
bagaskara sudah selesai makan, dia hanya memakai kain handuk di pinggangnya segera duduk menghampiri shandrianna.
shandrianna sedikit menggeser tempat duduknya dan bagas menyentuh tangannya.
" Aku merindukanmu " ucap bagaskara.
Jantungku ingin lompat
bagas mencium bahu shandrianna disebalah kirinya dan menghirupnya dalam, tubuh shandrianna terasa wangi.
" kau siap ?".
" jika aku tidak mau kau akan menghentikannya ?"
" tidak akan "
bagaskara menghadapkan tubuh shandrianna kehadapannya , mata kedua saling menatap manik bola mata itu.
bagaskara mendekati wajah shandrianna dan menciumnya, pertama-tama dia berusaha menciumnya lembut tapi shandriana belum membalasnya.
tangannya tak tinggal diam, sebelah kanannya menyentuh ke paha shandrianna dan yang lainnya menekan kepala shandrianna agar memperdalam ciumannya.
" jangan ditahan " kata bagaskara.
shandrianna masih berusaha menahan suaranya ketika tangan bagaskara bermain didadanya, meremasnya pelan.
kemudian bagas menidurkan shandrianna dan dia membuka handukanya sampai shandrianna terkejut melihat milik bagas yang terlihat besar.
bagas menurunkan tali baju di tangan shandrianna dan melepaskan semua yang dipakai shandrianna. dia memandanginya , betapa ia merindukan shandrianna dan juga semua ini.
" sangat indah " katanya.
tangannya bermain di pusar shandrianna dan mengelilinginya, nafas shandrianna memburu ketika bagas terus merangsangnya.
perlahan lahan tangan itu naik keatas dan mempermainkan dadanya " ahhhh " dia tidak bisa menahannya lagi lalu bagas memainkan dada nya dengan mulutnya.
shandrianna menyentuh kepala bagaskara dan menjambak pelan rambutnya, bagas melakukannya secara bergantian. kedua kaki mereka bertaut seolah tidak tahan.
" nghhh bagaskara "
" iya sayang sebut namaku " dia memperhatikan wajah shandrianna yang menikmati perlaluannya.
" ahhh " desah shandrianna saat bagas kembali mempermainkan dada miliknya menggunakan mulutnya, dia seperti bayi yang terus menyedotnya.
" ahhhhhhhh " nafas shandrianna tersengal ketika mengalami orgasmenya, bagaskara tersenyum merasa shandrianna menikmati perlakuannya.
cup
bagas kembali mencium bibir shandrianna kini ciuman itu sangat menuntut sekali sampai shandrianna sulit mengimbanginya.
" cukup bagashh "
" kenapa hmm " bagas mengelus lembut rambut shandrianna.
" Sebentar lagi biarkan aku menikmati ini, aku benar -benar merindukan semuanya " ucap bagas dengan suara yang menggoda dan penuh gairah dimatanya.
semua tubuh shandrianna tak lekas dari ciumannya hingga menimbulkan beberapa tanda di area leher dan dada shandrianna.
bagaskara telah memposisikan miliknya kemilik shandrianna dia tau ini pasti sedikit menyakitkan untuk shandrianna setelah sekian lamanya.
dia berusaha memasukkanya perlahan sampai wajah shandrianna menahan sedikit perih disana.
" ahhhh " desah bagas saat dia berhasil menembus liang itu.
cup
" aku mencintaimu sayang "
lantas dia segera memacu miliknya itu yang awalnya pelan kini berubah menjadi cepat " ahh shandrianna ... ahhh ahhh sayang aku merindukanmu uhhh " bagas tidak bisa diam dia menikmati semuanya shandrianna memeluk bagaskara karena kecepatan nya itu.
" ahh ahhh ahhh " desah bagas.
" bagash aku sampai "
" sebentar sayang "
" ahhh " desah shandrianna ketika mengalami orgasme.lagi, tapi bagas terus memacunya sampai dia membuat shandrianna kewahalan.
dan malam itu bagas terus melakukannya sepanjang malam untuk menebus semua rasa rindunya kepada shandrianna selama ini.
pagi harinya
ailleen terlihat telah rapi dia ingin menunggu daddy dan mommy nya , semalam dia tidur dengan handika dan dini. karena hari ini katanya mereka akan langsung pindah kerumah bagaskara yang dahulu ia tinggali bersama shandrianna.
" hay cucu kakek , sudah tampan "
ailleen turun dari tangga itu dengan berlarian dan mendekati handika.
" grandpa kapan mom dan dad pulang ? "
" ha , oh itu sebentar lagi sayang. ailleen sudah makan ? pasti belum kan sini duduk kita makan bersama. "
" kenapa lama sekali katanya pagi sekali akan pulang. "
" sabar ailleen ini auntie buatkan susu. "
" terima kasih auntie. "
handika hanya tersenyum melihat ailleen yang sangat tidak sabaran itu.
sedangkan didalam kamar hotel itu dua insan itu telah terbangun mereka bergantian mandi karena hari sudah mulai siang.
bahkan mereka bangun pada pukul 10, bagaskara sudah selesai mandi begitupun dengan shandrianna dia langsung memeluk shandrianna dari belakang.
