Hanya Kamu

Hanya Kamu
Sayang Kau kenapa ?


beberapa saat kemudian Shandrianna kembali keluar dia hanya diam saja saat Arunika masih menangis, Bagaskara pun tampak bingung bagaimana caranya mendiamkannya.


" Sayang dia tidak mau diam mungkin ingin ASI "


Shandriana meliriknya namun bukan lirikan biasa, seolah-olah dia membenci bagaskara.


" Dia juga anak kamu bukan anakku saja pikirkan bagaimana cara mendiamkannya. "


" Sayang "


" kenapa ? kau mau marah ?" bentak shandrianna


" kau ? sayang aku Suamimu Bagaskara , sebelumnya kau tidak pernah seperti ini ?"


" Sudahlah bawa sana pergi aku ingin tidur " usir shandrianna


bagaskara tercengang melihatnya bisa-bisanya shandrianna berkata begitu, dia ingin marah padanya tapi dia harus mendiamkan Arunika.


dibawanya arunika keluar dan digendongnya ditepuk-tepuk perlahan. lama kelamaan Arunika tertidur, dia juga sudah menguap mengantuk karena besok harus kembali bekerja.


ditaruhnya Arunika dikamar aileen , setelah itu dia kembali masuk kedalam kamar. Dia menatap shandrianna yang tertidur tapi kini dia tidak terlihat seperti tadi yang polos dan baik seperti sebelumnya.


Lain kali saja pikirnya dia harus bicara pada shandrianna tentang tadi, lalu diapun tertidur disebelah shandrianna.


hari semakin larut , keduanya tidur berpelukan namun disaat pukul 1 malam shandrianna terbangun, dia menjauhkan bagaskara dari tubuhnya.


dia bangkit kemudian mendekati bagaskara yang tertidur menghadap kanan. Tatapannya sangat sulit diartikan rasanya seperti dia akan membunuh bagaskara.


" Shandrianna "


" Shandrianna "


beberapa suara muncul dari telinganya begitu saja, hingga dia pergi keaerah jendela dan membukanya. dia pun tersenyum menatap keluar.


***


keesokan paginya


Bagaskara terus memperhatikan shandrianna yang mengurus kedua anaknya dengan baik tidak seperti semalam yang sangat berbeda sekali, saat ini dia membantu aileen memakai pakaian sekolah sedangkan disisi lain Arunika sedang menyusu dibotol dot nya.


" Selamat pagi sayang " ucap bagaskara.


" selamat pagi mas " jawabnya dengan senyuman lebar


dengan jawaban itu bagaskara tidak melihat perbedaan yang signifikan, kenapa pikirnya semalam shandrianna tampak berbeda.


" Sayang apa ada sarapan ?"


" Ada mas aku tadi buat Nasi goreng saja tidak masalah kan ? pagi ini aku sangat repot jadi tidak sempat membuat yang lain. "


" yasudah tidak apa " bagas pun duduk disebelah Arunika.


" Halo putri kecil kesayangan daddy , lihat kau sedang menyusu ya sayang "


" Mas nanti pulang jam berapa ?" tanya shandrianna.


" Kenapa sayang ? seperti biasa kalau banyak pekerjaan mungkin akan terlambat "


" Mas aku punya dua tiket nonton , sudah lama kan kita tidak menonton ayo mas aku rindu "


" mommy Aileen mau tidur dirumah grandpa , ajak adik juga ya "


" eh sayang jangan nanti grandma repot kalau bawa adik " jawab bagaskara.


" tidak apa mas ibu juga pernah bilang dia suka ada Arunika , ya .. ya kita pergi ya mas " bujuknya memohon dengan manja.


" baiklah nanti mas jemput ya "


" tidak aku saja yang kesana pakai taksi nanti "


" Yasudah "


" Terima kasih mas "


diciumnya pipi bagaskara membuat bagaskara merona dipagi hari, dan mereka berempat pun turun untuk menikmati sarapan pagi hari ini.


***


hari yang cerah untuk pasangan baru, Pagi ini Mahen menjemput Tara dirumah nya. Dia juga sudah memberitahu kepada orang tua tara kalau dia ingin melamar tara dan itu langsung disetujui oleh Hani dan Handika.


" Aku akan menyiapkan semuanya paman , bibi semua pengeluaran dan juga acara pernikahan aku akan menanggung semuanya. "


" Nak bukan itu yang kami inginkan, kami hanya ingin kau mencintai putriku dan menjadikannya wanita yang paling kau jaga. jangan sakiti hatinya dan lindungi putriku. " ujar handika.


" Aku berjanji paman " katanya dengan cepat.


Tara tersenyum menatapnya. Kali ini dia mendapatkan cinta yang sesungguhnya, tidak ada keegoisan dalam cinta dan perebutan cinta seperti dulu.


" Ayah , ibu kami pergi bekerja dulu ini sudah siang. " pamit tara.


" Hati-hati nak , jangan lupa makan ya " balas dini.


" iya ibu "


***


Sore harinya


Lion berada di Area mall didekat Bioskop tersebut, dia sangat tampan dengan jaket warna hitam kaos putih dan celana panjang hitam tak lupa kacamata yang melekat di matanya.


Tampak dari eskalator dia melihat shandrianna dan bagaskara yang bergandengan tangan menuju kearah bioskop itu, dengan bergaya seperti itu dia yakin tidak akan ada yang akan mengenalinya.


