tiba-tiba seseorang memberikannya paket, dia bingung dia tidak memesan paket jadi dia kembali menuju ke ruangannya disana dia duduk di mejanya dan membuka isi kotak itu.
didalam itu ada sebuah foto dan sebuah surat, shandrianna melihat foto itu dan seketika tubuhnya melemas ketika melihat ibunya yang terbaring sakit , kurus , tatapan kosong dan tidak secantik dulu.
dia menyentuh foto itu seraya mengelusnya lembut " ibu "
namun masih ada satu surat lagi dia ingin tau siapa yang telah mengirimkannya.
*Dear shandrianna
sayang ...
kau lihat foto ibu yang aku kirimkan, sesuai dugaanmu ini aku suamimu. aku tidak pernah berbohong tentang kondisi keluargamu. mereka semua hancur dan hidup dengan kekurangan.
selama ini mereka hidup atas bantuanku, jika aku berhenti membantu mereka apa yang akan terjadi pada mereka ? ibu mungkin saja bisa tiada karena aku tidak membawakan obat nya, ayah juga mungkin akan menderita lebih dari ibu.
sebagai suami sah mu aku hanya ingin satu kembalilah bersamaku. akan tetapi aku akan memberikan dua pilihan telpon aku di nomor ini 081277940245 , hubungi aku cepatnya.
^^^suamimu^^^
^^^Bagakara Aditya Arif*^^^
shandrianna mengeram kesal, dia pikir setelah kepergian bagaskara di bisa hidup dengan bebas. lantas dia mengambil ponselnya dan langsung menelpon nomor itu.
tut
tut
tut
📱 " aku tau sayang ini pasti dirimu " ucap bagaskara dibalik telpon.
" kau pikir kau bisa mengancamku ? tidak akan ! aku tidak akan kembali padamu ! " tegas shandrianna dibalik telpon.
📱 " pikirkan baik-baik. karena aku tidak ingin terlihat jahat dimatamu maka aku akan berikan dua pilihan , yang pertama kembali kepadaku atau yang kedua tidak apa kau tidak kembali tapi aku akan mengambil ailleen dan tidak akan membantu keluargamu disini. "
" Kau ... brengsek ! aku tidak akan membiarkanmu mengambil putraku. "
drtt...drrt
📱" lihat sms yang aku kirim "
shandrianna membacanya dan ternyata bagas mengirimkan sebuah foto dimana bagas akan melakukan gugatan hak asuh anak.
" Bagaskara ! dia putraku kau tidak berhak mengambilnya. dengarkan aku, aku tidak takut dengan ancaman darimu "
📱 " baiklah dan aku juga akan menyebarkan beritanya kalau ... kau dan temanmu tidur disatu kamar hotel bersama walau kau masih berstatus istriku, kau tau apa artinya kan ? image Andrew akan hancur karena dirimu dan kau juga akan kehilangan hak asuh anak kita. "
shandrianna geram mendengarnya dia ingin sekali memukul bagaskara sekarang juga
" Baik aku akan kembali ke indonesia "
📱 " Aku senang istriku sangat penurut, aku akan mengirimkan tiketnya besok lusa. dan akan menjemputmu dan anak kita dibandara "
shandrianna langsung mematikan ponselnya, dia menghancurkan kertas itu dan membuanhnya asal.
" aku akan kembali tapi tidak untuk bersamamu " batinnya.