" kita pulang kerumah kita ya, aku sudah menyiapkan semuanya. "
" Tidak bisa kita tinggal dirumah , kau bisa kerumah ibu setiap hari bersama ailleen tapi aku akan menjemputmu saat aku pulang sore hari. "
shandrianna melepaskan pelukan bagaskara " cepatlah aku mau pulang, ailleen akan mencariku nanti. "
" bukankah anak kita sendiri yang menginginkan 4 adik, jadi seharusnya ailleen paham betapa lamanya membuat 4 adik. "
" Aku tunggu diBawah " shandrianna pergi begitu saja dia masih cuek dan tidak terlalu memperdulikan bagaskara padahal mereka sudah kembali menjadi suami istri.
di bassment hotel shandrianna menunggu bagas di dalam mobil, dia masih mengantuk sampai dia kembali tertidur. ponselnya yang berdering ditelpon oleh tara pun tidak dia angkat karena terlalu pulas tidur.
bagaskara masuk kedalam mobil dia mendapati shandrianna tengah tertidur , ponsel yang bergetar itu segera dia angkatnya.
" halo "
( kalian belum pulang ? ailleen terus menanyai kalian berdua )
" kami sedang dijalan, shandrianna tertidur jadi dia tidak mengangkatnya. "
( dia masih tidur ? baiklah aku akan beritahu ailleen )
" hmm "
bagaskara mematikan telpon itu tapi ketika ponsel shandrianna ditangannya dia jadi ingin tau mungkin saja ada foto-foto atau pembicaraan yang menyangkut dirinya.
dia membuka Galeri shandrianna dari banyaknya foto tidak ada sama sekali foto saat bersamanya, akan tetapi dia melihat sebuah album dimana itu adalah aillleen waktu masih bayi , shandrianna begitu suka memotonya.
bagaskara terharu melihat bayi itu adalah ailleen seandaibya dia menjadi bagian dari ailleen bayi mungkin shandrianna akan mencintainya.
setelah melihat itu dia menatap shandrianna rasa bersalahnya sangatlah besar dia membiarkan shandrianna bekerja keras seorang diri untuk anaknya.
dia hanyalah wanita biasa tapi dia mampu mengurus semuanya sendirian.
****
shiittt
mobilnya berhenti di depan halaman saat itu juga ailleen mengejar nya dan sudah berdiri dihadapan mobil itu.shandrianna telah terbangun dia langsung turun dan menghampiri anaknya.
" ailleen sayang "
" mommy ailleen sudah menunggu lama "
" maafkan mommy , apa ailleen sudah makan ? minum susu ?"
" sudah mom. auntie yang memberikannya. "
shandrianna menatap tara " terima kasih " ucapnya.
" terima kasih tara " ucap bagaskara.
" tidak masalah dia keponakannku juga, masuklah ibu dan ayah menunggu kalian didalam. "
ailleen menggandeng tangan bagas dan juga shandrianna lalu membawa mereka masuk kedalam. ternyata benar ayah dan ibunya sudah menunggunya di ruang tamu itu.
" ibu apa ibu sudah merasa lebih baik ?" tanya shandrianna memeluk ibunya.
" iya sayang , apa semuanya baik-baik saja ?" tanya balik dini.
" iya ibu "
" Mom dad apa adiknya sudah ada ?"
" ha ?"
shandrianna hanya bisa mengerjapkan kedua matanya saat ailleen bertanya hal sedemikian, semua orang terdiam dan nampak tersenyum.
" sayang tidak bisa cepat nanti juga ada " jawab bagaskara.
" tapi kapan dad "
" mom ingat kan dengan gulnur temanku ? dia sudah punya adik perempuan sangat cantik dia sering menunjukkan fotonya pada ailleen. "
" sayang nanti saja bahas itu , sekarang ikutlah dengan mom kekamar. mom sudah mencarikan sekolah untukmu dan ailleen akan segera berjumpa teman-teman. "
" baik mom "
shandrianna menuntunnya kekamar sambil mereka bercerita di tengah jalan, bagas masih tetap disana karena ada hal penting yang harus dia katakan.
" Nak bagas ingin mengatakan sesuatu ?" tanya handika.
" aku sudah membeli perusahaan lama ayah dan juga Tara, sebaiknya ayah dan tara kembali menjalankanya. "
" bagas kau tidak perlu melakukan hal itu " kata tara.
" iya nak tara benar ".
" aku sudah punya perusahaan ku sendiri , lagipula jika kalian tidak ingin diberikan secara gratis maka tetaplah bekerja dan kita akan berbagi hasil. "
" Kami sudah banyak merepotkanmu dan tentang mahar kemarin 1 juta dolar sangatlah besar. "
" tidak ada apa-apanya dibandingkan shandrianna tetap bersamaku. aku tidak mau ditolak lagipula ibu sudah sembuh istriku dan anakku akan sering kemari untuk menemui ibu. "
" Baiklah aku setuju jika begitu " kata tara.
handika pun mengangukkan kepalanya lalu tak lama shandrianna turun bersama ailleen.
" kalian sudah siap ?" tanya handika.
" ayah ibu, aku akan membawa shandrianna pergi kerumah kami izinkan kami pergi " ucap bagaskara.
" silahkan nak tapi ayah ingin lau berjanji untuk tidak melakukan hal yang seperti sebelumnya. ".
" aku janji "