" sayang nanti kita kesana yuk, aku belikan sesuatu nanti " tunjuk bagaskara ke arah brand populer itu.


" memangnya kalau minta mas tidak belikan ? mas kadang lupa sayang kalau mas sangat jarang sekali membelikan hadiah untukmu ".


" Aku tidak butuh hadiah aku hanya butuh mas disini " dipegangnya erat tangan bagaskara, setelah sampai di lantai itu keduanya menuju kearea pembelian tiket lalu Lion langsung berbaris antri dibelakang bagaskara.


" Mas beli popcorn ya " pinta shandrianna.


cup


dikecupnya rambut shandrianna " apapun yang kau minta hari ini sayang " jawab bagaskara.


shandrianan tersenyum " aku mencintaimu " ucap shandrianna.


" mas juga " balas bagaskara


mendengar itu Lion terluka, dia mengepalkan tangannya untuk meredamkan emosinya. sebenarnya siapa yang dia incar shandrianna atau bagaskara entahlah kelihatannya dia punya dendam khusus.


setelah membeli tiket keduanya masuk kedalam area dan mencari kursi kebetulan mereka dapat dikursi paling ujung berdampingan dengan Lion.


melihat pria disampingnya shandrianna, bagaskara merasa tidak nyaman " sayang pindah tempat "


" kenapa mas ?"


" Cepatlah "


diapun menurut saja , keduanya menikmati tontonan hari itu. shandrianna menyenderkann kepalanya di bahu bagaskara.


" Sayang kita seperti pacaran lagi " bisik bagaskara.


" iya aku suka seperti ini mas "


" Arunika dan aileen sudah dirumah ibu ya ?"


" Iya aku mengantarnya tadi , katanya biarkan mereka berdua menginap kakak juga sedang sibuk menyiapkan pernikahannya diluar tidak membiarkan ibu dan ayah lelah "


memang shandrianna dan bagaskara sudah diberi tahu kalau Tara akan menikah dengan Mahen dan tentu membuat keduanya sangat senang.


" Jadi malam ini bebas kan " bisik bagaskara.


" bebas apanya ?"


" bebas berduaan " bisik bagas tepat ditelinga shandrianna.


" apasih mas bagas , sudah kita nonton saja "


Tidak akan kubiarkan kau menyentuhnya lagi bagaskara, nikmati hari-hari terakhirmu bersama istri kesayanganmu dan setelah itu dia akan bersamaku dan lihat kau akan sangat menderita nantinya.


Tiba-tiba lion mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dia membuka tutup botol seperti parfum itu dan dibiarkannya begitu saja.


saat semua orang sedang fokus menonton begitupun dengan shandrianna dan bagas, tapi shandrianna merasakan hal berbeda dia mencium aroma teh yang sangat wangi dihidungnya.


matanya terlihat sayu seakan-akan ingin tidur " sayang filmnya sudah selesai kita keliling ya " ajak bagaskara seraya menyentuh tangannya.


shandrianna menatap tangan bagaskara yang ada di tangannya.


" Lepash ! " tekannya.


" ada apa sayang ?" bagaskara masih tidak mengerti


" Aku tidak mau kau sentuh mas " tolaknya


mendengar itu Lion tersenyum senang , berbeda dengan bagaskara yang merasakan hal aneh lagi didalam diri shandrianna.


" kamu kenapa sih sayang ? ayo kita keluar dulu kita bicara diluar ya " dia berusaha selembut mungkin agar shandrianna tidak marah padanya.


bagaskara menarik shandrianna keluar dengan kesempatan itu Lion memasukkan botol parfum itu didalam tas shandrianna.


" Lepaskan aku ! " tekan shandrianna.


" iya-iya tapi kenapa sayang ?" tanya bagaskara.


" aku tidak mau kau sentuh , pergilah kenapa kau suka sekali menyentuh tanganku "


" kita pulang " ajak bagaskara.


" ehhh tidak mau Aku mau disini " tolak shandrianna.


bagaskara tidak mendengarkan perkataan shandrianna dia langsung menarik tangan shandrianna dari sana dan membawanya pergi.


sesampainya dirumah bagaskara mendorong shandrianna ke ranjang itu sampai dia terjatuh " sakit ! " teriak shandrianna.


" Sakit ? apakah kau lupa sayang seperti apa suamimu ?"


Shandrianna menatapnya tajam , dan ketika melihat mata shandrianna yang berbeda bagaskara sedikit takut tapi dia lawan semua itu.


" Katakan kau kenapa ? apa mas ada salah ? apa ada yang kau inginkan sayang ?"


" Aku mau pergi "


" pergi kemana ?"


" pergi dari sini aku tidak mau bersamamu " jawabnya cepat lalu menggedor kamar itu.


" Hentikan shandrianna ! " teriak bagaskara tapi masih shandrianna berusaha membuka kamar itu.


" Kau tidak dengar ya ? Cukup Shandrianna ! kau kenapa jadi begini , dari kemarin aku memperhatikanmu selalu saja berubah-ubah " bentak bagaskara.


Dan langsung mata shandrianan sendu , dia menutup matanya sebentar dan membukanya lagi " Mas bagas " ucapnya lembut.


mendengar itu kembali bagaskara tercengang " mas kenapa kita ada disini ? kita kan tadi nonton ?" tanyanya.


sungguh bagaskara hilang kata-kata dia semakin bingung karena tingkah shandrianna yang seperti ini.